alexametrics
24.7 C
Banyuwangi
Saturday, August 13, 2022

Musim Hujan, Bagaimana Menjaga Kualitas Buah Jeruk

CLURING–Hujan yang hampir setiap hari turun, ternyata mempengaruhi kualitas buah jeruk. Saat ini, para petani jeruk banyak yang kesulitan mendapatkan hasil panen yang berkualitas super.

Salah satu petani jeruk, Karijan, 62, asal Dusun Krajan, Desa Sraten, Kecamatan Cluring, mengatakan dari hasil panen di kebunnya jeruk yang masuk kategori super atau kelas A hanya berkisar 15 persen sampai 20 persen. “Misalnya panen dapat satu kuintal, jeruk yang super paling cuma 20 persen. Sisanya kategori B dan C, ada yang kecil dan rusak dengan harga sangat murah,” katanya.

Karijan yang memanen jeruk bersama keluarganya itu mengaku kalau saat ini kesulitan mendapatkan jeruk dengan kualitas super. Tidak sedikit dari jeruk yang dipanen jadi rusak karena sering turun hujan. “Sulit mencari jeruk berukuran besar, air yang berlebih membuat jeruk rusak,” ujarnya.

Baca Juga :  Asuransi ASWATA Resmi Beroperasi

Petani dan pedagang jeruk, Siswoko, 41, mengaku sudah keliling untuk melihat kondisi tanaman jeruk di daerah lain. Dan ternyata, kondisinya sama. “Setiap panen jeruk, yang super hanya 20 persen. Kalau cuaca baik jeruk kualitas A bisa mencapai 35 persen sampai 40 persen,” ungkap warga Desa Sraten, Kecamatan Cluring itu.

Disinggung mengenai harga jeruk, Siswoko menyampaikan kalau harga masih cukup stabil. Untuk jeruk super, dari petani berkisar antara Rp 5.500 sampai Rp 6.000 per kilogram. “Kalau di pasaran bisa tembus Rp 10 sampai Rp 12 ribu per kilogram,” cetusnya.

Harga jeruk di tingkat petani Rp 5.500 sampai Rp 6.000, itu juga terjadi di beberapa kecamatan yang ada di Kabupaten Banyuwangi. “Kalau jeruk kategori B itu Rp 4.000 per kilogram, dan kategori C harganya Rp 2.500 perkilogram,” bebernya.

Baca Juga :  Okupansi 48 Persen, Hotel Andalkan Pebisnis

Untuk jeruk kualitas A, terang dia, paling banyak dibeli langsung oleh para pedagang dan dikirim ke sejumlah perusahaan. Sedang jeruk yang beredar ke masyarakat, itu kebanyakan kategori B dan C. “Kecuali permintaan dari perusahaan sedikit, maka jeruk kelas A banyak yang dijual ke pasar lokal,” katanya.(rio/abi)

CLURING–Hujan yang hampir setiap hari turun, ternyata mempengaruhi kualitas buah jeruk. Saat ini, para petani jeruk banyak yang kesulitan mendapatkan hasil panen yang berkualitas super.

Salah satu petani jeruk, Karijan, 62, asal Dusun Krajan, Desa Sraten, Kecamatan Cluring, mengatakan dari hasil panen di kebunnya jeruk yang masuk kategori super atau kelas A hanya berkisar 15 persen sampai 20 persen. “Misalnya panen dapat satu kuintal, jeruk yang super paling cuma 20 persen. Sisanya kategori B dan C, ada yang kecil dan rusak dengan harga sangat murah,” katanya.

Karijan yang memanen jeruk bersama keluarganya itu mengaku kalau saat ini kesulitan mendapatkan jeruk dengan kualitas super. Tidak sedikit dari jeruk yang dipanen jadi rusak karena sering turun hujan. “Sulit mencari jeruk berukuran besar, air yang berlebih membuat jeruk rusak,” ujarnya.

Baca Juga :  Dua Bulan Tidak Jualan Minyak Curah

Petani dan pedagang jeruk, Siswoko, 41, mengaku sudah keliling untuk melihat kondisi tanaman jeruk di daerah lain. Dan ternyata, kondisinya sama. “Setiap panen jeruk, yang super hanya 20 persen. Kalau cuaca baik jeruk kualitas A bisa mencapai 35 persen sampai 40 persen,” ungkap warga Desa Sraten, Kecamatan Cluring itu.

Disinggung mengenai harga jeruk, Siswoko menyampaikan kalau harga masih cukup stabil. Untuk jeruk super, dari petani berkisar antara Rp 5.500 sampai Rp 6.000 per kilogram. “Kalau di pasaran bisa tembus Rp 10 sampai Rp 12 ribu per kilogram,” cetusnya.

Harga jeruk di tingkat petani Rp 5.500 sampai Rp 6.000, itu juga terjadi di beberapa kecamatan yang ada di Kabupaten Banyuwangi. “Kalau jeruk kategori B itu Rp 4.000 per kilogram, dan kategori C harganya Rp 2.500 perkilogram,” bebernya.

Baca Juga :  BNI Griya Digitex Property 2021 Dibuka, Saatnya Belanja Rumah

Untuk jeruk kualitas A, terang dia, paling banyak dibeli langsung oleh para pedagang dan dikirim ke sejumlah perusahaan. Sedang jeruk yang beredar ke masyarakat, itu kebanyakan kategori B dan C. “Kecuali permintaan dari perusahaan sedikit, maka jeruk kelas A banyak yang dijual ke pasar lokal,” katanya.(rio/abi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/