alexametrics
24.7 C
Banyuwangi
Sunday, August 14, 2022

PG Asembagus Tanam Empat Ribu Bibit Mangrove

BANYUPUTIH – Aksi sosial dilakukan manajemen Pabrik Gula (PG) Asembagus kemarin (14/09). Dalam rangka pelestarian lingkungan laut, mereka menanam empat ribu bibit Mangrove di Dusun Bugeman, Desa/Kecamatan Banyuputih.

General maneger PG Asembagus, Achmad Barnas mengatakan, ribuan tanaman pencegah abrasi itu ditanam di sepanjang 700 meter permukaan laut setempat. Dia mengaku, di lokasi penanaman memang rawan terjadinya pengikisan tanah. “Abrasi di Dusun Begumen ini sudah mencapai seratus meter,” katanya.

Jika dibiarkan, kondisinya tentu sangat membahayakan, terutama bagi warga sekitar. Makanya, harus ada langkah antisipatif. “Kalau dibiarkan, tanah akan habis. Karena ini tanah negara, harus kita lestarikan dan jaga bersama,” ujar orang nomor satu di lingkungan PG Asembagus itu.

Baca Juga :  Akselerasi Transformasi Industri 4.0 Showcase Digitalisasi

Barnas berharap, dengan penanaman bibit mangrove, lingkungan laut sekitar Dusun Bugeman lebih lestari. Sehingga kedepan tidak  akan terjadi abrasi yang lebih luas. “Mungkin kedepan kita coba tanam di tempat yang dibutuhkan masyarakat,” tambah Barnas.

Barnas mengaku, sebenarnya bukan kali ini saja PG Asembagus menanam Mangrove. Akan tetapi pernah dilakukan di tempat lain yang bersumber dari dana CSR PTPN XI. Hanya saja hasilnya tidak terlalu memuaskan. “Tetapi sekarang ini saya yakin tidak akan gagal karena kita melibatkan pakar atau konsultan yang ahli di bidang tanaman mangrove,” jelasnya

H. Mukarim, ahli tanaman mangrove mengatakan, mangrove untuk mengatasi abrasi menggunakan jenis mangrove rhizophora mucronata. Kata dia, akarnya bagus untuk menyerap air garam dari laut. “Kalau pantai sudah punya mangrove, semua akan aman,” kata pria asal Pasuruan itu.

Baca Juga :  Sengaja Edarkan Rokok Ilegal, Pidana Menanti

Kepala Desa (Kades) Banyuputih H. Juharto mengucapkan terima kasih kepada manajem PG. Asembagus yang memiliki kepedulian besar terhadap lingkungannya. Dia mengatakan, di Dusun Bugeman kondisinya cukup memprihatinkan. “Saya tidak bisa membayangkan lima-sepuluh tahun lagi kalau dibiarkan,” katanya.

Menurutnya, tidak hanya lingkungan yang rusak. Akan tetapi masyarakat sekitar juga menjadi korban. Juharto mengaku, warga yang tinggal di Dusun Bugeman sebanyak 84 Kepala Keluarga (KK). “Kalau dibiarkan, ada ratusan warga yang akan mendapatkan dampak negatifnya,” ujar Juharto. (bib)

BANYUPUTIH – Aksi sosial dilakukan manajemen Pabrik Gula (PG) Asembagus kemarin (14/09). Dalam rangka pelestarian lingkungan laut, mereka menanam empat ribu bibit Mangrove di Dusun Bugeman, Desa/Kecamatan Banyuputih.

General maneger PG Asembagus, Achmad Barnas mengatakan, ribuan tanaman pencegah abrasi itu ditanam di sepanjang 700 meter permukaan laut setempat. Dia mengaku, di lokasi penanaman memang rawan terjadinya pengikisan tanah. “Abrasi di Dusun Begumen ini sudah mencapai seratus meter,” katanya.

Jika dibiarkan, kondisinya tentu sangat membahayakan, terutama bagi warga sekitar. Makanya, harus ada langkah antisipatif. “Kalau dibiarkan, tanah akan habis. Karena ini tanah negara, harus kita lestarikan dan jaga bersama,” ujar orang nomor satu di lingkungan PG Asembagus itu.

Baca Juga :  Banyuwangi Catat Inflasi Desember 0,43 Persen

Barnas berharap, dengan penanaman bibit mangrove, lingkungan laut sekitar Dusun Bugeman lebih lestari. Sehingga kedepan tidak  akan terjadi abrasi yang lebih luas. “Mungkin kedepan kita coba tanam di tempat yang dibutuhkan masyarakat,” tambah Barnas.

Barnas mengaku, sebenarnya bukan kali ini saja PG Asembagus menanam Mangrove. Akan tetapi pernah dilakukan di tempat lain yang bersumber dari dana CSR PTPN XI. Hanya saja hasilnya tidak terlalu memuaskan. “Tetapi sekarang ini saya yakin tidak akan gagal karena kita melibatkan pakar atau konsultan yang ahli di bidang tanaman mangrove,” jelasnya

H. Mukarim, ahli tanaman mangrove mengatakan, mangrove untuk mengatasi abrasi menggunakan jenis mangrove rhizophora mucronata. Kata dia, akarnya bagus untuk menyerap air garam dari laut. “Kalau pantai sudah punya mangrove, semua akan aman,” kata pria asal Pasuruan itu.

Baca Juga :  Akselerasi Transformasi Industri 4.0 Showcase Digitalisasi

Kepala Desa (Kades) Banyuputih H. Juharto mengucapkan terima kasih kepada manajem PG. Asembagus yang memiliki kepedulian besar terhadap lingkungannya. Dia mengatakan, di Dusun Bugeman kondisinya cukup memprihatinkan. “Saya tidak bisa membayangkan lima-sepuluh tahun lagi kalau dibiarkan,” katanya.

Menurutnya, tidak hanya lingkungan yang rusak. Akan tetapi masyarakat sekitar juga menjadi korban. Juharto mengaku, warga yang tinggal di Dusun Bugeman sebanyak 84 Kepala Keluarga (KK). “Kalau dibiarkan, ada ratusan warga yang akan mendapatkan dampak negatifnya,” ujar Juharto. (bib)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/