alexametrics
23 C
Banyuwangi
Wednesday, August 17, 2022

BPJS KESEHATAN

JAWAPOS.COM-Pelaksanaan program Jaminan Kesehatan Nasional yang dikelola oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial, telah beroperasi memasuki tahun ke 7 (tujuh), sejak awal tahun 2014. Walaupun ada banyak tantangan didalam penyelenggaraannya, Pemerintah tetap berkomitmen untuk mendukung penyelenggaraan program JKN-KIS tersebut. Mengingat program ini dinilai cukup populer dan telah memberikan peningkatan akses keberagaman layanan kesehatan terutama bagi banyak orang yang sebelumnya tidak mampu membayar layanan kesehatan. Begitu juga yang dirasakan oleh Naimah (43), istri sekaligus ibu dari tiga orang anak yang telah merasakan kehadiran pemerintah lewat Program JKN-KIS. Sejak hadirnya program JKN-KIS, Naimah mengaku dirinya beserta keluarganya belum pernah menggunakan untuk berobat.

“Awal pertama saya mendapatkan kartu JKN-KIS ini dari kelurahan. Sampai saat ini, saya dan keluarga belum pernah menggunakannya, tapi saya sangat berterima kasih telah terdaftar program ini karena bagi saya hal ini, dapat membuat saya dan keluarga tenang disaat nanti sakit,” ujar Naimah kepada tim Jamkesnews.

Baca Juga :  Dengan Hati Senang, Markus Daftar JKN-KIS untuk Proteksi Diri

Peran pemerintah dalam memberikan jaminan kesehatan kepada masyarakatnya sudah sangat terbukti jika melihat jumlah penduduk yang telah didaftarkan menjadi peserta JKN-KIS segmentas Penerima Bantuan Iuran (PBI). Naimah merupakan salah satu peserta JKN-KIS dengan segmentasi PBI. Dirinya merupakan tenaga harian lepas Dinas Lingkungan Hidup yang telah berjasa menjaga kebersihan kota yang perlu mendapatkan perhatian.

“Pemerintah sangat memperhatikan warga yang kurang mampu seperti saya. Jadi, saya dan keluarga tidak bingung-bingung lagi kalau sakit karena sudah ada yang menanggung,” kata Naimah.

Dirinya yang kesehariannya sibuk bekerja sebagai tukang sapu jalan kota Banyuwangi. Tidak luput juga dirinya mengatur kebutuhan rumah tangganya. Baik keperluan sehari-hari hingga menjaga kesehatan keluarganya. Naimah mengatakan bahwa seluruh anggota keluarganya selalu menerapkan hidup sehat, sehingga dirinya belum pernah memanfaatkan kartu JKN-KIS nya untuk berobat.

“Alhamdulillah saya dan keluarga selalu menerapkan pola hidup sehat, setiap pagi sambil bekerja nyapu nyapu jalan itu mbak sudah termasuk olah raga, pola makan juga di jaga setiap hari. Sebisa mungkin saya dan keluarga menerapkan pola hidup sehat aja,”

Baca Juga :  Menteri Akan Penuhi Keluhan Petani Kopi

Naimah menambahkan meskipun dirinya telah didaftarkan oleh Pemerintah, ia dan keluarganya tidak semerta-merta mengabaikan kesehatannya. Justru dengan terdaftarnya Naimah dan keluarga sebagai peserta JKN-KIS, dirinya harus terus menjaga pola hidup yang sehat.

Merespon dinamika yang sedang berjalan, tentang ketidak tepatan sasaran PBI yang sering dikabarkan sebagai salah taget. Dirinya beranggapan bahwa masyarakat terlalu sibuk mempermasalahkan ketepatan sasaran PBI, sehingga seringkali menyangka salah sasaran tersebut sangatlah banyak. Belum juga dipicu oleh rasa cemburu dan iri tetangga lain. Pernahkah kita mengingat seberapa banyak rumah tangga berkekurangan telah bisa mendapatkan akses ke pelayanan kesehatan termasuk mendapatkan pelayanan operasi dan obat. Telah lewatkah dari ingatan kita untuk menghargai kebijakan Pemerintah yang satu ini.

“Kalau menurut saya untuk pembenahan data PBI ini memang diperlukan, supaya bisa tepat sasaran kedepannya dan program ini bisa berjalan dengan baik,” tutupnya.

 

 

 

JAWAPOS.COM-Pelaksanaan program Jaminan Kesehatan Nasional yang dikelola oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial, telah beroperasi memasuki tahun ke 7 (tujuh), sejak awal tahun 2014. Walaupun ada banyak tantangan didalam penyelenggaraannya, Pemerintah tetap berkomitmen untuk mendukung penyelenggaraan program JKN-KIS tersebut. Mengingat program ini dinilai cukup populer dan telah memberikan peningkatan akses keberagaman layanan kesehatan terutama bagi banyak orang yang sebelumnya tidak mampu membayar layanan kesehatan. Begitu juga yang dirasakan oleh Naimah (43), istri sekaligus ibu dari tiga orang anak yang telah merasakan kehadiran pemerintah lewat Program JKN-KIS. Sejak hadirnya program JKN-KIS, Naimah mengaku dirinya beserta keluarganya belum pernah menggunakan untuk berobat.

“Awal pertama saya mendapatkan kartu JKN-KIS ini dari kelurahan. Sampai saat ini, saya dan keluarga belum pernah menggunakannya, tapi saya sangat berterima kasih telah terdaftar program ini karena bagi saya hal ini, dapat membuat saya dan keluarga tenang disaat nanti sakit,” ujar Naimah kepada tim Jamkesnews.

Baca Juga :  Plastik Olahan Sampah pun Merambah Pasar Eropa

Peran pemerintah dalam memberikan jaminan kesehatan kepada masyarakatnya sudah sangat terbukti jika melihat jumlah penduduk yang telah didaftarkan menjadi peserta JKN-KIS segmentas Penerima Bantuan Iuran (PBI). Naimah merupakan salah satu peserta JKN-KIS dengan segmentasi PBI. Dirinya merupakan tenaga harian lepas Dinas Lingkungan Hidup yang telah berjasa menjaga kebersihan kota yang perlu mendapatkan perhatian.

“Pemerintah sangat memperhatikan warga yang kurang mampu seperti saya. Jadi, saya dan keluarga tidak bingung-bingung lagi kalau sakit karena sudah ada yang menanggung,” kata Naimah.

Dirinya yang kesehariannya sibuk bekerja sebagai tukang sapu jalan kota Banyuwangi. Tidak luput juga dirinya mengatur kebutuhan rumah tangganya. Baik keperluan sehari-hari hingga menjaga kesehatan keluarganya. Naimah mengatakan bahwa seluruh anggota keluarganya selalu menerapkan hidup sehat, sehingga dirinya belum pernah memanfaatkan kartu JKN-KIS nya untuk berobat.

“Alhamdulillah saya dan keluarga selalu menerapkan pola hidup sehat, setiap pagi sambil bekerja nyapu nyapu jalan itu mbak sudah termasuk olah raga, pola makan juga di jaga setiap hari. Sebisa mungkin saya dan keluarga menerapkan pola hidup sehat aja,”

Baca Juga :  TIPS FOTO KECE BUAT MENANGIN IPHONE 12 ALA YAMAHA JATIM

Naimah menambahkan meskipun dirinya telah didaftarkan oleh Pemerintah, ia dan keluarganya tidak semerta-merta mengabaikan kesehatannya. Justru dengan terdaftarnya Naimah dan keluarga sebagai peserta JKN-KIS, dirinya harus terus menjaga pola hidup yang sehat.

Merespon dinamika yang sedang berjalan, tentang ketidak tepatan sasaran PBI yang sering dikabarkan sebagai salah taget. Dirinya beranggapan bahwa masyarakat terlalu sibuk mempermasalahkan ketepatan sasaran PBI, sehingga seringkali menyangka salah sasaran tersebut sangatlah banyak. Belum juga dipicu oleh rasa cemburu dan iri tetangga lain. Pernahkah kita mengingat seberapa banyak rumah tangga berkekurangan telah bisa mendapatkan akses ke pelayanan kesehatan termasuk mendapatkan pelayanan operasi dan obat. Telah lewatkah dari ingatan kita untuk menghargai kebijakan Pemerintah yang satu ini.

“Kalau menurut saya untuk pembenahan data PBI ini memang diperlukan, supaya bisa tepat sasaran kedepannya dan program ini bisa berjalan dengan baik,” tutupnya.

 

 

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/