alexametrics
23.5 C
Banyuwangi
Friday, August 12, 2022

33 Tim Jagoan Bisnis Presentasikan Rintisan Bisnis

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Program mencetak wirausawahan baru ala Pemkab Banyuwangi, yakni Jagoan Bisnis, memasuki babak menentukan. Setelah mengikuti sesi mentoring offline, program yang bertujuan mencetak wirausahawan baru tersebut mencapai pitching day, Selasa (12/7).

Pada babak ini, sebanyak 33 tim peserta yang terdiri dari seratus anak muda mempresentasikan bisnisnya di hadapan dewan juri dan mentor. Tak pelak, berbagai ide bisnis menarik dan unik dipaparkan oleh peserta dalam sesi presentasi yang digeber di Pendapa Sabha Swagata Blambangan tersebut.

Seperti Crewmarriage, suatu platform yang menyediakan kebutuhan serta pendampingan pranikah, nikah, pascacerai. Berbagai hal berkaitan dengan pernikahan, mulai konsultasi, edukasi, dan pengarahan, serta menyediakan segala kebutuhan terkait pernikahan tersedia di platform yang dilatarbelakangi meningkatnya angka perceraian di Banyuwangi.

Anggota Crewmarriage Sarofatul Nafa mengatakan, pihaknya memberikan pendampingan, wawasan, pengarahan terkait permasalahan dalam membangun relationship mulai pranikah, nikah, hingga pascacerai. Crewmarriage bekerja sama dengan psikolog, bidan, dan praktisi pernikahan. ”Crewmarrigae juga hadir dengan berbagai layanan, antara lain konsultasi, kelas edukasi, ruang temu, wedding store, temu kru, dan open source vendor, dan lainnya,” ujarnya.

Baca Juga :  Ketika Rombongan Bupati Bangli ”Berguru” ke Banyuwangi

Ada juga peserta Jagoan Bisnis yang bergerak di jasa literasi dan penulisan, yakni Rumah Penalaran. Mereka mengawali bisnis ini saat menjadi mahasiswa dan mendirikan startup digital tentang belajar menulis. ”Rumah Penalaran dimulai dari sekelompok mahasiswa yang mendirikan komunitas. Seiring berjalannya proses, terdapat permintaan untuk dibuka secara nasional. Dari situlah startup digital Rumah Penalaran dimulai,” kata CEO Rumah Penalaran Dimas Fadhilah Aprilian Santosa.

Rumah Penalaran memberikan pendampingan dan sumber pembelajaran penulisan yang jelas. Mulai mentorship, online course, coaching, mentoring, dan lomba internal.  Ada juga sekelompok anak muda Banyuwangi yang mengembangkan pasar digital crypto. Mereka adalah Walletium Multiple Crypto Wallet.

Di sesi pitching day ini, sebanyak 33 tim yang terdiri atas 100 peserta mempresentasikan rintisan bisnisnya di hadapan para juri dan mentor. Para mentor yang mendampingi para peserta merupakan anak-anak muda inspiratif. Antara lain Founder Jagoan Indonesia yang juga akademisi Universitas Brawijaya Malang Dias Satria, Founder Lets Play Indonesia Arif Bawono, Ketua Bandung Creative City Forum 2017–2021 Dwinita Larasati, serta Owner Jawa Jiwa Sigit Pramono.

Baca Juga :  Golkar Desak Mendag Lutfi Bekerja Maksimal Atasi Minyak Goreng

Selain itu, Policy and Community Affairs Specialist DANA Indonesia Varrel Vendira, Digital Marketing Specialist Trisiw, Pendekar Internet Marketing Cucuk Rustandi, Ketua Indonesia Creative Cities Network Fiki Satari, dan Ketua Banyuwangi Youth Creative Network (BYCN)Vicky Hendri juga masuk deretan mentor. Ada juga Founder Ais Coffee Asmi, Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Banyuwangi Dede Abdul Ghani, CEO Ijen Tourism Cluster John Eva Yulianto, dan sederet anak muda inspiratif lain.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengaku bangga dengan apa yang dilakukan oleh peserta Jagoan Bisnis. Menurutnya kualitas Jagoan Bisnis dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. ”Banyak anak muda yang merintis ide bisnis berangkat dari permasalahan yang ada. Mereka mencari solusinya dan dikembangkan menjadi bisnis. Ini menarik,” pungkasnya. (sgt/aif/c1)

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Program mencetak wirausawahan baru ala Pemkab Banyuwangi, yakni Jagoan Bisnis, memasuki babak menentukan. Setelah mengikuti sesi mentoring offline, program yang bertujuan mencetak wirausahawan baru tersebut mencapai pitching day, Selasa (12/7).

Pada babak ini, sebanyak 33 tim peserta yang terdiri dari seratus anak muda mempresentasikan bisnisnya di hadapan dewan juri dan mentor. Tak pelak, berbagai ide bisnis menarik dan unik dipaparkan oleh peserta dalam sesi presentasi yang digeber di Pendapa Sabha Swagata Blambangan tersebut.

Seperti Crewmarriage, suatu platform yang menyediakan kebutuhan serta pendampingan pranikah, nikah, pascacerai. Berbagai hal berkaitan dengan pernikahan, mulai konsultasi, edukasi, dan pengarahan, serta menyediakan segala kebutuhan terkait pernikahan tersedia di platform yang dilatarbelakangi meningkatnya angka perceraian di Banyuwangi.

Anggota Crewmarriage Sarofatul Nafa mengatakan, pihaknya memberikan pendampingan, wawasan, pengarahan terkait permasalahan dalam membangun relationship mulai pranikah, nikah, hingga pascacerai. Crewmarriage bekerja sama dengan psikolog, bidan, dan praktisi pernikahan. ”Crewmarrigae juga hadir dengan berbagai layanan, antara lain konsultasi, kelas edukasi, ruang temu, wedding store, temu kru, dan open source vendor, dan lainnya,” ujarnya.

Baca Juga :  BCE Kabat Suguhkan Tari Kupu Cedung

Ada juga peserta Jagoan Bisnis yang bergerak di jasa literasi dan penulisan, yakni Rumah Penalaran. Mereka mengawali bisnis ini saat menjadi mahasiswa dan mendirikan startup digital tentang belajar menulis. ”Rumah Penalaran dimulai dari sekelompok mahasiswa yang mendirikan komunitas. Seiring berjalannya proses, terdapat permintaan untuk dibuka secara nasional. Dari situlah startup digital Rumah Penalaran dimulai,” kata CEO Rumah Penalaran Dimas Fadhilah Aprilian Santosa.

Rumah Penalaran memberikan pendampingan dan sumber pembelajaran penulisan yang jelas. Mulai mentorship, online course, coaching, mentoring, dan lomba internal.  Ada juga sekelompok anak muda Banyuwangi yang mengembangkan pasar digital crypto. Mereka adalah Walletium Multiple Crypto Wallet.

Di sesi pitching day ini, sebanyak 33 tim yang terdiri atas 100 peserta mempresentasikan rintisan bisnisnya di hadapan para juri dan mentor. Para mentor yang mendampingi para peserta merupakan anak-anak muda inspiratif. Antara lain Founder Jagoan Indonesia yang juga akademisi Universitas Brawijaya Malang Dias Satria, Founder Lets Play Indonesia Arif Bawono, Ketua Bandung Creative City Forum 2017–2021 Dwinita Larasati, serta Owner Jawa Jiwa Sigit Pramono.

Baca Juga :  Nduk Nik Gratiskan 1.000 Kartu BPJS Ketenagakerjaan ke Relawan

Selain itu, Policy and Community Affairs Specialist DANA Indonesia Varrel Vendira, Digital Marketing Specialist Trisiw, Pendekar Internet Marketing Cucuk Rustandi, Ketua Indonesia Creative Cities Network Fiki Satari, dan Ketua Banyuwangi Youth Creative Network (BYCN)Vicky Hendri juga masuk deretan mentor. Ada juga Founder Ais Coffee Asmi, Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Banyuwangi Dede Abdul Ghani, CEO Ijen Tourism Cluster John Eva Yulianto, dan sederet anak muda inspiratif lain.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengaku bangga dengan apa yang dilakukan oleh peserta Jagoan Bisnis. Menurutnya kualitas Jagoan Bisnis dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. ”Banyak anak muda yang merintis ide bisnis berangkat dari permasalahan yang ada. Mereka mencari solusinya dan dikembangkan menjadi bisnis. Ini menarik,” pungkasnya. (sgt/aif/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/