alexametrics
30.7 C
Banyuwangi
Monday, July 4, 2022

Festival Coklat, Sarana Promosi Cokelat Terbaik Dunia

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Sebagai daerah penghasil cokelat yang diyakini sebagai yang terbaik di dunia, Banyuwangi kembali unjuk taring. Pemkab menggelar “Festival Cokelat Glenmore” sebagai ajang promosi sekaligus wadah edukasi bagi masyarakat.

Berbagai kegiatan digelar dalam rangkaian Festival Cokelat Glenmore tersebut. Di antaranya lomba kuliner berbahan cokelat hingga pengetahuan tentang pengolahan (processing) kakao menjadi cokelat. Selain itu, acara ini juga dimeriahkan lomba seni dan fun bike.

Bukan hanya menyaksikan, dalam festival yang dihelat Sabtu (12/3) tersebut pengunjung bisa merasakan cokelat dengan kualitas terbaik. Festival kali ini digeber di Doesoen Kakao yang berlokasi di kawasan Perkebunan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XII Kendeng Lembu, Kecamatan Glenmore.

Sekadar diketahui, Indonesia dikenal sebagai negara penghasil cokelat terbaik di dunia. Nah, salah satu daerah penghasil cokelat terbaik dari Indonesia adalah perkebunan Kendeng Lembu. Karena itulah, “Festival Cokelat Glenmore” digeber di kawasan perkebunan tersebut. Apalagi, Kebun Kendeng Lembu merupakan pusat perkebunan cokelat satu-satunya di Indonesia yang terus eksis mempertahankan komoditas andalan ini.

Bupati Ipuk Fiestiandani dan Direktur PT Perkebunan Nusantara XII Siwi Peni hadir dalam festival kali ini.

Berbeda dengan tahun sebelumnya, dalam event ini masyarakat bisa langsung melihat proses pengolahan kakao hingga menjadi cokelat. Mulai proses panen kakao, pemilihan dan pengeringan biji kakao, hingga proses menjadi bubuk cokelat. 

Bupati Ipuk mengatakan, festival cokelat menjadi wadah edukasi tentang cokelat. Masyarakat bisa melihat langsung kebun kakao hingga bagaimana cara mengolah kakao menjadi cokelat yang di konsumsi. 

Selain itu, imbuh Ipuk, festival hasil kolaborasi dengan PTPN XII ini diharapkan bisa menggerakkan warga atau pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk mengembangkan bisnis cokelat. “Kami pamerkan beragam olahan cokelat. Harapan kami, agar masyarakat bisa membuat bisnis berbahan dasar cokelat mengingat komoditas kakao Glenmore sangat potensial untuk dikembangkan,” ujarnya.  

Direktur PTPN XII Siwi Peni menambahkan, kakao Glenmore adalah salah satu bahan pembuat cokelat terbaik di dunia. Saat ini, PTPN XII telah membuka pabrik pengolahan cokelat dan telah memungkinkan masyarakat untuk bisa menikmatinya. “Lewat festival cokelat ini kami ingin kembali mendorong warga untuk memanfaatkan cokelat menjadi peluang bisnis. Sekaligus kembali menggerakkan sektor pariwisata daerah lewat destinasi agribisnis Doesoen Kakao,” kata Siwi.

Dengan luas 600 hektare tanaman kakao yang dimiliki, PTPN XII bisa memproduksi 300 ton kakao kering per tahun. Salah satu yang ditonjolkan PTPN XII di Doesoen Kakao ini adalah adanya Kakao Edel yang telah dikenal dunia dengan sebutan “Java Kakao”. “Glenmore memang terkenal sebagai penghasil biji kakao terbaik di dunia. Hampir 86 persen cokelat hasil panen perkebunan diekspor, seperti ke Jepang, Jerman, Prancis, Italia, Amerika Serikat (AS), Malaysia, dan Singapura. Nah, yang belum diekspor kami harapkan bisa dimanfaatkan dan diolah secara ekonomis oleh warga,” kata Siwi.  

Untuk menambah nilai ekonomis, PTPN XII juga memproduksi berbagai olahan cokelat di Dusun Kakao. Setidaknya ada 9 varian olahan cokelat yang memiliki cita rasa yang khas. Cokelat-cokelat tersebut bisa dinikmati kapan saja oleh wisatawan yang datang berkunjung.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Perkebunan dan Hortikultura Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi Ilham Juanda mengatakan, Banyuwangi memiliki potensi besar di bidang pertanian dan perkebunan. Tidak terkecuali kebun kakao. “Bahkan, kakao hasil produksi Banyuwangi merupakan salah satu kakao terbaik di dunia dan telah berhasil merambah pasar ekspor ke berbagai belahan dunia,” pungkasnya. (sgt/aif)

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Sebagai daerah penghasil cokelat yang diyakini sebagai yang terbaik di dunia, Banyuwangi kembali unjuk taring. Pemkab menggelar “Festival Cokelat Glenmore” sebagai ajang promosi sekaligus wadah edukasi bagi masyarakat.

Berbagai kegiatan digelar dalam rangkaian Festival Cokelat Glenmore tersebut. Di antaranya lomba kuliner berbahan cokelat hingga pengetahuan tentang pengolahan (processing) kakao menjadi cokelat. Selain itu, acara ini juga dimeriahkan lomba seni dan fun bike.

Bukan hanya menyaksikan, dalam festival yang dihelat Sabtu (12/3) tersebut pengunjung bisa merasakan cokelat dengan kualitas terbaik. Festival kali ini digeber di Doesoen Kakao yang berlokasi di kawasan Perkebunan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XII Kendeng Lembu, Kecamatan Glenmore.

Sekadar diketahui, Indonesia dikenal sebagai negara penghasil cokelat terbaik di dunia. Nah, salah satu daerah penghasil cokelat terbaik dari Indonesia adalah perkebunan Kendeng Lembu. Karena itulah, “Festival Cokelat Glenmore” digeber di kawasan perkebunan tersebut. Apalagi, Kebun Kendeng Lembu merupakan pusat perkebunan cokelat satu-satunya di Indonesia yang terus eksis mempertahankan komoditas andalan ini.

Bupati Ipuk Fiestiandani dan Direktur PT Perkebunan Nusantara XII Siwi Peni hadir dalam festival kali ini.

Berbeda dengan tahun sebelumnya, dalam event ini masyarakat bisa langsung melihat proses pengolahan kakao hingga menjadi cokelat. Mulai proses panen kakao, pemilihan dan pengeringan biji kakao, hingga proses menjadi bubuk cokelat. 

Bupati Ipuk mengatakan, festival cokelat menjadi wadah edukasi tentang cokelat. Masyarakat bisa melihat langsung kebun kakao hingga bagaimana cara mengolah kakao menjadi cokelat yang di konsumsi. 

Selain itu, imbuh Ipuk, festival hasil kolaborasi dengan PTPN XII ini diharapkan bisa menggerakkan warga atau pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk mengembangkan bisnis cokelat. “Kami pamerkan beragam olahan cokelat. Harapan kami, agar masyarakat bisa membuat bisnis berbahan dasar cokelat mengingat komoditas kakao Glenmore sangat potensial untuk dikembangkan,” ujarnya.  

Direktur PTPN XII Siwi Peni menambahkan, kakao Glenmore adalah salah satu bahan pembuat cokelat terbaik di dunia. Saat ini, PTPN XII telah membuka pabrik pengolahan cokelat dan telah memungkinkan masyarakat untuk bisa menikmatinya. “Lewat festival cokelat ini kami ingin kembali mendorong warga untuk memanfaatkan cokelat menjadi peluang bisnis. Sekaligus kembali menggerakkan sektor pariwisata daerah lewat destinasi agribisnis Doesoen Kakao,” kata Siwi.

Dengan luas 600 hektare tanaman kakao yang dimiliki, PTPN XII bisa memproduksi 300 ton kakao kering per tahun. Salah satu yang ditonjolkan PTPN XII di Doesoen Kakao ini adalah adanya Kakao Edel yang telah dikenal dunia dengan sebutan “Java Kakao”. “Glenmore memang terkenal sebagai penghasil biji kakao terbaik di dunia. Hampir 86 persen cokelat hasil panen perkebunan diekspor, seperti ke Jepang, Jerman, Prancis, Italia, Amerika Serikat (AS), Malaysia, dan Singapura. Nah, yang belum diekspor kami harapkan bisa dimanfaatkan dan diolah secara ekonomis oleh warga,” kata Siwi.  

Untuk menambah nilai ekonomis, PTPN XII juga memproduksi berbagai olahan cokelat di Dusun Kakao. Setidaknya ada 9 varian olahan cokelat yang memiliki cita rasa yang khas. Cokelat-cokelat tersebut bisa dinikmati kapan saja oleh wisatawan yang datang berkunjung.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Perkebunan dan Hortikultura Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi Ilham Juanda mengatakan, Banyuwangi memiliki potensi besar di bidang pertanian dan perkebunan. Tidak terkecuali kebun kakao. “Bahkan, kakao hasil produksi Banyuwangi merupakan salah satu kakao terbaik di dunia dan telah berhasil merambah pasar ekspor ke berbagai belahan dunia,” pungkasnya. (sgt/aif)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/