28.8 C
Banyuwangi
Saturday, February 4, 2023

Tingkatkan UMKM, Siapkan Bantuan hingga Program Unggulan

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi salah satu sektor penting penguatan ekonomi masyarakat Banyuwangi. Oleh karena itu, pemkab melalui Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (Diskop-UMP) terus menggenjot peningkatan sektor yang satu ini.

Berbagai upaya yang dilakukan meliputi pemberian bantuan hingga program unggulan yang telah diberlakukan sejak tahun 2021. Atensi Pemkab Banyuwangi saat ini adalah meningkatkan mutu dan juga kualitas UMKM sebagai sektor penyokong perekonomian.

Kepala Bidang Usaha Mikro Diskop-UMP Sri Lestari mengungkapkan, terdapat beberapa bantuan yang tersedia bagi para pelaku UMKM. Di antaranya bantuan yang berasal dari pemkab, perusahaan, dan pemerintah provinsi (pemprov). Jumlah dan jenis bantuan juga beragam. Tidak semuanya berupa uang tunai, melainkan ada yang berbentuk barang. ”Bantuan dari pemkab bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) bernilai satu juta rupiah untuk setiap pelaku UMKM,” ujar perempua yang karib disapa Cici tersebut kemarin (13/1).

Baca Juga :  Perizinan Tersendat Setahun, Perputaran Ekonomi Terimbas

Sedangkan bantuan yang berasal dari perusahaan disalurkan melalui pemkab lalu ke Diskop-UMP dalam bentuk barang. Total belanja peralatan yang disalurkan untuk masing-masing pelaku UMKM sebesar Rp 1,5 juta.

Bantuan yang berasal dari provinsi bersifat sementara (accidental). Yakni akibat adanya kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Bantuan berupa uang tunai bernilai Rp 600 ribu untuk pelaku UMKM yang terdampak.

Terdapat beberapa aspek yang menjadi atensi pihaknya dalam memutuskan UMKM yang mendapat bantuan melalui survei. Antara lain, memiliki usaha, membutuhkan bantuan, usaha tersebut berpotensi untuk berkembang. Selama tahun 2021 hingga 2022 ratusan UMKM menerima bantuan tersebut.

Bantuan dari pemkab selama 2021 disalurkan kepada 300 pelaku UMKM, sedangkan 2022 diterima 161 pelaku UMKM. Bantuan yang bersumber dari perusahaan pada tahun 2021 menyasar 79 UMKM dan di tahun 2022 diterima 29 UMKM. Sedangkan bantuan berasal dari provinsi selama 2022 telah dirasakan oleh 177 pelaku UMKM. ”Di tahun 2023 tidak bisa dipastikan apakah masih ada bantuan dari provinsi karena harga BBM yang sudah stabil,” imbuh Cici.

Baca Juga :  Serap Aspirasi Bupati Ipuk dengan Pelaku Usaha

Selain bantuan, Pemkab Banyuwangi menyediakan berbagai program untuk menguatkan UMKM. Antara lain, Program Gratis Ongkir, Teman Usaha Rakyat, Belanja Tanggal Cantik, Gerobak Promosi Banyuwangi, dan lainnya. ”Peningkatan UMKM tidak hanya berasal dari bantuan, tetapi program dan pelatihan penting ditingkatkan sebagai stimulus,” tutur ibu tiga anak itu.

Belum berhenti sampai di situ, sederet festival yang digeber Pemkab Banyuwangi diharapkan berdampak positif bagi perkembangan berbagai sektor lain. Tidak hanya sektor pariwisata, tetapi juga UMKM dan lain sebagainya. (cw4/sgt)

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi salah satu sektor penting penguatan ekonomi masyarakat Banyuwangi. Oleh karena itu, pemkab melalui Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (Diskop-UMP) terus menggenjot peningkatan sektor yang satu ini.

Berbagai upaya yang dilakukan meliputi pemberian bantuan hingga program unggulan yang telah diberlakukan sejak tahun 2021. Atensi Pemkab Banyuwangi saat ini adalah meningkatkan mutu dan juga kualitas UMKM sebagai sektor penyokong perekonomian.

Kepala Bidang Usaha Mikro Diskop-UMP Sri Lestari mengungkapkan, terdapat beberapa bantuan yang tersedia bagi para pelaku UMKM. Di antaranya bantuan yang berasal dari pemkab, perusahaan, dan pemerintah provinsi (pemprov). Jumlah dan jenis bantuan juga beragam. Tidak semuanya berupa uang tunai, melainkan ada yang berbentuk barang. ”Bantuan dari pemkab bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) bernilai satu juta rupiah untuk setiap pelaku UMKM,” ujar perempua yang karib disapa Cici tersebut kemarin (13/1).

Baca Juga :  Kinerja Triwulan I, Laba Tumbuh 51,53%

Sedangkan bantuan yang berasal dari perusahaan disalurkan melalui pemkab lalu ke Diskop-UMP dalam bentuk barang. Total belanja peralatan yang disalurkan untuk masing-masing pelaku UMKM sebesar Rp 1,5 juta.

Bantuan yang berasal dari provinsi bersifat sementara (accidental). Yakni akibat adanya kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Bantuan berupa uang tunai bernilai Rp 600 ribu untuk pelaku UMKM yang terdampak.

Terdapat beberapa aspek yang menjadi atensi pihaknya dalam memutuskan UMKM yang mendapat bantuan melalui survei. Antara lain, memiliki usaha, membutuhkan bantuan, usaha tersebut berpotensi untuk berkembang. Selama tahun 2021 hingga 2022 ratusan UMKM menerima bantuan tersebut.

Bantuan dari pemkab selama 2021 disalurkan kepada 300 pelaku UMKM, sedangkan 2022 diterima 161 pelaku UMKM. Bantuan yang bersumber dari perusahaan pada tahun 2021 menyasar 79 UMKM dan di tahun 2022 diterima 29 UMKM. Sedangkan bantuan berasal dari provinsi selama 2022 telah dirasakan oleh 177 pelaku UMKM. ”Di tahun 2023 tidak bisa dipastikan apakah masih ada bantuan dari provinsi karena harga BBM yang sudah stabil,” imbuh Cici.

Baca Juga :  Peserta Lomba Video Kreatif Mulai Ambil Gambar

Selain bantuan, Pemkab Banyuwangi menyediakan berbagai program untuk menguatkan UMKM. Antara lain, Program Gratis Ongkir, Teman Usaha Rakyat, Belanja Tanggal Cantik, Gerobak Promosi Banyuwangi, dan lainnya. ”Peningkatan UMKM tidak hanya berasal dari bantuan, tetapi program dan pelatihan penting ditingkatkan sebagai stimulus,” tutur ibu tiga anak itu.

Belum berhenti sampai di situ, sederet festival yang digeber Pemkab Banyuwangi diharapkan berdampak positif bagi perkembangan berbagai sektor lain. Tidak hanya sektor pariwisata, tetapi juga UMKM dan lain sebagainya. (cw4/sgt)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/