alexametrics
25.5 C
Banyuwangi
Wednesday, July 6, 2022

Keripik Singkong Paling Banyak Penggemarnya

RadarBanyuwangi.id – Terkesan sederhana. Relatif murah meriah. Namun, digemari banyak orang. Begitulah posisi keripik singkong di kalangan masyarakat Banyuwangi.

Khususnya keripik singkong olahan rumah tangga maupun hasil produksi usaha skala rumahan. Keripik jenis ini penggemarnya membeludak. Camilan yang satu ini tidak hanya digemari kalangan menengah bawah. Lebih dari itu, tidak sedikit pula kalangan berada yang gemar mengonsumsi makanan ringan berbahan baku utama singkong atau yang oleh masyarakat Osing dikenal dengan sebutan sawi tersebut.

Bahkan, bagi penikmatnya, ada aktivitas tertentu yang terasa kurang greget tanpa kehadiran keripik singkong. Misalnya saat menonton siaran langsung pertandingan sepak bola, piket sistem keamanan lingkungan (siskamling) alias ronda malam bersama tetangga, dan lain sebagainya.

Banyaknya penggemar keripik singkong menjadi ”ladang” rezeki tersendiri bagi sebagian orang. Setidaknya itu terbukti dari maraknya pedagang keliling maupun penjual keripik rutin yang mangkal di titik tertentu di kawasan Kota Banyuwangi dan sekitarnya.

Harga yang ditawarkan pun relatif murah. Cukup merogoh kocek sebesar Rp 5 ribu sampai Rp 7 ribu, maka satu ons atau satu tas kresek kecil berisi keripik singkong sudah bisa dibawa pulang.

Di pasaran, ada beberapa varian rasa keripik singkong yang ditawarkan kepada konsumen. Ada varian original dengan rasa perpaduan gurih dan asin. Ada pula yang menawarkan varian rasa perpaduan asin, gurih, dan pedas, serta aneka varian rasa yang lain.

Salah satu produsen keripik singkong, Zaini, 66, mengatakan, pada dasarnya cara membuat keripik singkong cukup mudah. Tahap awal, kupas bahan baku singkong. Kemudian, singkong yang telah dikupas tersebut dicuci hingga bersih. ”Selanjutnya, singkong diiris tipis-tipis lalu digoreng, jadilah keripik singkong original,” ujar warga jalan Ikan Gurita 35, Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Banyuwangi tersebut.

Meski relatif mudah, kata Zaini, ada beberapa faktor yang harus diperhatikan agar keripik yang dihasilkan benar-benar renyah. Selain bahan baku dan tebal atau tipisnya irisan singkong, kerenyahan keripik juga dipengaruhi faktor-faktor lain. Di antaranya ketajaman pisau yang digunakan untuk mengiris bahan baku singkong, proses pencucian, hingga proses menggoreng keripik tersebut. ”Proses penggorengan yang dimaksud meliputi stabilitas api, volume minyak, dan lain-lain,” kata dia.

RadarBanyuwangi.id – Terkesan sederhana. Relatif murah meriah. Namun, digemari banyak orang. Begitulah posisi keripik singkong di kalangan masyarakat Banyuwangi.

Khususnya keripik singkong olahan rumah tangga maupun hasil produksi usaha skala rumahan. Keripik jenis ini penggemarnya membeludak. Camilan yang satu ini tidak hanya digemari kalangan menengah bawah. Lebih dari itu, tidak sedikit pula kalangan berada yang gemar mengonsumsi makanan ringan berbahan baku utama singkong atau yang oleh masyarakat Osing dikenal dengan sebutan sawi tersebut.

Bahkan, bagi penikmatnya, ada aktivitas tertentu yang terasa kurang greget tanpa kehadiran keripik singkong. Misalnya saat menonton siaran langsung pertandingan sepak bola, piket sistem keamanan lingkungan (siskamling) alias ronda malam bersama tetangga, dan lain sebagainya.

Banyaknya penggemar keripik singkong menjadi ”ladang” rezeki tersendiri bagi sebagian orang. Setidaknya itu terbukti dari maraknya pedagang keliling maupun penjual keripik rutin yang mangkal di titik tertentu di kawasan Kota Banyuwangi dan sekitarnya.

Harga yang ditawarkan pun relatif murah. Cukup merogoh kocek sebesar Rp 5 ribu sampai Rp 7 ribu, maka satu ons atau satu tas kresek kecil berisi keripik singkong sudah bisa dibawa pulang.

Di pasaran, ada beberapa varian rasa keripik singkong yang ditawarkan kepada konsumen. Ada varian original dengan rasa perpaduan gurih dan asin. Ada pula yang menawarkan varian rasa perpaduan asin, gurih, dan pedas, serta aneka varian rasa yang lain.

Salah satu produsen keripik singkong, Zaini, 66, mengatakan, pada dasarnya cara membuat keripik singkong cukup mudah. Tahap awal, kupas bahan baku singkong. Kemudian, singkong yang telah dikupas tersebut dicuci hingga bersih. ”Selanjutnya, singkong diiris tipis-tipis lalu digoreng, jadilah keripik singkong original,” ujar warga jalan Ikan Gurita 35, Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Banyuwangi tersebut.

Meski relatif mudah, kata Zaini, ada beberapa faktor yang harus diperhatikan agar keripik yang dihasilkan benar-benar renyah. Selain bahan baku dan tebal atau tipisnya irisan singkong, kerenyahan keripik juga dipengaruhi faktor-faktor lain. Di antaranya ketajaman pisau yang digunakan untuk mengiris bahan baku singkong, proses pencucian, hingga proses menggoreng keripik tersebut. ”Proses penggorengan yang dimaksud meliputi stabilitas api, volume minyak, dan lain-lain,” kata dia.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/