alexametrics
28.2 C
Banyuwangi
Wednesday, June 29, 2022

Kemenparekraf Dukung Rebound Banyuwangi

JAWA POS, Radar Banyuwangi-Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mendukung penuh pelaksanaan acara Rebound Banyuwangi sebagai bentuk inisiasi dan upaya memulihkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Kabupaten Banyuwangi di kebiyasaan anyar.  Untuk memaksimalkan upaya pemulihan ini, Kemenparekraf  menggelar sosialisasi adaptasi kebiasaan baru menghadapi pandemi Covid-19 di Banyuwangi. Kegiatan ini digelar di Hall Santika Hotel selama dua hari, yakni tanggal 12-13 Agustus 2020.

 

Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf/Baparekraf, Hari Santosa Sungkari mengatakan, dalam mempersiapkan tatanan kenormalan baru di sektor parekraf adalah membangun destinasi yang merupakan protokol Cleanliness, Health, Safety, Environment (CHSE). Lingkup kegiatan rebound ini meliputi penguatan sapta pesona, revitalisasi amenitas dengan penggadaan pendukung CHSE dan alat penunjang keamanan serta bimtek 3A atau sosialisasi di setiap DWT di Banyuwangi dilakukan dari bulan Juli sampai dengan September 2020.

 

Khusus di Banyuwangi, kata Hari, kegiatannya adalah aksi bersih di Grand Watu Dodol disertai dengan dukungan pembelian barang. Pesertanya berasal dari berbagai lapisan, seperti Pemkab, Perhutani, PTPN, Pelindo, perwakilan desa wisata, ketua adat, pokdarwis, pengelola destinasi serta HPI.

 

Sementara dukungan barang dari Kemenparekraf yang diberikan kepada masing-maisng destinasi di Banyuwangi diantaranya tempat cuci tangan, tempat sampah, toilet portable, makser, face shiled, sarung tangan, baju APD, alat semprot, tenda. Ada pula life ring buoy, tandu lipat, signage (papan himbauan), kacamatan google. Distribusi barang dibeberapa daya tarik wisata, seperti Agrowisata, Taman Suruh, Bangsring Underwater, Grand Watu Dodol, Alas Purwo, Pantai Pulau Merah, dan Pantai Mustika.

 

“Bantuan ini diberikan sebagai bukti atas komitmen Kemenparekraf/Baparekraf untuk meyakinkan wisatawan bahwa Banyuwangi adalah objek wisata yang aman dan bersih untuk dikunjungi. Sehingga wisatawan baik wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara tidak perlu khawatir untuk berkunjung ke Banyuwangi. Kita perlu menunjukkan kepada dunia adalah bahwa Banyuwangi sebagai destinasi yang aman untuk dikunjungi pasca pandemi Covid-19,” kata Hari.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Banyuwangi M. Yanuar Bramuda mengatakan, konsep pariwisata era kebiasaan baru itu sudah diterapkan sebagai basis utama pariwisata Banyuwangi di masa pandemi Covid-19 ini. Protapnya mewajibkan protokol kesehatan ketat di berbagai lini pariwisata. “Kepada para pengelola pariwisata, kami tekankan, jualan kita tak lagi sekadar harga murah dan suguhan wisata indah. Namun, harus memenuhi protokol kesehatan dan keamanan,” kata Bramudya.

 

Tak cukup itu, pihaknya diakui juga melakukan konsolidasi dengan tokoh masyarakat dan tokoh agama. Kebijakan ini untuk kelancaran penerapan, adaptasi kebiasaan baru dalam masyarakat. Pemkab Banyuwangi, lanjut dia, juga menggelar musyawarah secara daring dengan ratusan pelaku wisata se-Banyuwangi. “Saat itu, kami mengajukan konsep wisata yang harus dipenuhi seluruh pelaku usaha pariwisata, sebelum kran pariwisata dibuka,” ujarnya.

 

Pemkab Banyuwangi menegaskan, bahwa pariwisata ke depan, tidak lagi sekadar menyajikan leisure. Namun, konsep wisatanya aman, bersih dan sehat seperti yang dipandukan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Harapannya siapapun yang berwisata ke Banyuwangi bisa merasa aman dan nyaman.

Pemkab Banyuwangi, kata Bramudya, juga melakukan sertifikasi protokol kesehatan COVID-19 untuk seluruh destinasi wisata, hotel, homestay, kafe, restoran hingga warung-warung rakyat. Semua yang telah lulus uji protokol ketat, yang dijalankan dan disupervisi para ahli Dinas Kesehatan diberi sertifikat. Selain itu, disajikan di aplikasi Banyuwangi Tourism.

 

“Ini memudahkan wisatawan, cari destinasi yang sehat, cari warung rakyat dengan protokol Covid-19 di mana. Demikian pula homestay mana yang seluruh prosesnya sudah memenuhi standar kesehatan. Semua hasil verifikasi itu tersaji di aplikasi,” pungkasnya. (sgt)

JAWA POS, Radar Banyuwangi-Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mendukung penuh pelaksanaan acara Rebound Banyuwangi sebagai bentuk inisiasi dan upaya memulihkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Kabupaten Banyuwangi di kebiyasaan anyar.  Untuk memaksimalkan upaya pemulihan ini, Kemenparekraf  menggelar sosialisasi adaptasi kebiasaan baru menghadapi pandemi Covid-19 di Banyuwangi. Kegiatan ini digelar di Hall Santika Hotel selama dua hari, yakni tanggal 12-13 Agustus 2020.

 

Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf/Baparekraf, Hari Santosa Sungkari mengatakan, dalam mempersiapkan tatanan kenormalan baru di sektor parekraf adalah membangun destinasi yang merupakan protokol Cleanliness, Health, Safety, Environment (CHSE). Lingkup kegiatan rebound ini meliputi penguatan sapta pesona, revitalisasi amenitas dengan penggadaan pendukung CHSE dan alat penunjang keamanan serta bimtek 3A atau sosialisasi di setiap DWT di Banyuwangi dilakukan dari bulan Juli sampai dengan September 2020.

 

Khusus di Banyuwangi, kata Hari, kegiatannya adalah aksi bersih di Grand Watu Dodol disertai dengan dukungan pembelian barang. Pesertanya berasal dari berbagai lapisan, seperti Pemkab, Perhutani, PTPN, Pelindo, perwakilan desa wisata, ketua adat, pokdarwis, pengelola destinasi serta HPI.

 

Sementara dukungan barang dari Kemenparekraf yang diberikan kepada masing-maisng destinasi di Banyuwangi diantaranya tempat cuci tangan, tempat sampah, toilet portable, makser, face shiled, sarung tangan, baju APD, alat semprot, tenda. Ada pula life ring buoy, tandu lipat, signage (papan himbauan), kacamatan google. Distribusi barang dibeberapa daya tarik wisata, seperti Agrowisata, Taman Suruh, Bangsring Underwater, Grand Watu Dodol, Alas Purwo, Pantai Pulau Merah, dan Pantai Mustika.

 

“Bantuan ini diberikan sebagai bukti atas komitmen Kemenparekraf/Baparekraf untuk meyakinkan wisatawan bahwa Banyuwangi adalah objek wisata yang aman dan bersih untuk dikunjungi. Sehingga wisatawan baik wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara tidak perlu khawatir untuk berkunjung ke Banyuwangi. Kita perlu menunjukkan kepada dunia adalah bahwa Banyuwangi sebagai destinasi yang aman untuk dikunjungi pasca pandemi Covid-19,” kata Hari.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Banyuwangi M. Yanuar Bramuda mengatakan, konsep pariwisata era kebiasaan baru itu sudah diterapkan sebagai basis utama pariwisata Banyuwangi di masa pandemi Covid-19 ini. Protapnya mewajibkan protokol kesehatan ketat di berbagai lini pariwisata. “Kepada para pengelola pariwisata, kami tekankan, jualan kita tak lagi sekadar harga murah dan suguhan wisata indah. Namun, harus memenuhi protokol kesehatan dan keamanan,” kata Bramudya.

 

Tak cukup itu, pihaknya diakui juga melakukan konsolidasi dengan tokoh masyarakat dan tokoh agama. Kebijakan ini untuk kelancaran penerapan, adaptasi kebiasaan baru dalam masyarakat. Pemkab Banyuwangi, lanjut dia, juga menggelar musyawarah secara daring dengan ratusan pelaku wisata se-Banyuwangi. “Saat itu, kami mengajukan konsep wisata yang harus dipenuhi seluruh pelaku usaha pariwisata, sebelum kran pariwisata dibuka,” ujarnya.

 

Pemkab Banyuwangi menegaskan, bahwa pariwisata ke depan, tidak lagi sekadar menyajikan leisure. Namun, konsep wisatanya aman, bersih dan sehat seperti yang dipandukan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Harapannya siapapun yang berwisata ke Banyuwangi bisa merasa aman dan nyaman.

Pemkab Banyuwangi, kata Bramudya, juga melakukan sertifikasi protokol kesehatan COVID-19 untuk seluruh destinasi wisata, hotel, homestay, kafe, restoran hingga warung-warung rakyat. Semua yang telah lulus uji protokol ketat, yang dijalankan dan disupervisi para ahli Dinas Kesehatan diberi sertifikat. Selain itu, disajikan di aplikasi Banyuwangi Tourism.

 

“Ini memudahkan wisatawan, cari destinasi yang sehat, cari warung rakyat dengan protokol Covid-19 di mana. Demikian pula homestay mana yang seluruh prosesnya sudah memenuhi standar kesehatan. Semua hasil verifikasi itu tersaji di aplikasi,” pungkasnya. (sgt)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/