Selasa, 25 Jan 2022
Radar Banyuwangi
Home / Ekonomi Bisnis
icon featured
Ekonomi Bisnis

Rute Baru Banyuwangi–Sumenep Sasar Segmen Pariwisata dan Pebisnis

12 Januari 2022, 12: 30: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

Rute Baru Banyuwangi–Sumenep Sasar Segmen Pariwisata dan Pebisnis

MELIPAT JARAK: Pesawat Grand Caravand disiapkan untuk meramaikan rute baru penerbangan Banyuwangi–Sumenep (PP). Rute baru ini diharapkan bisa membangkitkan sektor ekonomi dan pariwisata di dua kabupaten tersebut. (Ramada Kusuma/RadarBanyuwangi.id)

Share this      

BANYUWANGI - Dibukanya rute penerbangan perintis Sumenep–Banyuwangi (PP) akan menjadi pengungkit perekonomian dua daerah. Tidak hanya urusan bisnis, melainkan juga membangkitkan sektor pariwisata.

Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Trunojoyo Sumenep Mohamad Arqodri Arman mengaku, rute penerbangan perintis ini dibuka sebagai solusi atas permasalahan waktu tempuh perjalanan darat dari Banyuwangi menuju Madura yang memakan waktu lebih dari sepuluh jam. ”Dengan penerbangan ini, Banyuwangi–Sumenep hanya butuh waktu 45 menit, sehingga lebih efektif,” ujarnya.

Penerbangan dari Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Trunojoyo Sumenep menuju Bandara Banyuwangi menggunakan pesawat Cessna C208B Grand Caravan milik maskapai Susi Air. Adapun jadwal penerbangan tersebut beroperasi dua kali dalam sepekan yakni pada Selasa dan Rabu, dengan waktu tempuh 45 menit.

Baca juga: Yamaha STSJ Umumkan Pemenang Test Ride Berhadiah Emas!!!

Untuk hari Selasa, pesawat berangkat dari Sumenep pukul 12.20, dan tiba di Bandara Banyuwangi pukul 13.05. Adapun dari Banyuwangi, pesawat bertolak pukul 13.15 WIB, dan tiba di Sumenep pukul 14.00. Apalagi, kata Qodri, harga tiket untuk rute ini cukup terjangkau. Untuk rute dari Sumenep ke Banyuwangi hanya Rp 245 ribu. Sebaliknya, tarif dari Banyuwangi ke Sumenep hanya Rp 299 ribu. ”Dibukanya rute ini sebuah inovasi cukup bagus bagi permasalahan transportasi dan sebuah harapan yang besar agar rute ini bisa membangkitkan perekonomian di dua daerah,” jelasnya.

Wakil Bupati Sumenep Dewi Khalifah menambahkan, rute penerbangan perintis ini menjadi salah satu solusi menyambung silaturahmi antardua daerah menuju kerja sama yang lebih bermanfaat. Salah satunya sektor pariwisata yang bisa saling kolaborasi antara wisata Banyuwangi dengan Sumenep.

”Ada waktu-waktu tertentu yang bisa saling mendukung antara Banyuwangi dengan Sumenep. Misalnya wisata makan durian di Banyuwangi, dan bulan Februari atau Maret di Sumenep ada makan srikaya. Dengan jarak tempuh yang semakin pendek, kami optimistis kerja sama ini bisa kita wujudkan,” jelasnya.

Rute penerbangan perintis ini akan menjadi pendorong ekonomi karena hubungan dua daerah sudah tak terbatas jarak. Sehingga ke depan bisa saling bertukar wisatawan domestik. ”Semoga ini menjadi pengungkit perkembangan ekonomi dua daerah, penumpangnya makin banyak rutenya bertambah, maka dampaknya bagi dua daerah akan menjadi lebih baik,” katanya.

Dengan ikhtiar ini, Dewi Khalifah berharap bersama-sama memajukan Banyuwangi dan Sumenep. Apalagi, sejauh ini hubungan bisnis antara Sumenep dengan Banyuwangi juga sudah terjalin dengan baik. Salah satunya dengan Kecamatan Muncar sebagai penghasil ikan terbesar.

”Hampir rata-rata warga kepulauan seperti Raas, Sapeken, Sapudi sudah ada jalinan kerja sama di bidang perikanan dan cold storage. Sehingga ini menjadi prospek bagaimana potensi yang lain bisa juga bisa saling kerja sama dengan Sumenep untuk kesejahteraan dua kabupaten,” jelasnya.

Ke depannya tidak hanya kerja sama paket wisata dan event tertentu yang bisa dikolaborasikan. Sumenep yang terkenal dengan wisata religi dan wisata bahari juga bisa menjalin kerja sama dalam bidang pengiriman ikan dan pengiriman jenis usaha lainnya. Sehingga, selain angkutan penumpang juga ada cargo dari Sumenep–Banyuwangi.

Hal senada juga diungkapkan Wakil Bupati Banyuwangi Sugirah. Menurut Sugirah, potensi Banyuwangi dengan berbagai komoditas usaha juga akan makin terbuka lebar. ”Pembukaan rute penerbangan ini tentu akan mendatangkan berbagai keuntungan, tidak hanya bagi Sumenep tetapi untuk Banyuwangi,” ujar Sugirah.

Warga Sumenep dan sekitar bisa berlibur ke Banyuwangi. Perjalanan yang semula ditempuh dalam waktu lebih 10 jam, kini cukup ditempuh dalam 45 menit. ”Tentu dengan rute ini akan memperlancar usaha perdagangan antara kedua wilayah. Sehingga potensi apa pun bisa langsung dikembangkan bagi pertumbuhan ekonomi Banyuwangi dan Sumenep,” jelas Sugirah.

Pembukaan penerbangan perintis tersebut juga sejalan dengan pilar dan fondasi dari gerakan Banyuwangi Rebound yang baru saja diluncurkan yakni tangguh pandemi, pulihkan ekonomi, dan merajut harmoni. ”Rute baru penerbangan ini bisa berjalan berkat dukungan semua pihak. Semoga Banyuwangi bisa menjadi subur makmur, toto tentrem karto raharjo,” tandas Sugirah. 

(bw/ddy/aif/als/JPR)

©2022 PT. JawaPos Group Multimedia