alexametrics
24.6 C
Banyuwangi
Sunday, June 26, 2022

Penerbangan Perdana Susi Air Diikuti Rombongan Wabup Sumenep

BLIMBINGSARI – Sempat delay satu jam akibat hujan lebat, penerbangan perdana Sumenep–Banyuwangi dengan menggunakan pesawat Cessna Grand Caravan milik maskapai Susi Air mendarat mulus di Bandar Udara Banyuwangi, Selasa (11/1).

Penerbangan perdana jalur perintis dengan rute Sumenep–Banyuwangi dimulai pada Selasa (11/1) dari Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Trunojoyo, Sumenep. Sedianya, pesawat dengan kapasitas 12 penumpang ini berangkat dari Bandara Trunojoyo pada pukul 12.20 dan mendarat di Bandara Banyuwangi pukul 13.10.

Akibat gangguan cuaca buruk, pesawat Grand Caravan tersebut baru berangkat dari Sumenep pada pukul 13.10 dan tiba di Bandara Banyuwangi pada pukul 13.55. Penerbangan perdana kemarin (11/1) dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Sumenep Dewi Khalifah bersama Forpimda Sumenep.

Kedatangan rombongan disambut Wakil Bupati Banyuwangi Sugirah, Danlanal Letkol Laut (P) Ansori, Kajari Mohamad Rawi, Executive General Manager (EGM) PT Angkasa Pura II Kantor Cabang Bandara Banyuwangi Cin Asmoro, serta Plt Kepala Dinas Perhubungan Banyuwangi Dwiyanto. Begitu tiba, rombongan langsung menggelar press conference di pintu keberangkatan Bandara Banyuwangi.

Wakil Bupati Sumenep Dewi Khalifah mengatakan, sebelum berangkat dari Sumenep memang sempat hujan deras. Begitu hujan mulai reda, dia bersama rombongan langsung naik ke atas pesawat dan berangkat menuju Banyuwangi. ”Alhamdulillah, ketika terbang dengan pesawat dari atas ketinggian saya melihat keindahan Gili Labak yang merupakan spot diving dan snorkeling terbaik di Sumenep yang begitu indah,” ungkapnya.

Selama perjalanan, kata Dewi, tidak ada kendala yang berarti meski turun hujan dan petir. Pesawat takeoff dan landing tanpa gangguan. Ketika di udara bisa melihat pemandangan alam yang cukup indah dari atas ketinggian. ”Kami terima kasih disambut dengan baik dan kami akan lebih sering ke Banyuwangi. Semoga penerbangan perdana ini menjadi berkah untuk dua daerah Banyuwangi dan Sumenep,” ungkapnya.

Masyarakat Sumenep sudah banyak yang berdomisili di Banyuwangi dan melakukan hubungan bisnis dengan Banyuwangi. Dengan adanya rute penerbangan Sumenep–Banyuwangi (PP) ini juga akan menjadi jembatan penyambung ketika hendak ke Pulau Bali terutama bagi masyarakat yang tinggal di daerah kepulauan seperti Pulau Raas, Sapudi, dan Sapeken.

Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Trunojoyo Sumenep Moh. Arqodri Arman menambahkan, pesawat yang melayani rute penerbangan Sumenep–Banyuwangi (PP) merupakan pesawat jenis Cessna Grand Caravan milik maskapai Susi Air. Sekali jalan penerbangan bisa membawa 12 orang, yakni 10 penumpang, seorang pilot dan co-pilot.

Dengan adanya rute penerbangan ini, maka akan melipat jarak antara Sumenep dan Banyuwangi. Jika perjalanan darat ditempuh dalam waktu 24 jam, atau menggunakan perjalanan kapal laut ditempuh dalam waktu 7 jam. Maka dengan rute penerbangan ini, dari Sumenep ke Banyuwangi atau sebaliknya hanya ditempuh dalam waktu 45 menit saja.

Mengenai harga tiket, kata Arqodri Arman, dari Sumenep ke Banyuwangi dibanderol dengan harga Rp 245 ribu. Selanjutnya harga tiket dari Banyuwangi ke Sumenep dijual dengan harga Rp 290 ribu. ”Harga tiket masih sangat terjangkau dibanding dengan perjalanan darat dan kapal laut,” tandasnya. 

BLIMBINGSARI – Sempat delay satu jam akibat hujan lebat, penerbangan perdana Sumenep–Banyuwangi dengan menggunakan pesawat Cessna Grand Caravan milik maskapai Susi Air mendarat mulus di Bandar Udara Banyuwangi, Selasa (11/1).

Penerbangan perdana jalur perintis dengan rute Sumenep–Banyuwangi dimulai pada Selasa (11/1) dari Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Trunojoyo, Sumenep. Sedianya, pesawat dengan kapasitas 12 penumpang ini berangkat dari Bandara Trunojoyo pada pukul 12.20 dan mendarat di Bandara Banyuwangi pukul 13.10.

Akibat gangguan cuaca buruk, pesawat Grand Caravan tersebut baru berangkat dari Sumenep pada pukul 13.10 dan tiba di Bandara Banyuwangi pada pukul 13.55. Penerbangan perdana kemarin (11/1) dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Sumenep Dewi Khalifah bersama Forpimda Sumenep.

Kedatangan rombongan disambut Wakil Bupati Banyuwangi Sugirah, Danlanal Letkol Laut (P) Ansori, Kajari Mohamad Rawi, Executive General Manager (EGM) PT Angkasa Pura II Kantor Cabang Bandara Banyuwangi Cin Asmoro, serta Plt Kepala Dinas Perhubungan Banyuwangi Dwiyanto. Begitu tiba, rombongan langsung menggelar press conference di pintu keberangkatan Bandara Banyuwangi.

Wakil Bupati Sumenep Dewi Khalifah mengatakan, sebelum berangkat dari Sumenep memang sempat hujan deras. Begitu hujan mulai reda, dia bersama rombongan langsung naik ke atas pesawat dan berangkat menuju Banyuwangi. ”Alhamdulillah, ketika terbang dengan pesawat dari atas ketinggian saya melihat keindahan Gili Labak yang merupakan spot diving dan snorkeling terbaik di Sumenep yang begitu indah,” ungkapnya.

Selama perjalanan, kata Dewi, tidak ada kendala yang berarti meski turun hujan dan petir. Pesawat takeoff dan landing tanpa gangguan. Ketika di udara bisa melihat pemandangan alam yang cukup indah dari atas ketinggian. ”Kami terima kasih disambut dengan baik dan kami akan lebih sering ke Banyuwangi. Semoga penerbangan perdana ini menjadi berkah untuk dua daerah Banyuwangi dan Sumenep,” ungkapnya.

Masyarakat Sumenep sudah banyak yang berdomisili di Banyuwangi dan melakukan hubungan bisnis dengan Banyuwangi. Dengan adanya rute penerbangan Sumenep–Banyuwangi (PP) ini juga akan menjadi jembatan penyambung ketika hendak ke Pulau Bali terutama bagi masyarakat yang tinggal di daerah kepulauan seperti Pulau Raas, Sapudi, dan Sapeken.

Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Trunojoyo Sumenep Moh. Arqodri Arman menambahkan, pesawat yang melayani rute penerbangan Sumenep–Banyuwangi (PP) merupakan pesawat jenis Cessna Grand Caravan milik maskapai Susi Air. Sekali jalan penerbangan bisa membawa 12 orang, yakni 10 penumpang, seorang pilot dan co-pilot.

Dengan adanya rute penerbangan ini, maka akan melipat jarak antara Sumenep dan Banyuwangi. Jika perjalanan darat ditempuh dalam waktu 24 jam, atau menggunakan perjalanan kapal laut ditempuh dalam waktu 7 jam. Maka dengan rute penerbangan ini, dari Sumenep ke Banyuwangi atau sebaliknya hanya ditempuh dalam waktu 45 menit saja.

Mengenai harga tiket, kata Arqodri Arman, dari Sumenep ke Banyuwangi dibanderol dengan harga Rp 245 ribu. Selanjutnya harga tiket dari Banyuwangi ke Sumenep dijual dengan harga Rp 290 ribu. ”Harga tiket masih sangat terjangkau dibanding dengan perjalanan darat dan kapal laut,” tandasnya. 

Artikel Terkait

Most Read

KPU Siap Geber Tahapan Pemilu 2024

Watu (Batu) Jadi Nama Tempat

Artikel Terbaru

/