alexametrics
25.7 C
Banyuwangi
Wednesday, May 25, 2022

Akselerasi Pemulihan Ekonomi lewat UMKM

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Pemkab Banyuwangi terus melakukan upaya untuk memulihkan ekonomi masyarakat yang sempat terjerembap imbas pandemi Covid-19. Salah satu sektor yang mendapat prioritas adalah usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Seperti diketahui, pemkab di bawah kepemimpinan Bupati Ipuk Fiestiandani telah meluncurkan program ”Banyuwangi Rebound” pada Senin (10/1). Program ini mencakup tiga pilar dan dua fondasi penting. Pilar tersebut meliputi tangguh pandemi, pulihkan ekonomi, dan merajut harmoni. Sedangkan fondasi yang menopangnya adalah pelayanan publik yang excellent dan partisipasi aktif publik. Nah, beriringan dengan peluncuran program Banyuwangi Rebound tersebut, pemkab berkomitmen memperkuat sektor UMKM di Bumi Blambangan.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (Diskop-UMP) Banyuwangi Nanin Oktaviantie mengatakan, sejak tahun lalu pemkab telah melakukan berbagai langkah untuk menguatkan UMKM. Di antaranya pelatihan dan sertifikasi Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT).

Baca Juga :  HIPMI Gelar Rakercab dan Diklatcab Pertama

Berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), kata Nanin, pihaknya sudah melakukan sertifikasi kepada sekitar 604 UMKM tahun lalu. ”Sedangkan di tahun 2022, kami menargetkan memberikan pelatihan dan sertifikasi PIRT kepada lebih dari 750 UMKM di Banyuwangi,” ujarnya.

Selain itu, Diskop-UMP juga telah melakukan pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) pelaku UMKM serta bantuan alat usaha. Tahun lalu, sekitar 1.885 UMKM mendapat manfaat program pelatihan dan pemberian bantuan alat usaha tersebut. ”Untuk tahun ini, target kami lebih dari 2.500 pelaku UMKM mendapat bantuan alat usaha dan pelatihan pengembangan SDM pelaku UMKM,” kata dia.

Tidak hanya itu, mulai tahun lalu pemkab juga memberikan fasilitas ongkos kirim (ongkir) gratis bagi pelaku UMKM Banyuwangi. ”Sampai Desember kurang lebih 140 UMKM yang memanfaatkan fasilitas ongkir gratis. Target tahun 2022 lebih dari 300 UMKM yang memanfaatkan fasilitas tersebut,” tutur Nanin.

Baca Juga :  Cinta Laura: What I Love is BRI, Perempuan Bisa Memulai Bisnis

Keberpihakan pemkab pada sektor UMKM juga diwujudkan melalui program bantuan alat usaha bagi pemilik warung melalui program Warung Naik Kelas (Wenak). Selama 2021, sebanyak 279 warung sudah mendapat bantuan. Sedangkan tahun ini, pemkab menargetkan lebih dari 500 warung bisa naik kelas.

Sementara itu, Bupati Ipuk menekankan agar UMKM yang mendapat fasilitas dan bantuan dari pemkab adalah UMKM yang jelas, harus merata, serta harus inklusif. ”Harus dipastikan seluruh UMKM yang membutuhkan mendapatkan bantuan dari pemkab. Terutama UMKM disabilitas dan UMKM masyarakat rentan,” ujarnya.

Ipuk juga mengingatkan Nanin agar bekerja dan berkolaborasi dengan elemen terkait. ”Sehingga terbentuk ekosistem yang kuat agar pemulihan ekonomi lebih cepat,” pungkasnya. 

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Pemkab Banyuwangi terus melakukan upaya untuk memulihkan ekonomi masyarakat yang sempat terjerembap imbas pandemi Covid-19. Salah satu sektor yang mendapat prioritas adalah usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Seperti diketahui, pemkab di bawah kepemimpinan Bupati Ipuk Fiestiandani telah meluncurkan program ”Banyuwangi Rebound” pada Senin (10/1). Program ini mencakup tiga pilar dan dua fondasi penting. Pilar tersebut meliputi tangguh pandemi, pulihkan ekonomi, dan merajut harmoni. Sedangkan fondasi yang menopangnya adalah pelayanan publik yang excellent dan partisipasi aktif publik. Nah, beriringan dengan peluncuran program Banyuwangi Rebound tersebut, pemkab berkomitmen memperkuat sektor UMKM di Bumi Blambangan.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (Diskop-UMP) Banyuwangi Nanin Oktaviantie mengatakan, sejak tahun lalu pemkab telah melakukan berbagai langkah untuk menguatkan UMKM. Di antaranya pelatihan dan sertifikasi Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT).

Baca Juga :  Bekali Tenaga Pendidik Hadapi New Normal

Berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), kata Nanin, pihaknya sudah melakukan sertifikasi kepada sekitar 604 UMKM tahun lalu. ”Sedangkan di tahun 2022, kami menargetkan memberikan pelatihan dan sertifikasi PIRT kepada lebih dari 750 UMKM di Banyuwangi,” ujarnya.

Selain itu, Diskop-UMP juga telah melakukan pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) pelaku UMKM serta bantuan alat usaha. Tahun lalu, sekitar 1.885 UMKM mendapat manfaat program pelatihan dan pemberian bantuan alat usaha tersebut. ”Untuk tahun ini, target kami lebih dari 2.500 pelaku UMKM mendapat bantuan alat usaha dan pelatihan pengembangan SDM pelaku UMKM,” kata dia.

Tidak hanya itu, mulai tahun lalu pemkab juga memberikan fasilitas ongkos kirim (ongkir) gratis bagi pelaku UMKM Banyuwangi. ”Sampai Desember kurang lebih 140 UMKM yang memanfaatkan fasilitas ongkir gratis. Target tahun 2022 lebih dari 300 UMKM yang memanfaatkan fasilitas tersebut,” tutur Nanin.

Baca Juga :  Hari Belanja Pasar dan UMKM Kembali Digelar

Keberpihakan pemkab pada sektor UMKM juga diwujudkan melalui program bantuan alat usaha bagi pemilik warung melalui program Warung Naik Kelas (Wenak). Selama 2021, sebanyak 279 warung sudah mendapat bantuan. Sedangkan tahun ini, pemkab menargetkan lebih dari 500 warung bisa naik kelas.

Sementara itu, Bupati Ipuk menekankan agar UMKM yang mendapat fasilitas dan bantuan dari pemkab adalah UMKM yang jelas, harus merata, serta harus inklusif. ”Harus dipastikan seluruh UMKM yang membutuhkan mendapatkan bantuan dari pemkab. Terutama UMKM disabilitas dan UMKM masyarakat rentan,” ujarnya.

Ipuk juga mengingatkan Nanin agar bekerja dan berkolaborasi dengan elemen terkait. ”Sehingga terbentuk ekosistem yang kuat agar pemulihan ekonomi lebih cepat,” pungkasnya. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/