alexametrics
27.2 C
Banyuwangi
Tuesday, May 24, 2022

Pedagang Buah Dekat Sungai Bagong Menolak Ditertibkan

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Banyuwangi yang hendak melakukan penertiban pedagang di sebelah selatan Terminal Pariwisata Terpadu Banyuwangikemarin (10/1) mendapat penolakan dari pemilik kios.

Pemilik kios, Tariyah, 55, menolak tempat dagangannya direlokasi ke tempat baru. Dia mengaku sudah berjualan buah dan kopi di lokasi tersebut sejak tahun 1998 silam. Bahkan, lapaknya yang berada di tepi Sungai Bagong, Lingkungan Krajan, RT 1 RW 2, Kelurahan Pakis, Kecamatan Banyuwangi, itu sudah beberapa kali direhab agar terlihat bersih.

Sebelum ditertibkan, Tariyah mengaku sudah mendapatkan surat peringatan dari Satpol PP. Namun pada Senin (10/1) sore saat hendak membuka lapak dagangannya, dia didatangi oleh Srikandi Satpol PP Banyuwangi. ”Saya mendadak didatangi dan seluruh dagangan saya ditarik-tarik, saya teriak-teriak. Ini hak kami, jangan dibawa,” ujar Tariyah.

Perempuan yang tinggal di Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Banyuwangi, ini juga mengaku masih memiliki utang dan tanggungan di bank. Kalau dipindah ke tempat baru, dia khawatir dagangannya tidak laku. ”Saya ingin tetap berada di tepi jalan. Kalaupun direlokasi tempatnya juga terbatas hanya ukuran 3 x 4 meter dan belum tentu ada pembeli,” jelasnya.

Tariyah meminta keringanan agar tempatnya tidak dibongkar. Apalagi, suaminya, Busahra, juga menderita stroke dan dirawat di Madura. ”Saya tinggal sendirian di warung ini, mohon kebaikan hati pejabat jangan sampai digusur,” pungkasnya.

Baca Juga :  Airlangga: Pertumbuhan Ekonomi Triwulan II Menembus Zona Ekspansif

Upaya Satpol PP tidak berjalan mulus. Tariyah mendapat pendampingan langsung dari kantor Hukum, Oase Law Firm. Pendiri Oase Law Firm Sunandiantoro dan Anang Suindro berada di lokasi.

Petugas Satpol PP yang tengah memindahkan barang dagangan milik Tariyah langsung berhenti. Lantaran tertunda dan sempat terjadi perdebatan, Kepala Satpol PP Banyuwangi Wawan Yadmadi akhirnya datang ke lokasi dan memberikan penjelasan.

Menurut Wawan, kios milik Tariyah akan direlokasi ke Terminal Pariwisata Terpadu yang jaraknya tak jauh dari lokasi yang sedang ditertibkan. Apalagi, lokasi yang ditempati Tariyah merupakan kawasan sempadan sungai. ”Kami mendapatkan rekomendasi dari Dinas PU Pengairan dan Dinas Koperasi dan UMKM untuk melakukan penertiban, ini sebagai bagian daya dukung terhadap Terminal Pariwisata Terpadu,” jelas Wawan.

Wawan mengatakan, anggotanya juga tidak tiba-tiba datang dan langsung melakukan penertiban, melainkan ada tahapan dan proses. Mulai dari teguran dan pemberian surat peringatan satu, peringatan kedua, dan ketiga. Sayangnya, surat tersebut tak pernah dihiraukan oleh Tariyah selaku pemilik kios.

”Surat kami sangat humanis. Bahkan, karena sering tutup kami tidak berani melakukan penertiban. Baru setelah warungnya buka, kami datangi dan baru kami lakukan penertiban,” terang Wawan.

Baca Juga :  Mayat Mrs X Dikubur Tanpa Otopsi

Seluruh barang dagangan milik Tariyah, lanjut Wawan akan dipindahkan ke tempat relokasi. ”Hanya tinggal satu ini, yang lain bisa kok ditertibkan,” ujarnya.

Sementara itu, pendamping dari kantor hukum Oase Law Firm, Sunandiantoro menegaskan, tindakan yang dilakukan petugas Satpol PP adalah tindakan arogan. Pasalnya, dalam melakukan penertiban petugas tidak menunjukkan surat tugas. ”Satpol PP dalam melakukan penertiban tebang pilih. Karena selain tidak bisa menunjukkan surat tugas, petugas Satpol PP yang berdalih atas dasar bangunan berada di sempadan sungai juga kurang tepat,” kata Sunan.

Jika memang bangunan yang ditempati Tariyah melanggar sempadan sungai, jelas Sunan, gedung yang berada di belakang warung Tariyah semestinya juga harus ikut dibongkar dan ditertibkan. Sebab, sama-sama dibangun di kawasan sempadan sungai.

”Semestinya, jika memang pemilik warung terbukti melakukan pelanggaran karena mendirikan bangunan di sepadan sungai, selayaknya bangunan yang lain yang berderet di sepanjang sempadan sungai juga harus ditertibkan. Jangan rakyat kecil saja yang dijadikan sasaran penertiban,” tegasnya.

Pihaknya juga akan segera melaporkan Kepala Satpol PP Wawan Yadmadi ke Mapolresta Banyuwangi karena dinilai telah arogan dalam melaksanakan tugas dan memindahkan barang dagangan milik orang tanpa izin. 

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Banyuwangi yang hendak melakukan penertiban pedagang di sebelah selatan Terminal Pariwisata Terpadu Banyuwangikemarin (10/1) mendapat penolakan dari pemilik kios.

Pemilik kios, Tariyah, 55, menolak tempat dagangannya direlokasi ke tempat baru. Dia mengaku sudah berjualan buah dan kopi di lokasi tersebut sejak tahun 1998 silam. Bahkan, lapaknya yang berada di tepi Sungai Bagong, Lingkungan Krajan, RT 1 RW 2, Kelurahan Pakis, Kecamatan Banyuwangi, itu sudah beberapa kali direhab agar terlihat bersih.

Sebelum ditertibkan, Tariyah mengaku sudah mendapatkan surat peringatan dari Satpol PP. Namun pada Senin (10/1) sore saat hendak membuka lapak dagangannya, dia didatangi oleh Srikandi Satpol PP Banyuwangi. ”Saya mendadak didatangi dan seluruh dagangan saya ditarik-tarik, saya teriak-teriak. Ini hak kami, jangan dibawa,” ujar Tariyah.

Perempuan yang tinggal di Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Banyuwangi, ini juga mengaku masih memiliki utang dan tanggungan di bank. Kalau dipindah ke tempat baru, dia khawatir dagangannya tidak laku. ”Saya ingin tetap berada di tepi jalan. Kalaupun direlokasi tempatnya juga terbatas hanya ukuran 3 x 4 meter dan belum tentu ada pembeli,” jelasnya.

Tariyah meminta keringanan agar tempatnya tidak dibongkar. Apalagi, suaminya, Busahra, juga menderita stroke dan dirawat di Madura. ”Saya tinggal sendirian di warung ini, mohon kebaikan hati pejabat jangan sampai digusur,” pungkasnya.

Baca Juga :  Empat Pendaki Kawah Ijen Terjebak Kobaran Api

Upaya Satpol PP tidak berjalan mulus. Tariyah mendapat pendampingan langsung dari kantor Hukum, Oase Law Firm. Pendiri Oase Law Firm Sunandiantoro dan Anang Suindro berada di lokasi.

Petugas Satpol PP yang tengah memindahkan barang dagangan milik Tariyah langsung berhenti. Lantaran tertunda dan sempat terjadi perdebatan, Kepala Satpol PP Banyuwangi Wawan Yadmadi akhirnya datang ke lokasi dan memberikan penjelasan.

Menurut Wawan, kios milik Tariyah akan direlokasi ke Terminal Pariwisata Terpadu yang jaraknya tak jauh dari lokasi yang sedang ditertibkan. Apalagi, lokasi yang ditempati Tariyah merupakan kawasan sempadan sungai. ”Kami mendapatkan rekomendasi dari Dinas PU Pengairan dan Dinas Koperasi dan UMKM untuk melakukan penertiban, ini sebagai bagian daya dukung terhadap Terminal Pariwisata Terpadu,” jelas Wawan.

Wawan mengatakan, anggotanya juga tidak tiba-tiba datang dan langsung melakukan penertiban, melainkan ada tahapan dan proses. Mulai dari teguran dan pemberian surat peringatan satu, peringatan kedua, dan ketiga. Sayangnya, surat tersebut tak pernah dihiraukan oleh Tariyah selaku pemilik kios.

”Surat kami sangat humanis. Bahkan, karena sering tutup kami tidak berani melakukan penertiban. Baru setelah warungnya buka, kami datangi dan baru kami lakukan penertiban,” terang Wawan.

Baca Juga :  Miniatur Keragaman Masyarakat Indonesia ada di Kampung Pancasila

Seluruh barang dagangan milik Tariyah, lanjut Wawan akan dipindahkan ke tempat relokasi. ”Hanya tinggal satu ini, yang lain bisa kok ditertibkan,” ujarnya.

Sementara itu, pendamping dari kantor hukum Oase Law Firm, Sunandiantoro menegaskan, tindakan yang dilakukan petugas Satpol PP adalah tindakan arogan. Pasalnya, dalam melakukan penertiban petugas tidak menunjukkan surat tugas. ”Satpol PP dalam melakukan penertiban tebang pilih. Karena selain tidak bisa menunjukkan surat tugas, petugas Satpol PP yang berdalih atas dasar bangunan berada di sempadan sungai juga kurang tepat,” kata Sunan.

Jika memang bangunan yang ditempati Tariyah melanggar sempadan sungai, jelas Sunan, gedung yang berada di belakang warung Tariyah semestinya juga harus ikut dibongkar dan ditertibkan. Sebab, sama-sama dibangun di kawasan sempadan sungai.

”Semestinya, jika memang pemilik warung terbukti melakukan pelanggaran karena mendirikan bangunan di sepadan sungai, selayaknya bangunan yang lain yang berderet di sepanjang sempadan sungai juga harus ditertibkan. Jangan rakyat kecil saja yang dijadikan sasaran penertiban,” tegasnya.

Pihaknya juga akan segera melaporkan Kepala Satpol PP Wawan Yadmadi ke Mapolresta Banyuwangi karena dinilai telah arogan dalam melaksanakan tugas dan memindahkan barang dagangan milik orang tanpa izin. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/