alexametrics
22.3 C
Banyuwangi
Wednesday, June 29, 2022

Pasokan Pertalite Terlambat, Picu Antrean Panjang di SPBU

BANYUWANGI –  Pengiriman pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) mengalami keterlambatan. Hal itu pun memicu antrean panjang kendaraan yang hendak mengisi BBM, seperti yang terlihat di SPBU Karangente kemarin (8/10).

Salah satu petugas SPBU, Arief Rohman mengatakan, antrean panjang pengendara roda dua dan roda empat terjadi sejak tiga hari lalu. Arief mengaku cukup kewalahan mengatur kendaraan yang masuk ke SPBU. ”Antrean mulai menumpuk pada pagi hari, memasuki siang hari sudah berkurang. Kalau padat sampai ke jalan raya, cukup susah mengaturnya,” ujar Arief.

Arief menyebut pengisian BBM dari Depo Pertamina Ketapang dilakukan setiap hari. Namun, beberapa hari terakhir terjadi keterlambatan pengiriman. ”Ada keterlambatan, biasanya pagi sudah pengisian tapi beberapa hari ini sore baru dilakukan pengisian,” katanya.

Dari hasil pantauan pada sejumlah SPBU di Banyuwangi, terdapat kekosongan stok Pertalite. Terpampang tulisan ”Pertalite habis” di SPBU Rogojampi, Labanasem, dan Kedayunan. Hal tersebut diduga menjadi penyebab antrean panjang di SPBU Karangente.

Salah satu pengendara roda dua, Rendi Fauzan mengaku terpaksa mengantre karena di beberapa SPBU stok Pertalite habis. Rendi hendak melakukan perjalanan dari Desa Bubuk menuju Banyuwangi kota. ”Dari Rogojampi sampai Kabat BBM jenis Pertalite habis, terpaksa antre di sini daripada kehabisan bahan bakar,” ujarnya.

Rendy memilih mengisi bahan bakar kendaraannya dengan jenis Pertalite karena harganya relatif murah dibanding jenis Pertamax. Harga Pertalite saat ini yakni Rp 7.650, sedangkan Pertamax dibanderol Rp 9.000. ”Pertamax lebih mahal, meskipun terpaut sedikit bisa dibuat keperluan yang lain,” ungkap Rendi. (mg2)

BANYUWANGI –  Pengiriman pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) mengalami keterlambatan. Hal itu pun memicu antrean panjang kendaraan yang hendak mengisi BBM, seperti yang terlihat di SPBU Karangente kemarin (8/10).

Salah satu petugas SPBU, Arief Rohman mengatakan, antrean panjang pengendara roda dua dan roda empat terjadi sejak tiga hari lalu. Arief mengaku cukup kewalahan mengatur kendaraan yang masuk ke SPBU. ”Antrean mulai menumpuk pada pagi hari, memasuki siang hari sudah berkurang. Kalau padat sampai ke jalan raya, cukup susah mengaturnya,” ujar Arief.

Arief menyebut pengisian BBM dari Depo Pertamina Ketapang dilakukan setiap hari. Namun, beberapa hari terakhir terjadi keterlambatan pengiriman. ”Ada keterlambatan, biasanya pagi sudah pengisian tapi beberapa hari ini sore baru dilakukan pengisian,” katanya.

Dari hasil pantauan pada sejumlah SPBU di Banyuwangi, terdapat kekosongan stok Pertalite. Terpampang tulisan ”Pertalite habis” di SPBU Rogojampi, Labanasem, dan Kedayunan. Hal tersebut diduga menjadi penyebab antrean panjang di SPBU Karangente.

Salah satu pengendara roda dua, Rendi Fauzan mengaku terpaksa mengantre karena di beberapa SPBU stok Pertalite habis. Rendi hendak melakukan perjalanan dari Desa Bubuk menuju Banyuwangi kota. ”Dari Rogojampi sampai Kabat BBM jenis Pertalite habis, terpaksa antre di sini daripada kehabisan bahan bakar,” ujarnya.

Rendy memilih mengisi bahan bakar kendaraannya dengan jenis Pertalite karena harganya relatif murah dibanding jenis Pertamax. Harga Pertalite saat ini yakni Rp 7.650, sedangkan Pertamax dibanderol Rp 9.000. ”Pertamax lebih mahal, meskipun terpaut sedikit bisa dibuat keperluan yang lain,” ungkap Rendi. (mg2)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/