alexametrics
25.3 C
Banyuwangi
Thursday, July 7, 2022

Pembudidaya Ikan Ketar-ketir Hadapi Cuaca

GENTENG, Jawa Pos Radar Genteng – Curah hujan yang tinggi dalam beberapa hari ini, membawa dampak kurang baik pada kegiatan budidaya perikanan darat di Dusun Jenisari, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng.

Sebagian pembudidaya ikan, menambah penutup pada bagian atas kolam ikan untuk menghindari kontak langsung dengan air hujan. Percampuran air hujan, berpengaruh terhadap power of hydrogen (Ph) atau derajat keasaman air. “Airnya biar tidak campur, pencegahan saja,” ujar A. Fauzi, 29 salah satu pembudidaya ikan asal Dusun Jenisari, Desa Genteng Kulon.

Jika kolam bercampur dengan air hujan, terang dia, biasanya keasaman akan meningkat. Dan itu, berdampak pada kondisi ikan. Akibatnya, proses penggantian air harus lebih sering dilakukan. “Kalau umunya seminggu dua kali, jika hujan ya lebih sering diganti,” terangnya.

Keadaan seperti ini, menurutnya paling riskan pada benih lele. Lele yang masih berukuran kecil, sangat sensitif dengan kondisi air. “Kalau dibanding ikan jenis lain, lele lebih risiko mati,” terangnya.

Selain penggantian untuk menyesuaikan kadar Ph air, jelas dia, biasanya dilakukan dengan bantuan garam. Penambahan yang dilakukan itu, setiap kotak kolam ditaburi satu kilogram garam. “Kalau lagi malas, kita andalkan garam,” cetusnya.

Jika melihat prakiraan cuaca, lanjut dia, dalam beberapa waktu ke depan, kondisinya akan lebih parah. Apalagi, BMKG menyebut akan ada dampak La Nina pada akhir tahun. Dan itu, perawatan ikan akan lebih ekstra. “Besok-besok akan semakin sibuk sepertinya,”ungkapnya.

Salah satu pembudidaya ikan lainnya, Feri menyebut untuk musim hujan  memang ada pengaruh terhadap ikan. Jika sejak awal kondisi benih ikan bagus, meski ada hujan tidak terlalu berdampak. “Kalau memang benihnya bagus, tidak terlalu pengaruh,” jelasnya.

GENTENG, Jawa Pos Radar Genteng – Curah hujan yang tinggi dalam beberapa hari ini, membawa dampak kurang baik pada kegiatan budidaya perikanan darat di Dusun Jenisari, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng.

Sebagian pembudidaya ikan, menambah penutup pada bagian atas kolam ikan untuk menghindari kontak langsung dengan air hujan. Percampuran air hujan, berpengaruh terhadap power of hydrogen (Ph) atau derajat keasaman air. “Airnya biar tidak campur, pencegahan saja,” ujar A. Fauzi, 29 salah satu pembudidaya ikan asal Dusun Jenisari, Desa Genteng Kulon.

Jika kolam bercampur dengan air hujan, terang dia, biasanya keasaman akan meningkat. Dan itu, berdampak pada kondisi ikan. Akibatnya, proses penggantian air harus lebih sering dilakukan. “Kalau umunya seminggu dua kali, jika hujan ya lebih sering diganti,” terangnya.

Keadaan seperti ini, menurutnya paling riskan pada benih lele. Lele yang masih berukuran kecil, sangat sensitif dengan kondisi air. “Kalau dibanding ikan jenis lain, lele lebih risiko mati,” terangnya.

Selain penggantian untuk menyesuaikan kadar Ph air, jelas dia, biasanya dilakukan dengan bantuan garam. Penambahan yang dilakukan itu, setiap kotak kolam ditaburi satu kilogram garam. “Kalau lagi malas, kita andalkan garam,” cetusnya.

Jika melihat prakiraan cuaca, lanjut dia, dalam beberapa waktu ke depan, kondisinya akan lebih parah. Apalagi, BMKG menyebut akan ada dampak La Nina pada akhir tahun. Dan itu, perawatan ikan akan lebih ekstra. “Besok-besok akan semakin sibuk sepertinya,”ungkapnya.

Salah satu pembudidaya ikan lainnya, Feri menyebut untuk musim hujan  memang ada pengaruh terhadap ikan. Jika sejak awal kondisi benih ikan bagus, meski ada hujan tidak terlalu berdampak. “Kalau memang benihnya bagus, tidak terlalu pengaruh,” jelasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/