alexametrics
24.1 C
Banyuwangi
Tuesday, July 5, 2022

Anak di Bawah 12 Tahun Boleh Masuk Mal, Ortu Wajib Sudah Vaksin

BANYUWANGI Pemerintah memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) hingga 18 Oktober.  Banyuwangi masih tetap berada di Level 2. Kendati demikian, ada sejumlah pelonggaran aktivitas masyarakat. Salah satunya, anak usia di bawah 12 tahun boleh masuk pusat perbelanjaan atau mal.

Selama diizinkan masuk mal, anak-anak tetap harus mematuhi aturan yang telah ditentukan. Mereka wajib menerapkan protokol kesehatan (prokes) dan harus didampingi orang tua yang sudah divaksin minimal dosis pertama.

Syarat lainnya, pengelola mal wajib menerapkan quick response (QR) kode aplikasi PeduliLindungi. Baik kepada para pengunjung dan karyawan.

Pantauan Jawa Pos Radar Banyuwangi di supermarket Roxy, seluruh pengunjung maupun karyawan diwajibkan scan barcode aplikasi PeduliLindungi. ”Kita sudah terapkan sejak sepekan lalu,” ujar Building Management Roxy Sulthon Syah.

Sulthon mengatakan, masyarakat memang wajib memiliki aplikasi PeduliLindungi. Tujuannya untuk mengetahui pengunjung yang datang sudah menjalani vaksinasi atau belum. ”Kita terapkan protokol yang cukup ketat. Sebelum masuk,  pengunjung wajib mencuci tangan terlebih dahulu. Petugas juga mengecek suhu badan pengunjung. Tahapan berikutnya, pengunjung wajib scan barcode lewat aplikasi PeduliLindungi,” katanya.

Pemberlakuan aplikasi PeduliLindungi, jelas Sulthon, sesuai dengan aturan yang diberlakukan oleh pemerintah. Bahkan, untuk pembatasan dengan kapasitas 50 persen tersebut, pihaknya menggunakan kartu pengunjung. ”Jika kartu pengunjung habis, menandakan kapasitas di dalam mal sudah cukup. Pengunjung yang baru datang kita minta menunggu terlebih dahulu agar yang di dalam keluar secara bergantian,” tuturnya.

Petugas keamanan berpatroli di sekitar mal. Jika ditemukan ada pengunjung yang tidak menggunakan masker dengan baik akan ditegur. ”Ada petugas yang menjaga di pintu masuk, patroli, dan sosialisasi menggunakan pengeras suara,” jelas Sulthon.

Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi dr Widji Lestariono mengimbau orang tua yang mendampingi anaknya ke mal wajib memperhatikan syarat-syarat tertentu. Misalnya, orang tua yang mendampingi harus sudah divaksin, memiliki akun PeduliLindungi, berstatus hijau, serta tidak sedang terpapar Covid-19 berdasarkan hasil rapid test yang terdata di aplikasi.

”Bagi pengunjung pusat perbelanjaan yang belum atau tidak bisa mendapatkan vaksinasi karena alasan kesehatan atau penyintas Covid-19, wajib menunjukkan surat keterangan dari dokter atas kondisi tersebut,” jelas pria yang akrab disapa Rio tersebut.

Juru Bicara Satgas Covid-19 itu menambahkan, QR Code aplikasi PeduliLindungi sudah mulai diterapkan di seluruh instansi, pelayanan publik, pusat perbelanjaan, hingga destinasi wisata. ”Sesuai harapan Ibu Bupati Ipuk Fiestiandani Azwar Anas, seluruhnya harus sudah memasang barcode aplikasi PeduliLindungi.  Masyarakat bisa mendukung kebijakan ini,” tandasnya.

BANYUWANGI Pemerintah memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) hingga 18 Oktober.  Banyuwangi masih tetap berada di Level 2. Kendati demikian, ada sejumlah pelonggaran aktivitas masyarakat. Salah satunya, anak usia di bawah 12 tahun boleh masuk pusat perbelanjaan atau mal.

Selama diizinkan masuk mal, anak-anak tetap harus mematuhi aturan yang telah ditentukan. Mereka wajib menerapkan protokol kesehatan (prokes) dan harus didampingi orang tua yang sudah divaksin minimal dosis pertama.

Syarat lainnya, pengelola mal wajib menerapkan quick response (QR) kode aplikasi PeduliLindungi. Baik kepada para pengunjung dan karyawan.

Pantauan Jawa Pos Radar Banyuwangi di supermarket Roxy, seluruh pengunjung maupun karyawan diwajibkan scan barcode aplikasi PeduliLindungi. ”Kita sudah terapkan sejak sepekan lalu,” ujar Building Management Roxy Sulthon Syah.

Sulthon mengatakan, masyarakat memang wajib memiliki aplikasi PeduliLindungi. Tujuannya untuk mengetahui pengunjung yang datang sudah menjalani vaksinasi atau belum. ”Kita terapkan protokol yang cukup ketat. Sebelum masuk,  pengunjung wajib mencuci tangan terlebih dahulu. Petugas juga mengecek suhu badan pengunjung. Tahapan berikutnya, pengunjung wajib scan barcode lewat aplikasi PeduliLindungi,” katanya.

Pemberlakuan aplikasi PeduliLindungi, jelas Sulthon, sesuai dengan aturan yang diberlakukan oleh pemerintah. Bahkan, untuk pembatasan dengan kapasitas 50 persen tersebut, pihaknya menggunakan kartu pengunjung. ”Jika kartu pengunjung habis, menandakan kapasitas di dalam mal sudah cukup. Pengunjung yang baru datang kita minta menunggu terlebih dahulu agar yang di dalam keluar secara bergantian,” tuturnya.

Petugas keamanan berpatroli di sekitar mal. Jika ditemukan ada pengunjung yang tidak menggunakan masker dengan baik akan ditegur. ”Ada petugas yang menjaga di pintu masuk, patroli, dan sosialisasi menggunakan pengeras suara,” jelas Sulthon.

Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi dr Widji Lestariono mengimbau orang tua yang mendampingi anaknya ke mal wajib memperhatikan syarat-syarat tertentu. Misalnya, orang tua yang mendampingi harus sudah divaksin, memiliki akun PeduliLindungi, berstatus hijau, serta tidak sedang terpapar Covid-19 berdasarkan hasil rapid test yang terdata di aplikasi.

”Bagi pengunjung pusat perbelanjaan yang belum atau tidak bisa mendapatkan vaksinasi karena alasan kesehatan atau penyintas Covid-19, wajib menunjukkan surat keterangan dari dokter atas kondisi tersebut,” jelas pria yang akrab disapa Rio tersebut.

Juru Bicara Satgas Covid-19 itu menambahkan, QR Code aplikasi PeduliLindungi sudah mulai diterapkan di seluruh instansi, pelayanan publik, pusat perbelanjaan, hingga destinasi wisata. ”Sesuai harapan Ibu Bupati Ipuk Fiestiandani Azwar Anas, seluruhnya harus sudah memasang barcode aplikasi PeduliLindungi.  Masyarakat bisa mendukung kebijakan ini,” tandasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/