alexametrics
25.3 C
Banyuwangi
Thursday, July 7, 2022

Kembangkan Aplikasi TebuChain, BRI Gandeng PG Panji

RadarBanyuwangi.id – PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Kantor Cabang Situbondo bekerjasama dengan PG. Pandji mengembangkan program aplikasi TebuChain. Ini dilakukan sebagai upaya mendorong produktifitas gula di Situbondo lebih produktif dan berdaya saing tinggi.

Acara sosialisasi dan implementasi tersebut bertempat di Aula PG Pandji, Jumat (3/9) lalu. Hadir Direktur Bisnis Kecil dan Menengah BRI, Amam Sukriyanto; perwakilan BRI kanwil Malang, Prasetya Sayekti, dan Jajaran Direksi PTPN XI Jawa Timur.

Direktur Bisnis Kecil dan Menengah BRI, Amam Sukriyanto, mengatakan program aplikasi TebuChain adalah kolaborasi dan sinergi antara BRI dan PTPN XI. Tujuannya, BRI mensuppot upaya pemerintah dalam rangka untuk menghasilkan swasembada pangan.

Dia menjelaskan, program aplikasi TebuChain merupakan sebuah aplikasi digital yang terintegrasi antara BRI dan PTPN. Hal ini menjadi solusi rantai pasok gula berbasis block chain. “Dari situ kita bisa melihat proses gula mulai dari penanaman sampai pasca panen harus efisien. Salah satu caranya untuk memastikan, itu semua dapat dipastikan ada pada ekosistem atau aplikasi TebuChain tersebut,” terang Amam.

Dia melanjutkan, manfaat dari program aplikasi TebuChain bagi para petani tebu yaitu lebih transparan dan efesien. Baik untuk pengajuan kredit, transaksi maupun pembayaran. “Misalnya, mereka bagian dari BRI sebagai salah satu nasabah yang baik, kalau mengajukan kredit akan lebih transparan. Sehingga BRI bisa mengidentifikasi berapa kebutuhannya. Diharapkan semua peserta nantinya bisa menjadi rekanan BRI, tidak hanya dari sisi kreditnya maupun transaksinya saja,”imbuhnya. 

Dia menambahkan, aplikasi TebuChain tidak hanya diperuntukkan untuk dua pabrik gula (PG) saja. Namun, akan dikembangkan ke PG-PG atau PTPN yang lain.”Saat ini ada dua pabrik gula (PG) yang menjadi pilot project, yakni PG Pandji dan PG Prajekan,” tuturnya

Diharapkan adanya aplikasi ini dapat mewujudkan efesiensi dan kemudahan dalam menciptakan rantai pasok bahan baku tebu hingga produksinya. “Tentunya dengan aplikasi TebuChain ini dapat diketahui oleh para petani, salah satunya dana talangan yang mereka dapat. Misalnya dana talangan Rp 100 juta, ternyata petani pendapatkan Rp 150 juta, maka petani tetap berhak mendapatkan dana tersebut, karena mereka sudah tahu dari awal. Jadi BRI betul-betul bank yang ingin terus mendampingi para petani,”  harapnya.

Sementara itu, Manager PG Pandji, Mahindan mengaku, aplikasi TebuChain yaitu aplikasi teknologi yang cukup bagus dalam rangka pengembangan tebu rakyat yang ada khususnya wilayah binaan PG Pandji.

Dengan adanya aplikasi TebuChain, diharapakan fasilitas petani terkait pembiayaan kredit, mulai pemeliharaan tanaman, pasca panen bisa lebih lancar. Sehingga, dengan kecepatan waktu dalam sisi pembiayaan itu nantinya terdampak dan berdampak terhadap peningkatan produktifitas.

“Dengan meningkatnya produksi tebu, maka petani lebih memiliki daya saing, terus dampaknya terdahap PG Pandji akan dapat memenuhi kapasitas giling, karena tebunya produktifitasnya tinggi, tebunya banyak, sehingga kita bisa giling sesuai dengan KIS,” jelas Mahindan.

Dalam keterangannya, Mahindan menyampaikan loyalitas petani diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap kesejahteraan masyarakat Situbondo. Salah satunya dengan tidak menjual tebunya ke luar daerah. “Kalau petani itu tidak loyal dengan TebuChain ini ada konsekwesi, sehingga pembiayaan kredit petani yang bersangkutan akan diputus,” harapnya.

Selain itu, Ketua APTR PG Pandji, Abdurahman mengakui, program aplikasi TebuChain sangat membantu petani memperlancar pengajuan. Dia mengakui, program aplikasi TebuChain sangat membantu petani memperlancar pengajuan kredit. Tentu petani membutuhkan dana untuk mengembangkan usahanya. “Alhamdulillah, BRI sangat suppot kepada kita menawarkan kredit melalui aplikasi tersebut. Jadi gak usaha capek-capek kita tinggal mengakses aplikasi itu. Semoga ke depan akan lebih baik dalam melayani masyarakat/petani,” pungkasnya. (jon/pri/adv)

RadarBanyuwangi.id – PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Kantor Cabang Situbondo bekerjasama dengan PG. Pandji mengembangkan program aplikasi TebuChain. Ini dilakukan sebagai upaya mendorong produktifitas gula di Situbondo lebih produktif dan berdaya saing tinggi.

Acara sosialisasi dan implementasi tersebut bertempat di Aula PG Pandji, Jumat (3/9) lalu. Hadir Direktur Bisnis Kecil dan Menengah BRI, Amam Sukriyanto; perwakilan BRI kanwil Malang, Prasetya Sayekti, dan Jajaran Direksi PTPN XI Jawa Timur.

Direktur Bisnis Kecil dan Menengah BRI, Amam Sukriyanto, mengatakan program aplikasi TebuChain adalah kolaborasi dan sinergi antara BRI dan PTPN XI. Tujuannya, BRI mensuppot upaya pemerintah dalam rangka untuk menghasilkan swasembada pangan.

Dia menjelaskan, program aplikasi TebuChain merupakan sebuah aplikasi digital yang terintegrasi antara BRI dan PTPN. Hal ini menjadi solusi rantai pasok gula berbasis block chain. “Dari situ kita bisa melihat proses gula mulai dari penanaman sampai pasca panen harus efisien. Salah satu caranya untuk memastikan, itu semua dapat dipastikan ada pada ekosistem atau aplikasi TebuChain tersebut,” terang Amam.

Dia melanjutkan, manfaat dari program aplikasi TebuChain bagi para petani tebu yaitu lebih transparan dan efesien. Baik untuk pengajuan kredit, transaksi maupun pembayaran. “Misalnya, mereka bagian dari BRI sebagai salah satu nasabah yang baik, kalau mengajukan kredit akan lebih transparan. Sehingga BRI bisa mengidentifikasi berapa kebutuhannya. Diharapkan semua peserta nantinya bisa menjadi rekanan BRI, tidak hanya dari sisi kreditnya maupun transaksinya saja,”imbuhnya. 

Dia menambahkan, aplikasi TebuChain tidak hanya diperuntukkan untuk dua pabrik gula (PG) saja. Namun, akan dikembangkan ke PG-PG atau PTPN yang lain.”Saat ini ada dua pabrik gula (PG) yang menjadi pilot project, yakni PG Pandji dan PG Prajekan,” tuturnya

Diharapkan adanya aplikasi ini dapat mewujudkan efesiensi dan kemudahan dalam menciptakan rantai pasok bahan baku tebu hingga produksinya. “Tentunya dengan aplikasi TebuChain ini dapat diketahui oleh para petani, salah satunya dana talangan yang mereka dapat. Misalnya dana talangan Rp 100 juta, ternyata petani pendapatkan Rp 150 juta, maka petani tetap berhak mendapatkan dana tersebut, karena mereka sudah tahu dari awal. Jadi BRI betul-betul bank yang ingin terus mendampingi para petani,”  harapnya.

Sementara itu, Manager PG Pandji, Mahindan mengaku, aplikasi TebuChain yaitu aplikasi teknologi yang cukup bagus dalam rangka pengembangan tebu rakyat yang ada khususnya wilayah binaan PG Pandji.

Dengan adanya aplikasi TebuChain, diharapakan fasilitas petani terkait pembiayaan kredit, mulai pemeliharaan tanaman, pasca panen bisa lebih lancar. Sehingga, dengan kecepatan waktu dalam sisi pembiayaan itu nantinya terdampak dan berdampak terhadap peningkatan produktifitas.

“Dengan meningkatnya produksi tebu, maka petani lebih memiliki daya saing, terus dampaknya terdahap PG Pandji akan dapat memenuhi kapasitas giling, karena tebunya produktifitasnya tinggi, tebunya banyak, sehingga kita bisa giling sesuai dengan KIS,” jelas Mahindan.

Dalam keterangannya, Mahindan menyampaikan loyalitas petani diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap kesejahteraan masyarakat Situbondo. Salah satunya dengan tidak menjual tebunya ke luar daerah. “Kalau petani itu tidak loyal dengan TebuChain ini ada konsekwesi, sehingga pembiayaan kredit petani yang bersangkutan akan diputus,” harapnya.

Selain itu, Ketua APTR PG Pandji, Abdurahman mengakui, program aplikasi TebuChain sangat membantu petani memperlancar pengajuan. Dia mengakui, program aplikasi TebuChain sangat membantu petani memperlancar pengajuan kredit. Tentu petani membutuhkan dana untuk mengembangkan usahanya. “Alhamdulillah, BRI sangat suppot kepada kita menawarkan kredit melalui aplikasi tersebut. Jadi gak usaha capek-capek kita tinggal mengakses aplikasi itu. Semoga ke depan akan lebih baik dalam melayani masyarakat/petani,” pungkasnya. (jon/pri/adv)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/