alexametrics
30.7 C
Banyuwangi
Monday, July 4, 2022

Galakkan Sertifikat Kompetensi Prokes Bagi Pelaku Wisata

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Pemkab Banyuwangi terus melakukan standarisasi kebiasaan baru di sektor pariwisata. Setelah menggelar sertifikasi protokol kesehatan pada pemandu wisata, kini sertifikasi juga menyasar pengemudi kendaraan wisata di kabupaten The Sunrise of Java.

       Sebanyak 400 pelaku wisata mendapatkan sertifikat protokol kesehatan dari Bupati Abdullah Azwar Anas. Sertifikat tersebut diserahkan Anas kepada ratusan pemandu wisata dan sopir kendaraan wisata yang telah lulus uji kompetensi.

       Bupati Anas menyerahkan tanda lolos sertifikasi berupa Kartu Tanda Pengenal Pramuwisata (KTPP) dan Kartu Tanda Pengenal Pengemudi Pariwisata (KTPPP) serta melakukan penyematan pin secara simbolis kepada pelaku pariwisata secara simbolis di Pendapa Sabha Swagata Blambangan. Sebelumnya mereka telah mengikuti uji kompetensi berupa pengetahuan tentang protokol kesehatan hingga standar pelayanan wisata di masa pandemi.“Selamat kepada kawan-kawan pemandu wisata dan driver yang telah lolos sertifikasi standar pelayanan wisata sesuai protokol kesehatan pencegahan Covid-19,” ujarnya.

       Menurut Anas, di masa pandemi ini protokol kesehatan telah menjadi standar baru yang wajib dipatuhi. “Terlebih di dunia pariwisata yang memberikan jasa dan pelayanan,” kata dia.

       Anas menambahkan, bisnis pariwisata merupakan bisnis kepercayaan. Wisatawan hanya akan berkunjung ke tempat yang tidak sekadar menarik untuk kunjungi tapi juga ada jaminan keamanan dan kenyamanan. “Untuk itulah pemkab secara berkesinambungan melakukan sertifikasi ke semua sektor wisata, baik destinasi wisata, pelakunya, hingga sektor akomodasi untuk menumbuhkan kepercayaan wisatawan bahwa di Banyuwangi berupaya semaksimal untuk memberikan jaminan keamanan dan kesehatan bagi setiap orang yang berkunjung ke daerah kita tercinta,” tuturnya.

Untuk terus menumbuhkan kepercayaan wisatawan agar tetap datang ke Banyuwangi, baik saat ini maupun pasca pandemi, Anas pun mengajak para pelaku wisata untuk terus mempromosikan segenap potensi Banyuwangi serta capaian positif daerah. “Terus kabarkan semua hal positif tentang Banyuwangi, karena inilah yang menjadi modal kita selama kurang lebih sembilan tahun terakhir untuk mendorong bangkitnya pariwisata daerah. Memang saat ini merupakan masa yang sulit bagi dunia wisata, namun selama kita semua peduli dan mau bergerak untuk pariwisata daerah maka insya Allah dunia pariwisata kita akan segera pulih bahkan semakin maju dan berkembang,” kata dia.

Sementara itu Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) M. Yanuarto Bramuda mengatakan, pihaknya terus melakukan sertifikasi kepada pelaku wisata Banyuwangi. Kali ini, ada 400 pemandu wisata dan driver yang lulus uji kompetensi. “Sebelum uji kompetensi terlebih dahulu kami berikan pelatihan protokol kesehatan kepada para peserta di Kantor Dinas Pariwisata selama beberapa hari,” ujarnya.

Bramuda menambahkan, uji kompetensi dilakukan sangat ketat terutama untuk protokol kesehatan. Pelatihan melibatkan ahli dari Dinas Kesehatan, praktisi pariwisata, asesor pariwisata, serta akademisi pariwisata. “Ada tim dari Dinas Kesehatan yang menerangkan bagaimana seharusnya berinteraksi dengan wisatawan agar tercipta wisata aman, bersih, dan sehat. Mereka perlu tahu dan harus menerapkannya,” ujar Bramuda.

Selain mendapatkan pin, para peserta lolos sertifikasi juga mendapatkan Kartu Tanda Pengenal Pramuwisata dan Kartu Tanda Pengenal Pengemudi Pariwisata yang telah dilengkapi dengan barcode. “Wisatawan bisa mengecek apakah tour guide tersebut benar-benar telah mengikuti uji kompetensi cukup dengan melakukan scan barcode tersebut dengan telepon seluler. Hasil scan itu akan menunjukkan data diri beserta foto tour guide yang bersangkutan, jadi juga bisa sekaligus di cek apakah itu asli kartu pengenal yang bersangkutan atau bukan,” pungkas Bramuda. (sgt/aif)

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Pemkab Banyuwangi terus melakukan standarisasi kebiasaan baru di sektor pariwisata. Setelah menggelar sertifikasi protokol kesehatan pada pemandu wisata, kini sertifikasi juga menyasar pengemudi kendaraan wisata di kabupaten The Sunrise of Java.

       Sebanyak 400 pelaku wisata mendapatkan sertifikat protokol kesehatan dari Bupati Abdullah Azwar Anas. Sertifikat tersebut diserahkan Anas kepada ratusan pemandu wisata dan sopir kendaraan wisata yang telah lulus uji kompetensi.

       Bupati Anas menyerahkan tanda lolos sertifikasi berupa Kartu Tanda Pengenal Pramuwisata (KTPP) dan Kartu Tanda Pengenal Pengemudi Pariwisata (KTPPP) serta melakukan penyematan pin secara simbolis kepada pelaku pariwisata secara simbolis di Pendapa Sabha Swagata Blambangan. Sebelumnya mereka telah mengikuti uji kompetensi berupa pengetahuan tentang protokol kesehatan hingga standar pelayanan wisata di masa pandemi.“Selamat kepada kawan-kawan pemandu wisata dan driver yang telah lolos sertifikasi standar pelayanan wisata sesuai protokol kesehatan pencegahan Covid-19,” ujarnya.

       Menurut Anas, di masa pandemi ini protokol kesehatan telah menjadi standar baru yang wajib dipatuhi. “Terlebih di dunia pariwisata yang memberikan jasa dan pelayanan,” kata dia.

       Anas menambahkan, bisnis pariwisata merupakan bisnis kepercayaan. Wisatawan hanya akan berkunjung ke tempat yang tidak sekadar menarik untuk kunjungi tapi juga ada jaminan keamanan dan kenyamanan. “Untuk itulah pemkab secara berkesinambungan melakukan sertifikasi ke semua sektor wisata, baik destinasi wisata, pelakunya, hingga sektor akomodasi untuk menumbuhkan kepercayaan wisatawan bahwa di Banyuwangi berupaya semaksimal untuk memberikan jaminan keamanan dan kesehatan bagi setiap orang yang berkunjung ke daerah kita tercinta,” tuturnya.

Untuk terus menumbuhkan kepercayaan wisatawan agar tetap datang ke Banyuwangi, baik saat ini maupun pasca pandemi, Anas pun mengajak para pelaku wisata untuk terus mempromosikan segenap potensi Banyuwangi serta capaian positif daerah. “Terus kabarkan semua hal positif tentang Banyuwangi, karena inilah yang menjadi modal kita selama kurang lebih sembilan tahun terakhir untuk mendorong bangkitnya pariwisata daerah. Memang saat ini merupakan masa yang sulit bagi dunia wisata, namun selama kita semua peduli dan mau bergerak untuk pariwisata daerah maka insya Allah dunia pariwisata kita akan segera pulih bahkan semakin maju dan berkembang,” kata dia.

Sementara itu Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) M. Yanuarto Bramuda mengatakan, pihaknya terus melakukan sertifikasi kepada pelaku wisata Banyuwangi. Kali ini, ada 400 pemandu wisata dan driver yang lulus uji kompetensi. “Sebelum uji kompetensi terlebih dahulu kami berikan pelatihan protokol kesehatan kepada para peserta di Kantor Dinas Pariwisata selama beberapa hari,” ujarnya.

Bramuda menambahkan, uji kompetensi dilakukan sangat ketat terutama untuk protokol kesehatan. Pelatihan melibatkan ahli dari Dinas Kesehatan, praktisi pariwisata, asesor pariwisata, serta akademisi pariwisata. “Ada tim dari Dinas Kesehatan yang menerangkan bagaimana seharusnya berinteraksi dengan wisatawan agar tercipta wisata aman, bersih, dan sehat. Mereka perlu tahu dan harus menerapkannya,” ujar Bramuda.

Selain mendapatkan pin, para peserta lolos sertifikasi juga mendapatkan Kartu Tanda Pengenal Pramuwisata dan Kartu Tanda Pengenal Pengemudi Pariwisata yang telah dilengkapi dengan barcode. “Wisatawan bisa mengecek apakah tour guide tersebut benar-benar telah mengikuti uji kompetensi cukup dengan melakukan scan barcode tersebut dengan telepon seluler. Hasil scan itu akan menunjukkan data diri beserta foto tour guide yang bersangkutan, jadi juga bisa sekaligus di cek apakah itu asli kartu pengenal yang bersangkutan atau bukan,” pungkas Bramuda. (sgt/aif)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/