alexametrics
27.6 C
Banyuwangi
Thursday, July 7, 2022

Banyuwangi Zona Kuning, Jumlah Penumpang Pesawat Mulai Meningkat

RadarBanyuwangi.id – Jumlah penumpang di Bandara Banyuwangi mulai ada pergerakan positif. Meski masih dalam situasi perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), aktivitas penerbangan komersial di Bandara Banyuwangi mulai berangsur membaik.

Selama bulan Agustus 2021, PT Angkasa Pura II Kantor Cabang Bandara Banyuwangi mencatat untuk total pergerakan pesawat udara 20 dan untuk total pergerakan penumpang mencapai 931 orang penumpang. Jika dibanding saat PPKM Darurat Jawa-Bali, jumlah tersebut sudah cukup bagus.

”Memang belum berdampak besar. Sementara masih maskapai Citilink yang sudah mulai rutin, yakni hari Senin, Kamis, dan Sabtu untuk tujuan Jakarta–Banyuwangi,” ungkap Executive General Manager (EGM) PT Angkasa Pura II Kantor Cabang Bandara Banyuwangi Cin Asmoro kemarin (2/9).

Tren penumpang, kata Cin, menunjukkan sinyal positif. Apalagi dengan adanya program vaksinasi yang telah gencar dilakukan. Ketentuan perjalanan dalam negeri dengan transportasi udara berdasar Surat Edaran (SE) Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nomor 17 Tahun 2021 dan SE Menteri Perhubungan Nomor 62 tahun 2021, bahwa calon penumpang dari dan ke Pulau Jawa dan Bali serta dari dan ke daerah kategori PPKM Level 4 dan 3 wajib menyertakan sertifikat vaksin minimal dosis satu dan hasil negatif tes polymerase chain reaction (PCR).

Untuk calon penumpang yang menempuh perjalanan dari kabupaten/kota dalam wilayah Jawa dan Bali maka harus vaksin dosis kedua dan menunjukkan hasil negatif tes PCR. Sementara untuk perjalanan antarkota dari dan ke daerah di luar wilayah Pulau Jawa dan Bali dengan kategori PPKM Level 1 dan 2, maka cukup menunjukkan bukti vaksin dosis 1 dan hasil negatif rapid test antigen. ”Untuk calon penumpang disarankan melakukan tes PCR pada fasilitas kesehatan/laboratorium yang telah terverifikasi dengan Kementerian Kesehatan. Karena semua data seperti vaksinasi dan hasil tes PCR atau antigen akan terkoneksi dengan aplikasi PeduliLindungi,” jelas Cin Asmoro

Pemeriksaan dokumen hasil kesehatan calon penumpang pesawat dilakukan di check-in counter dengan menunjukkan QR Code yang ada pada aplikasi PeduliLindungi kepada petugas. Penumpang juga dapat mengecek status persyaratan kesehatan dengan aplikasi PeduliLindungi di area selasar keberangkatan dengan menggunakan fasilitas W-Finding (QR Code). ”Melalui penggunaan aplikasi PeduliLindungi ini, kenyamanan dan keamanan serta kesehatan penumpang pesawat udara di masa pandemi ini dapat terjaga dengan baik,” terangnya.

Dengan turunnya tarif jasa pemeriksaan tes PCR dan rapid test antigen, diharapkan berdampak terhadap minat calon penumpang melakukan perjalanan udara dan maskapai penerbangan untuk kembali beroperasi. Apalagi status Banyuwangi sudah pada zona kuning.

Sekadar diketahui, sejak penerapan PPKM Darurat Jawa-Bali Juli 2021 lalu, aktivitas penerbangan dari dan ke Bandara Banyuwangi turun drastis. Biasanya Bandara Banyuwangi melayani enam kali penerbangan komersial setiap hari. Namun selama PPKM Darurat, aktivitas turun menjadi tinggal dua penerbangan sehari. Selama PPKM Darurat rata- rata untuk penurunan penumpang mencapai 98 persen dan penurunan traffic penerbangan pesawat mencapai 86 persen. (ddy/bay/c1)

RadarBanyuwangi.id – Jumlah penumpang di Bandara Banyuwangi mulai ada pergerakan positif. Meski masih dalam situasi perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), aktivitas penerbangan komersial di Bandara Banyuwangi mulai berangsur membaik.

Selama bulan Agustus 2021, PT Angkasa Pura II Kantor Cabang Bandara Banyuwangi mencatat untuk total pergerakan pesawat udara 20 dan untuk total pergerakan penumpang mencapai 931 orang penumpang. Jika dibanding saat PPKM Darurat Jawa-Bali, jumlah tersebut sudah cukup bagus.

”Memang belum berdampak besar. Sementara masih maskapai Citilink yang sudah mulai rutin, yakni hari Senin, Kamis, dan Sabtu untuk tujuan Jakarta–Banyuwangi,” ungkap Executive General Manager (EGM) PT Angkasa Pura II Kantor Cabang Bandara Banyuwangi Cin Asmoro kemarin (2/9).

Tren penumpang, kata Cin, menunjukkan sinyal positif. Apalagi dengan adanya program vaksinasi yang telah gencar dilakukan. Ketentuan perjalanan dalam negeri dengan transportasi udara berdasar Surat Edaran (SE) Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nomor 17 Tahun 2021 dan SE Menteri Perhubungan Nomor 62 tahun 2021, bahwa calon penumpang dari dan ke Pulau Jawa dan Bali serta dari dan ke daerah kategori PPKM Level 4 dan 3 wajib menyertakan sertifikat vaksin minimal dosis satu dan hasil negatif tes polymerase chain reaction (PCR).

Untuk calon penumpang yang menempuh perjalanan dari kabupaten/kota dalam wilayah Jawa dan Bali maka harus vaksin dosis kedua dan menunjukkan hasil negatif tes PCR. Sementara untuk perjalanan antarkota dari dan ke daerah di luar wilayah Pulau Jawa dan Bali dengan kategori PPKM Level 1 dan 2, maka cukup menunjukkan bukti vaksin dosis 1 dan hasil negatif rapid test antigen. ”Untuk calon penumpang disarankan melakukan tes PCR pada fasilitas kesehatan/laboratorium yang telah terverifikasi dengan Kementerian Kesehatan. Karena semua data seperti vaksinasi dan hasil tes PCR atau antigen akan terkoneksi dengan aplikasi PeduliLindungi,” jelas Cin Asmoro

Pemeriksaan dokumen hasil kesehatan calon penumpang pesawat dilakukan di check-in counter dengan menunjukkan QR Code yang ada pada aplikasi PeduliLindungi kepada petugas. Penumpang juga dapat mengecek status persyaratan kesehatan dengan aplikasi PeduliLindungi di area selasar keberangkatan dengan menggunakan fasilitas W-Finding (QR Code). ”Melalui penggunaan aplikasi PeduliLindungi ini, kenyamanan dan keamanan serta kesehatan penumpang pesawat udara di masa pandemi ini dapat terjaga dengan baik,” terangnya.

Dengan turunnya tarif jasa pemeriksaan tes PCR dan rapid test antigen, diharapkan berdampak terhadap minat calon penumpang melakukan perjalanan udara dan maskapai penerbangan untuk kembali beroperasi. Apalagi status Banyuwangi sudah pada zona kuning.

Sekadar diketahui, sejak penerapan PPKM Darurat Jawa-Bali Juli 2021 lalu, aktivitas penerbangan dari dan ke Bandara Banyuwangi turun drastis. Biasanya Bandara Banyuwangi melayani enam kali penerbangan komersial setiap hari. Namun selama PPKM Darurat, aktivitas turun menjadi tinggal dua penerbangan sehari. Selama PPKM Darurat rata- rata untuk penurunan penumpang mencapai 98 persen dan penurunan traffic penerbangan pesawat mencapai 86 persen. (ddy/bay/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/