alexametrics
24 C
Banyuwangi
Wednesday, July 6, 2022

Banyak Jalan Berlubang, Warga Pasang Orang-orangan Sawah

Berita Terkait

JawaPos.com- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek harus secepatnya melaksanakan pembangunan infrastuktur jalan di wilayahnya. Sejauh ini, masih banyak kerusakan jalan kabupaten yang belum diperbaiki.

Misalnya, di jalan Dusun Gondangrejo, Desa Ngadirenggo, Kecamatan Pogalan. Berdasar informasi Jawa Pos Radar Trenggalek di lokasi, kerusakan tersebut terjadi sekitar tiga bulan lalu.

Diduga, penyebabnya adalah banyaknya kendaraan berat yang melintas karena terjadi penutupan jalan Tulungagung–Trenggalek, di Desa Ngetal, Kecamatan Pogalan, beberapa waktu lalu. Hal tersebut membuat pengendara, khususnya roda dua (R2), harus lebih berhati-hati. Terutama saat malam.

”Di daerah sini saja, sedikitnya ada tiga titik lubang di jalan dan sering membuat pengendara R2 terjatuh,” ungkap Dahlan, salah seorang warga setempat.

Dia melanjutkan, lebih parah lagi, penerangan di jalan tersebut sangat minim sehingga pengendara tidak tahu jika ada jalan yang berlubang. Hal itu membuat mereka sering jatuh.

”Memang belum ada korban jiwa. Namun, kami kasihan karena kebanyakan pengendara yang jatuh itu orang tua,” katanya.

Karena itu, beberapa waktu lalu warga setempat menandai jalan yang berlubang dengan orang-orangan sawah. Tujuannya, selain menyindir pemkab, pengguna jalan tidak melewati lubang tersebut. Selain diberi orang-orangan sawah, warga menandai aspal yang berlubang dengan cat putih agar lebih terlihat saat malam.

”Semoga saja dengan ini jalan segera diperbaiki. Apalagi, tidak ada sebulan lagi sudah hari raya Idul Fitri. Biasanya, jalan-jalan selalu ramai pengendara,” ujarnya.

Hal senada diungkapkan Erni, warga lainnya. Dia menambahkan, banyak jalan yang berlubang di wilayah tersebut. Untuk itu, masyarakat dengan sukarela menambal beberapa lubang jalan dengan campuran pasir dan semen.

”Misalnya, Rabu malam (31/5). Ada ibu dan anaknya yang jatuh karena tidak melihat tanda itu. Makanya, kami berharap, selain jalan segera diperbaiki, dipasang penerangan yang mewadai,” ungkapnya.

Di lain pihak, Bupati Trenggalek Emil Elistianto Dardak menjelaskan, saat ini pemkab menangani perbaikan jalan kabupaten yang rusak. Bahkan, dengan cuaca seperti ini, pihaknya akan menambal jalan yang berlubang dengan aspal.

”Memang ada anggapan, beberapa warga akan menjadi korban kerusakan jalan jika tidak segera ditangani dan hanya ditimbun dengan batu. Namun, yang perlu kami luruskan, perbaikan jalan tak semudah itu dan saat ini kami telah mulai dengan pengaspalan,” jelasnya. (jaz/and/c21/diq)

Berita Terkait

JawaPos.com- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek harus secepatnya melaksanakan pembangunan infrastuktur jalan di wilayahnya. Sejauh ini, masih banyak kerusakan jalan kabupaten yang belum diperbaiki.

Misalnya, di jalan Dusun Gondangrejo, Desa Ngadirenggo, Kecamatan Pogalan. Berdasar informasi Jawa Pos Radar Trenggalek di lokasi, kerusakan tersebut terjadi sekitar tiga bulan lalu.

Diduga, penyebabnya adalah banyaknya kendaraan berat yang melintas karena terjadi penutupan jalan Tulungagung–Trenggalek, di Desa Ngetal, Kecamatan Pogalan, beberapa waktu lalu. Hal tersebut membuat pengendara, khususnya roda dua (R2), harus lebih berhati-hati. Terutama saat malam.

”Di daerah sini saja, sedikitnya ada tiga titik lubang di jalan dan sering membuat pengendara R2 terjatuh,” ungkap Dahlan, salah seorang warga setempat.

Dia melanjutkan, lebih parah lagi, penerangan di jalan tersebut sangat minim sehingga pengendara tidak tahu jika ada jalan yang berlubang. Hal itu membuat mereka sering jatuh.

”Memang belum ada korban jiwa. Namun, kami kasihan karena kebanyakan pengendara yang jatuh itu orang tua,” katanya.

Karena itu, beberapa waktu lalu warga setempat menandai jalan yang berlubang dengan orang-orangan sawah. Tujuannya, selain menyindir pemkab, pengguna jalan tidak melewati lubang tersebut. Selain diberi orang-orangan sawah, warga menandai aspal yang berlubang dengan cat putih agar lebih terlihat saat malam.

”Semoga saja dengan ini jalan segera diperbaiki. Apalagi, tidak ada sebulan lagi sudah hari raya Idul Fitri. Biasanya, jalan-jalan selalu ramai pengendara,” ujarnya.

Hal senada diungkapkan Erni, warga lainnya. Dia menambahkan, banyak jalan yang berlubang di wilayah tersebut. Untuk itu, masyarakat dengan sukarela menambal beberapa lubang jalan dengan campuran pasir dan semen.

”Misalnya, Rabu malam (31/5). Ada ibu dan anaknya yang jatuh karena tidak melihat tanda itu. Makanya, kami berharap, selain jalan segera diperbaiki, dipasang penerangan yang mewadai,” ungkapnya.

Di lain pihak, Bupati Trenggalek Emil Elistianto Dardak menjelaskan, saat ini pemkab menangani perbaikan jalan kabupaten yang rusak. Bahkan, dengan cuaca seperti ini, pihaknya akan menambal jalan yang berlubang dengan aspal.

”Memang ada anggapan, beberapa warga akan menjadi korban kerusakan jalan jika tidak segera ditangani dan hanya ditimbun dengan batu. Namun, yang perlu kami luruskan, perbaikan jalan tak semudah itu dan saat ini kami telah mulai dengan pengaspalan,” jelasnya. (jaz/and/c21/diq)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/