alexametrics
30.7 C
Banyuwangi
Monday, July 4, 2022

Syarat Hasil Tes PCR Masih Berlaku di Bandara Banyuwangi

BLIMBINGSARI – Pemeriksaan skrining virus korona (Covid-19) menggunakan metode Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) pada moda transportasi udara masih diberlakukan di Bandara Banyuwangi.

Namun demikian, pihak bandara masih menunggu keputusan resmi dari Kementerian Perhubungan mengenai perubahan terbaru mengenai tes PCR tersebut.

Pasalnya, Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 merilis aturan baru perihal masa berlaku RT-PCR pada moda transportasi udara. Masa berlaku diperpanjang dari awalnya hanya 2 x 24 jam, terkini menjadi 3 x 24 jam.

Hal itu tertuang dalam Addendum Surat Edaran Nomor 21 Tahun 2021 tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri pada Masa Pandemi Covid-19 yang diteken oleh Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Ganip Warsito pada Rabu (27/10).

Pelaku perjalanan jarak jauh dengan moda transportasi udara dari dan ke daerah di wilayah Pulau Jawa dan Pulau Bali, masih tetap wajib menunjukkan kartu vaksin (minimal vaksinasi dosis pertama) dan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 3 x 24 jam sebelum keberangkatan sebagai persyaratan perjalanan, demikian ketentuan perubahan tersebut.

”Sementara kami masih menerapkan sesuai SE Kemenhub yang lama, karena meskipun sudah ada SE terbaru dari Satgas Covid -19, kami masih belum melaksanakan menunggu petunjuk lebih lanjut dari kementerian Perhubungan,” ungkap Executive General Manager (EGM) PT Angkasa Pura II Kantor Cabang Bandara Banyuwangi Cin Asmoro.

Perubahan syarat tes antigen menjadi PCR memang sering diperbincangkan dan dikritisi masyarakat. Apalagi, tarif tes PCR dinilai terlalu mahal. ”Semoga dengan adanya penyesuaian tarif PCR dengan masa berlaku 3 x 24 jam akan mampu memberikan dampak perubahan masyarakat dengan melakukan perjalanan menggunakan transportasi udara,” pungkas Cin. 

BLIMBINGSARI – Pemeriksaan skrining virus korona (Covid-19) menggunakan metode Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) pada moda transportasi udara masih diberlakukan di Bandara Banyuwangi.

Namun demikian, pihak bandara masih menunggu keputusan resmi dari Kementerian Perhubungan mengenai perubahan terbaru mengenai tes PCR tersebut.

Pasalnya, Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 merilis aturan baru perihal masa berlaku RT-PCR pada moda transportasi udara. Masa berlaku diperpanjang dari awalnya hanya 2 x 24 jam, terkini menjadi 3 x 24 jam.

Hal itu tertuang dalam Addendum Surat Edaran Nomor 21 Tahun 2021 tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri pada Masa Pandemi Covid-19 yang diteken oleh Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Ganip Warsito pada Rabu (27/10).

Pelaku perjalanan jarak jauh dengan moda transportasi udara dari dan ke daerah di wilayah Pulau Jawa dan Pulau Bali, masih tetap wajib menunjukkan kartu vaksin (minimal vaksinasi dosis pertama) dan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 3 x 24 jam sebelum keberangkatan sebagai persyaratan perjalanan, demikian ketentuan perubahan tersebut.

”Sementara kami masih menerapkan sesuai SE Kemenhub yang lama, karena meskipun sudah ada SE terbaru dari Satgas Covid -19, kami masih belum melaksanakan menunggu petunjuk lebih lanjut dari kementerian Perhubungan,” ungkap Executive General Manager (EGM) PT Angkasa Pura II Kantor Cabang Bandara Banyuwangi Cin Asmoro.

Perubahan syarat tes antigen menjadi PCR memang sering diperbincangkan dan dikritisi masyarakat. Apalagi, tarif tes PCR dinilai terlalu mahal. ”Semoga dengan adanya penyesuaian tarif PCR dengan masa berlaku 3 x 24 jam akan mampu memberikan dampak perubahan masyarakat dengan melakukan perjalanan menggunakan transportasi udara,” pungkas Cin. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/