Bocah bernama Rezqyta Aurelia Kirana Ramadhani, 8, itu awalnya diketahui tak bersekolah setelah saudara-saudaranya yang bersekolah di SDN 2 Tukangkayu bercerita kepada guru mereka. Guru tersebut kemudian melaporkan kepada kepala sekolah yang kemudian berkoordinasi dengan Koordinator Wilayah Kerja Satuan Pendidikan (Korwilkersatdik) dan Kecamatan Banyuwangi untuk mencari keberadaan anak yang dimaksud.
Selanjutnya, Korwilkersatdik Banyuwangi bersama Camat Banyuwangi dan Kepala SDN 2 Tukangkayu mendatangi rumah anak tersebut di Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Banyuwangi, kemarin (6/12). Benar saja, saat ditemui bocah bernama Rezqyta tersebut tidak bersekolah. ”Dia ini anak pertama, adiknya yang kedua kembar, lalu ada lagi adiknya yang terakhir baru lahir,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Korwilkersatdik Banyuwangi Janoto.
Sehari-hari, orang tua Rezqyta, yakni Muhamad Budiono, 39, bekerja sebagai buruh di tambak ikan. Saat ditemui di rumahnya, kedua orang tuanya mengaku tak memiliki biaya untuk menyekolahkan anaknya. Karena itu mereka membiarkan anak pertamanya itu tidak bersekolah. ”Kita sampaikan jika sekarang ini banyak program dari pemerintah. Tidak usah memikirkan biaya, yang penting sekolah,” tegasnya.
Setelah melihat kondisi anak tersebut, Janoto kemudian mendaftarkan Rezqyta ke SDN 2 Tukangkayu. Untuk sementara, dia akan bersekolah sampai tahun ajaran baru. Selanjutnya, tahun depan baru bisa tercatat ke data pokok pendidikan (Dapodik) sebagai siswa resmi. ”Sekarang istilahnya titip dulu, nanti tahun depan baru dicatat ke Dapodik. Karena belum pernah bersekolah dia kelas satu dulu,” kata dia.
Menurut Janoto, terjaringnya satu siswa yang tidak bersekolah tersebut menunjukkan masih banyak anak putus sekolah yang ada di wilayah kota Banyuwangi. Selama tiga bulan terakhir, Korwilkersatdik Banyuwangi sudah menjaring sekitar enam anak untuk bisa kembali bersekolah. ”Kita minta setiap kepala sekolah melakukan tengok kiri tengok kanan untuk mencari siswa yang putus sekolah. Alhamdulillah, dari laporan-laporan akhirnya banyak yang bisa dijaring,” pungkasnya. (fre/sgt/c1) Editor : AF Ichsan Rasyid