Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Tulang Paus Orca Bangsring Bakal Jadi Media Edukasi

Gerda Sukarno Prayudha • Senin, 24 Oktober 2022 | 16:47 WIB
PAKAI RANTAI: Warga membantu evakuasi bangkai Paus Orca yang ditemukan mati di tepi Pantai Bangsring pada April 2021 lalu. (Ramada Kusuma/RadarBanyuwangi.id)
PAKAI RANTAI: Warga membantu evakuasi bangkai Paus Orca yang ditemukan mati di tepi Pantai Bangsring pada April 2021 lalu. (Ramada Kusuma/RadarBanyuwangi.id)
WONGSOREJO, Jawa Pos Radar Banyuwangi - Masih ingat dengan bangkai Paus Orca (Orcinus orca) yang terdampar di Pantai Bangsring 4 April 2021 lalu? Rencananya, dalam waktu dekat sisa tulang belulang paus berwarna putih hitam itu akan diekskavasi untuk digunakan sebagai media edukasi.

Tulang paus dengan panjang 6,1 meter dan lebar 2,4 meter itu diminati lembaga konservasi sekaligus pengelola tempat wisata Jatim Park untuk dijadikan salah satu koleksi di museum satwa. Jika disepakati, tulang belulang paus yang dikubur di Pantai Bangsring, itu dalam waktu dekat akan dipindahkan dan dibawa ke Museum Satwa di Jatim Park 2, Kota Batu.

Koordinator Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar wilayah Banyuwangi Bayu Dwi Handoko mengatakan, sudah ada pertemuan antara pihaknya dengan pihak Jatim Park. Dalam rapat awal disebutkan, pihak Jatim Park berminat membawa tulang paus orca tersebut ke museum mereka. Apabila dokumen administrasinya selesai, proses ekskavasi bisa segera dilakukan. “Jika dihitung sudah hampir dua tahun. Jadi mungkin saat ini sudah tinggal sisa tulang belulang saja. Tanpa bagian daging yang tersisa,” jelas Bayu.

Bayu menambahkan, Jatim Park memiliki izin sebagai lembaga konservasi. Sehingga diperbolehkan untuk bisa memanfaatkan tulang paus orca sebagai sarana edukasi.

Dia pun menilai, tulang paus berjenis kelamin jantan itu lebih mudah untuk dipindahkan. Karena memang ukurannya tidak sebesar paus sperma yang mendarat di Banyuwangi dua bulan lalu. “Nanti yang paus sperma bisa jadi ada yang memanfaatkan juga. Tapi menunggu dua tahun dulu. Supaya yang tersisa tinggal tulangnya saja,” pungkasnya. (fre/sgt) Editor : Gerda Sukarno Prayudha
#paus #Oscar