Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Prihatin Dampak Sekolah Online, Kawanan Pemuda Gelar Bimbel Gratis

Ali Sodiqin • Sabtu, 11 September 2021 | 18:15 WIB
prihatin-dampak-sekolah-online-kawanan-pemuda-gelar-bimbel-gratis
prihatin-dampak-sekolah-online-kawanan-pemuda-gelar-bimbel-gratis


RadarBanyuwangi.id – Sejumlah pemuda di Dusun Jalen Darungan, Desa Setail, Kecamatan Genteng, ini layak menjadi teladan. Mereka mengadakan bimbingan belajar (bimbel) secara gratis kepada anak-anak yang masih sekolah tingkat SD di daerahnya.



Bimbel secara gratis ini, mulanya untuk membantu para siswa yang sedang mengikuti pembelajaran secara online atau dalam jaringan (daring). Kegiatan yang dilakukan sekali dalam seminggu itu, diinisiasi oleh Hifni Azizatur Rofiqiyah. “Kami hanya ingin membantu anak-anak dalam belajar,” terang Hifni Azizatur Rofiqiyah.



Hifni mengaku tergerak membantu anak-anak di desanya itu, lantaran mereka banyak yang tidak mendapat pembelajaran secara tepat dari orang tuanya, saat sekolah memberlakukan belajar secara daring. “Saya membantu dengan mengadakan bimbingan di rumah nenek,” terang lulusan Universitas Negeri Surabaya (Unesa) itu.



Untuk bimbel itu, Hifni mengajak beberapa temannya yang kebetulan juga seorang tenaga pengajar. Mereka diajak mengadakan bimbel pada anak-anak. “Kebetulan kami punya visi yang sama, lalu kami membuat pamflet dan menyebarkan,” katanya.



Untuk mengadakan bimbel ini, termasuk membuat pamflet, dana dari iuran dengan beberapa temannya. Tapi setelah diunggah melalui media sosial, banyak yang donasi berupa uang dan barang seperti buku. “Bimbel ini baru dua bulan,” tuturnya.



Untuk meningkatkan minat baca anak-anak, terang dia, dibutuhkan tambahan buku bacaan. Anak-anak itu, biasanya datang lebih awal sebelum bimbel dimulai. Mereka dibiasakan membaca buku. “Koleksi buku kami masih sangat sedikit,” tambah perempuan 24 tahun itu.



Melalui bimbel yang dikelola bersama beberapa temannya itu, Hifni ingin meningkatkan kemampuan akademik anak-anak yang mayoritas masih duduk di bangku SD itu. “Mereka tidak ditarik biaya alias gratis,” katanya.(mg3/abi)


Editor : Ali Sodiqin
#pendidikan