BANYUWANGI – Sekolah Tinggi Ilmu Komputer (Stikom) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Banyuwangi kembali mencetak insan-insan terpelajar. Melalui prosesi wisuda yang digelar di Hotel Illira Banyuwangi kemarin (11/7), sebanyak 112 orang resmi menyandang gelar sarjana strata satu (S-1) dan ahli madya (D3).
Di antara 112 wisudawan dan wisudawati tersebut, 60 orang berasal dari program studi (prodi) Diploma Tiga Manajemen Informatika (Prodi D3-MI). Sedangkan 52 orang lainnya berasal dari prodi Strata Satu (S-1) Studi Teknik Informatika (Prodi S1-TI).
Sidang senat terbuka wisuda sarjana dan diploma tersebut dipimpin langsung Ketua Stikom PGRI Banyuwangi Chairul Anam. Prosesi sakral tersebut juga dihadiri Ketua PGRI Jatim Ichwan Sumadi, sejumlah pimpinan perguruan tinggi di Banyuwangi, serta unsur Dinas Pendidikan (Dispendik) Banyuwangi dan Cabang Dispendik Jatim Wilayah Banyuwangi.
Chairul mengatakan, dari 60 wisuadawan prodi D3-MI, sebanyak 21 orang alias 46,67 persen memperoleh predikat cumlaude. “IPK tertinggi sebesar 3,93. Sedangkan waktu tempuh studi tercepat prodi D3-MI selama dua tahun delapan bulan,” ujarnya.
Sedangkan pada prodi S1-TI, sebanyak 8 orang di antara 52 wisudawan mmemperoleh predikat cumlaude. Sama halnya dengan prodi D3-MI, IPK tertinggi yang diraih wisudawan S1-TI juga sebesar 3,93. “Waktu tempuh studi tercepat Prodi S1-TI adalah tiga tahun empat bulan yang diraih wisudawati,” ujar Chairul.
Pada kesempatan tersebut Chairul berpesan kepada seluruh wisudawan untuk bergabung dalam Forum Komunikasi Alumni Stikom PGRI Banyuwangi (Forkasiba) yang berada di hampir seluruh wilayah Indonesia. “Dengan aktif dalam Forkasiba, saudara-saudara sekalian akan terus menjaga tersambungnya tali silaturahmi antar alumni dan antara alumni dengan Stikom PGRI Banyuwangi. Serta dapat ikut bersama-sama berperan serta dalam membesarkan Stikom PGRI Banyuwangi,” kata dia.
Chairul menuturkan, pada 20 April lalu Stikom PGRI Banyuwangi merayakan milad ke-26. Dia bersyukur, di usia 26 tahun, Stikom PGRI Banyuwangi terus eksis mengabdi sebagai lembaga pendidikan, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut berperan aktif dalam pembangunan negara. “Hal ini sesuai dengan Visi STIKOM PGRI Banyuwangi, yakni menjadi perguruan tinggi teknologi informasi yang unggul dan mandiri di wilayah Jatim dan Bali pada Tahun 2020,” kata dia.
Chairul juga menyatakan bersyukur lantaran berbagai prestasi tak henti-hentinya ditorehkan mahasiswa Stikom PGRI Banyuwangi di berbagai level kompetisi. Di antaranya pada September 2018, mahasiswa Stikom PGRI Banyuwangi mengikuti kompetisi tingkat nasional, yakni “Selisik IT and Animation Competition” yang diselenggarakan STT Bandung.
Hasilnya, Tim Industrial Animation 4.0 yang terdiri dari 3 mahasiswa dengan membuat Animasi Industri 4.0 dan mendapatkan Juara 3 untuk Kategori Lomba Animasi. Tim E-Bonik yang terdiri dari tiga mahasiswa dengan membuat Aplikasi Penjualan Beras Organik dan mendapatkan Juara Harapan 2 untuk Kategori Lomba Mobile App. Serta Tim E-Ponik yang terdiri dari tiga mahasiswa dengan membuat Aplikasi Penjualan Pupuk Organik dan mendapatkan Juara Favorit 1 untuk Kategori Lomba Mobile App.
Selain itu, pada November 2018 sejumlah prestasi diukir mahasiswa Stikom PGRI Banyuwangi pada kompetisi “Indoneris IT Competition yang diselenggarakan STMIK Amikom Purwokerto. Di antaranya Tim RPG yang terdiri dari tiga mahasiswa dengan membuat game Virus Survivor dan mendapatkan Juara 1 untuk Kategori Game Dev. Tim Gandrung Animasi yang terdiri dari tiga mahasiswa dengan membuat Animasi Science Change World dan mendapatkan Juara Harapan 1 untuk kategori Animation. (sgt)
Editor : AF Ichsan Rasyid