RADARBANYUWANGI.ID - Para astronom kembali mencatat tonggak penting dalam studi pembentukan planet setelah berhasil mengamati secara langsung proses lahirnya dua planet raksasa di sekitar bintang muda bernama WISPIT 2.
Penemuan ini dilakukan menggunakan European Southern Observatory melalui instrumen canggih Teleskop Sangat Besar (Very Large Telescope/VLT).
Pengamatan tersebut memberikan gambaran langka dan hampir real-time tentang bagaimana sebuah sistem tata surya terbentuk, sebuah proses yang selama ini hanya dipahami melalui simulasi dan teori.
Di sekitar WISPIT 2, para ilmuwan menemukan cakram besar berisi gas dan debu kosmik yang berputar.
Di dalamnya, dua planet raksasa gas sedang terbentuk, menandai salah satu observasi paling jelas terhadap tahap awal kelahiran sistem planet.
“WISPIT 2 adalah pandangan terbaik ke masa lalu kita sendiri yang kita miliki hingga saat ini,” ujar Chloe Lawlor, penulis utama studi yang dipublikasikan dalam The Astrophysical Journal Letters.
Ia menambahkan, “Struktur ini menunjukkan bahwa lebih banyak planet saat ini sedang terbentuk, yang pada akhirnya akan kita deteksi.”
Cakram di sekitar WISPIT 2 tergolong tidak biasa karena ukurannya yang sangat besar serta struktur yang kompleks, ditandai dengan cincin dan celah mencolok.
Pola ini diyakini terbentuk akibat aktivitas planet-planet muda yang sedang mengumpulkan material di sekitarnya.
Menurut Christian Ginski, sistem ini menjadi laboratorium alami yang sangat berharga. “WISPIT 2 memberi kita laboratorium penting bukan hanya untuk mengamati pembentukan satu planet tetapi seluruh sistem planet,” katanya.
Planet pertama, WISPIT 2b, sebelumnya telah diidentifikasi sebagai raksasa gas dengan massa hampir lima kali Jupiter dan mengorbit cukup jauh dari bintang induknya. Kini, planet kedua yang lebih dekat, WISPIT 2c, telah berhasil dikonfirmasi keberadaannya.
“Deteksi dunia baru yang sedang terbentuk ini benar-benar menunjukkan potensi luar biasa dari instrumentasi kita saat ini,” ujar Richelle van Capelleveen.
Untuk memahami fenomena ini, para ilmuwan merujuk pada konsep pembentukan planet yang dijelaskan oleh NASA sebagai proses “bola salju kosmik”.
Dalam proses tersebut, partikel kecil gas dan debu bertabrakan dan saling menempel, membentuk objek yang semakin besar seiring waktu.
NASA menjelaskan, “Mereka dimulai sebagai gumpalan gas dan debu yang mengorbit bintang pusat, materi tersebut menyatu, tumbuh seperti bola salju yang bergulir.” Seiring waktu, partikel kecil berkembang menjadi batuan besar, lalu menjadi planet utuh.
Selama proses ini berlangsung, planet yang sedang terbentuk akan “membersihkan” jalur orbitnya, menciptakan celah dalam cakram. Inilah yang kini diamati secara jelas di sistem WISPIT 2.
Penemuan ini tidak hanya memperkuat teori pembentukan planet, tetapi juga membuka peluang untuk memahami bagaimana Tata Surya, termasuk Bumi, terbentuk miliaran tahun lalu.
Editor : Lugas Rumpakaadi