RADARBANYUWANGI.ID – Momentum bulan suci Ramadan dimanfaatkan SMP Negeri 1 Glagah untuk memperkuat pendidikan karakter sekaligus meningkatkan literasi digital bagi para siswa.
Melalui kegiatan Pondok Ramadan yang digelar pada Selasa (10/3), para pelajar tidak hanya mendapatkan materi keagamaan, tetapi juga pembekalan mengenai cara bijak menggunakan media sosial (medsos) serta kiat menangkal berita hoaks di era digital.
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan sekolah tersebut diikuti oleh siswa kelas VII dan VIII serta dihadiri oleh para guru.
Dalam kegiatan ini, siswa mendapatkan materi tentang makna dan hikmah puasa dari guru Pendidikan Agama Islam (PAI), serta materi literasi digital yang disampaikan oleh pemateri dari Jawa Pos Radar Banyuwangi (JP-RaBa).
Kepala SMPN 1 Glagah, Dardiri, mengatakan bahwa momentum Ramadan selalu dimanfaatkan sekolah untuk memberikan tambahan pengetahuan dan keterampilan kepada para siswa.
Menurutnya, kegiatan keagamaan seperti Pondok Ramadan tidak hanya menjadi sarana meningkatkan keimanan dan ketakwaan, tetapi juga kesempatan untuk memperkaya wawasan siswa di berbagai bidang.
“Dalam momen apa pun kami selalu berusaha mengoptimalkan kemampuan dan keterampilan siswa. Ini sebagai pengingat bahwa sekolah adalah tempat menuntut ilmu kapan saja, terutama pada bulan Ramadan,” ujarnya.
Bekal Siswa Hadapi Tantangan Era Digital
Dardiri menambahkan, perkembangan teknologi digital yang sangat pesat menuntut generasi muda untuk memiliki kemampuan dalam menyikapi arus informasi secara bijak.
Karena itu, pihak sekolah berupaya mengintegrasikan pendidikan karakter dengan literasi digital agar siswa mampu menggunakan teknologi secara positif.
Ia berharap, ke depan para siswa SMPN 1 Glagah tidak hanya memiliki kemampuan akademik yang baik, tetapi juga memiliki kecakapan dalam menggunakan teknologi informasi secara sehat dan bertanggung jawab.
“Sehingga ke depan kita bisa meningkatkan kompetensi siswa. Bukan hanya berpengetahuan, tetapi juga memiliki keterampilan dalam menyikapi perilaku di media sosial,” jelasnya.
Puasa sebagai Perisai di Era Digital
Sementara itu, Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) SMPN 1 Glagah, Humaidi, menyampaikan materi tentang makna puasa serta pentingnya menjadikan ibadah puasa sebagai perisai diri di tengah tantangan era digital.
Menurutnya, godaan saat menjalankan ibadah puasa tidak hanya berasal dari makanan dan minuman, tetapi juga dari berbagai konten negatif yang mudah diakses melalui media sosial.
Ia mengingatkan para siswa agar mampu menjaga diri dari hal-hal yang dapat merusak nilai ibadah puasa.
“Dalam berpuasa, godaan tidak hanya datang dari makanan dan minuman, tetapi juga dari media sosial seperti konten yang tidak senonoh,” ujarnya di hadapan para siswa.
Humaidi juga menekankan pentingnya memanfaatkan bulan Ramadan untuk meningkatkan kualitas diri, baik dari sisi spiritual maupun perilaku sehari-hari.
Edukasi Bijak Bermedia Sosial
Pada kesempatan yang sama, pemateri dari Jawa Pos Radar Banyuwangi, Mohamad Ksatria Raya, memberikan materi tentang literasi digital dan penggunaan media sosial secara bijak.
Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa di era digital saat ini arus informasi sangat deras. Informasi dapat dengan mudah diakses melalui berbagai platform media sosial, baik yang bersifat positif maupun negatif.
Karena itu, generasi muda perlu memiliki kemampuan untuk menyaring informasi agar tidak mudah terpengaruh oleh konten yang menyesatkan atau berita bohong.
“Adik-adik SMPN 1 Glagah harus bijak dalam bermedsos. Gunakan media sosial untuk hal-hal positif, seperti berkomunikasi dengan teman atau keluarga yang jauh, serta sebagai sarana mencari ilmu,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan para siswa agar tidak mudah mempercayai informasi yang beredar di internet tanpa melakukan verifikasi terlebih dahulu.
Menurutnya, literasi digital sangat penting agar generasi muda tidak menjadi korban ataupun penyebar berita hoaks.
Imbauan Batasi Penggunaan Media Sosial
Selain itu, para siswa juga diimbau untuk membatasi penggunaan media sosial, terutama bagi anak di bawah usia 16 tahun.
Imbauan tersebut sejalan dengan rekomendasi dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) yang mendorong pembatasan penggunaan media sosial bagi anak-anak.
Para pelajar diharapkan dapat memanfaatkan waktu mereka untuk kegiatan yang lebih bermanfaat, seperti belajar, membaca, ataupun memperdalam ilmu agama selama bulan Ramadan.
“Batasi untuk bermedsos. Gunakan waktu sebaik mungkin, terutama untuk kegiatan yang lebih bermanfaat seperti belajar maupun mengaji,” pungkasnya.
Melalui kegiatan Pondok Ramadan ini, SMPN 1 Glagah berharap para siswa tidak hanya memperoleh pemahaman keagamaan yang lebih baik, tetapi juga memiliki kesadaran literasi digital yang kuat sehingga mampu menghadapi tantangan di era teknologi informasi dengan bijak dan bertanggung jawab. (ray/sgt)
Editor : Ali Sodiqin