BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sumberrejo, Banyuwangi, menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas layanan makanan bergizi bagi para siswa.
Kepala SPPG Sumberrejo Alfaini Zulfa Nada menjelaskan, saat ini dapur MBG di wilayah tersebut melayani sejumlah sekolah di Kecamatan Banyuwangi dengan total 3.368 penerima manfaat. Mereka terdiri dari siswa, guru, serta tenaga kependidikan yang setiap hari menerima layanan makanan bergizi.
“Program ini menjangkau beberapa jenjang pendidikan, mulai dari TK hingga SMK. Di antaranya TK Chengho, SD IT Al Uswah, SMP IT Al Uswah, MA Al Uswah, serta SMKN 1 Banyuwangi dan penerima manfaat lainnya di Kelurahan Sumberrejo,” ujarnya.
Produksi Terpusat, Distribusi Terjadwal
Untuk memastikan makanan sampai tepat waktu, proses produksi dilakukan secara terpusat di dapur SPPG. Persiapan bahan sudah dimulai sejak dini oleh tim dapur.
Setelah selesai dimasak dan diporsikan, makanan dikemas dalam wadah higienis sebelum didistribusikan menggunakan kendaraan operasional menuju sekolah-sekolah sesuai rute yang telah ditentukan.
Selain itu, standar kebersihan menjadi prioritas utama selama proses pengolahan. Seluruh petugas dapur menggunakan alat pelindung diri (APD) serta menerapkan prosedur sanitasi yang ketat untuk menjaga keamanan pangan.
Menu Disusun Ahli Gizi
Ahli gizi SPPG Bunga Ayu Intansari menjelaskan, setiap menu disusun berdasar pedoman gizi seimbang dengan prinsip Isi Piringku.
Untuk menghindari kejenuhan, SPPG menerapkan rotasi menu secara berkala, baik mingguan maupun bulanan. Variasi menu juga disesuaikan dengan tingkat kesukaan siswa terhadap makanan yang diberikan.
“Selain menyediakan makanan bergizi, kami juga memberikan edukasi gizi secara berkala kepada siswa tentang pola makan sehat, keberagaman pangan, serta higiene dan sanitasi,” jelasnya.
Gunakan Produk Lokal
Yunieta Nurcahyani Indrasari Mitra SPPG Sumberrejo Banyuwangi menjelaskan, program MBG juga mendorong pemberdayaan ekonomi lokal. “Selain memanfaatkan bahan pangan dari produk lokal dan pelaku UMKM setempat, program ini turut menjaring tenaga kerja dari masyarakat sekitar untuk mendukung proses pengolahan hingga distribusi makanan,” ujarnya.
Siswa Ikut Beri Masukan Menu
Di sisi penerima manfaat, siswa mengaku cukup terbantu dengan program MBG. Salah satunya Muhammad Aditya Ramadhan, siswa kelas XI SMKN 1 Banyuwangi, yang menyebut variasi menu yang disediakan cukup menarik.
Menurutnya, siswa bahkan kerap memberikan masukan terkait menu yang diinginkan dengan menuliskannya pada wadah makanan (ompreng) yang dikembalikan ke dapur.
“Biasanya kalau ada catatan dari siswa, dapur bisa langsung membaca respons kami. Kadang minggu berikutnya sudah ada penyesuaian menu,” ujarnya.
Hal tersebut juga dibenarkan oleh PIC MBG SMKN 1 Banyuwangi, yakni Polin. Dikatakan koordinasi dilakukan secara rutin antara pihak sekolah dan SPPG. Pihak sekolah melibatkan kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum dan kesiswaan, serta tim MBG di sekolah. Sementara dari SPPG melibatkan pemilik dapur, kepala dapur, dan tim pengawas lapangan.
Menurutnya, sekitar 95 persen siswa dan orang tua merasa terbantu dengan program MBG meskipun tetap ada evaluasi terhadap menu dan layanan.
Melalui momentum Hari Gizi Nasional, SPPG Sumberrejo berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya gizi seimbang semakin meningkat. Program MBG diharapkan dapat terus berjalan dan memberikan dampak positif terhadap kesehatan, pertumbuhan, serta prestasi belajar siswa. “Harapannya anak-anak bisa mendapatkan asupan gizi yang baik sehingga mampu belajar dengan optimal dan tumbuh menjadi generasi yang sehat,” pungkas Nada. (sgt)
Editor : Sigit Hariyadi