RADARBANYUWANGI.ID – Suasana religius dan penuh semangat kebersamaan mewarnai kegiatan Pondok Ramadan yang digelar SMP Negeri 3 Banyuwangi, Sabtu (28/2).
Kegiatan yang bekerja sama dengan Jawa Pos Radar Banyuwangi tersebut menjadi salah satu rangkaian pembinaan karakter siswa selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.
Acara berlangsung khidmat sejak pagi hari. Kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Alquran yang diikuti seluruh siswa, guru, dan panitia.
Lantunan ayat suci tersebut menjadi pembuka rangkaian kegiatan yang menggabungkan nilai spiritual, pendidikan karakter, serta literasi digital bagi para pelajar.
Setelah pembacaan Alquran, kegiatan dilanjutkan dengan sambutan Kepala SMPN 3 Banyuwangi, Kholilik, S.Pd.
Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa Pondok Ramadan tahun ini dirancang berbeda karena mengangkat isu yang dekat dengan kehidupan generasi muda saat ini, yakni dunia digital.
Menurut Kholilik, Pondok Ramadan bersama Radar Banyuwangi menjadi bagian dari tema besar Ramadan sekolah tahun ini, yaitu “cinta digital”.
“Dari acara ini, anak-anak diharapkan lebih mengenal dunia digital, media sosial, internet, dan lain sebagainya. Harapannya, mereka bisa menggunakan media digital dan media sosial tidak hanya untuk main-main, tetapi juga untuk kegiatan yang menopang proses pembelajaran,” ujarnya.
Ia menambahkan, perkembangan teknologi digital tidak dapat dihindari sehingga sekolah memiliki tanggung jawab memberikan pendampingan agar siswa mampu memanfaatkannya secara bijak dan produktif.
Usai sambutan kepala sekolah, suasana semakin semarak dengan penampilan hadrah yang membawakan sholawat nabi.
Kegiatan dilanjutkan dengan mahalul qiyam yang diikuti seluruh peserta dengan penuh kekhusyukan.
Momentum tersebut menjadi sarana memperkuat kecintaan siswa kepada Rasulullah sekaligus menumbuhkan nilai religius dalam kehidupan sehari-hari.
Edukasi Bahaya dan Manfaat Media Sosial
Materi utama Pondok Ramadan diisi oleh narasumber dari Jawa Pos Radar Banyuwangi, Ali Sodiqin.
Dalam sesi tersebut, ia lebih banyak menyoroti manfaat sekaligus bahaya penggunaan media sosial di kalangan remaja.
Menurut Ali, perkembangan media sosial membawa peluang besar, namun juga memiliki risiko serius apabila tidak digunakan secara bijak.
“Dalam bermedsos, privasi harus benar-benar dijaga. Jangan sampai meng-upload data-data pribadi kita ke medsos. Sebab, bahayanya akan berdampak kepada diri kita sendiri,” katanya di hadapan siswa.
Ia juga mengajak peserta berdiskusi aktif mengenai sisi positif dan negatif konten media sosial, kebiasaan berbagi konten (share content), serta pentingnya melakukan pembatasan penggunaan media sosial secara mandiri.
“Saran saya, jika ada permintaan pertemanan, sebelum klik oke sebaiknya lakukan verifikasi terlebih dahulu. Cari info tentang orang tersebut. Karena kalau sampai menerima teman yang tidak dikenal, bahayanya kita bisa jadi korban dari niat terselubung pihak yang mengajukan pertemanan, apalagi jika berujung pertemuan darat,” jelasnya.
Sesi diskusi berlangsung interaktif. Banyak siswa mengajukan pertanyaan terkait keamanan digital, etika berkomentar, hingga cara menghindari kecanduan media sosial.
Usung Tema “9 Cinta Pais Love Ramadan”
Ketua panitia Pondok Ramadan SMPN 3 Banyuwangi, Ismi Arofah, S.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan tahun ini mengusung tema besar “9 Cinta Pais Love Ramadan”.
Tema tersebut mencakup berbagai nilai pembinaan karakter siswa, antara lain cinta puasa, cinta mengaji, cinta menulis, cinta ilmu, cinta lingkungan, cinta orang tua dan guru, cinta teman, cinta Rasul, serta cinta digital.
“Dengan 9 Cinta Pais Love Ramadan, iman meningkat, karakter membumi, lingkungan terjaga, dan generasi emas terwujud,” ujar Ismi Arofah.
Ia menambahkan, konsep kegiatan tidak hanya berfokus pada ibadah spiritual, tetapi juga pembentukan kepedulian sosial dan lingkungan.
Green Ramadan dan Edukasi Lingkungan
Sebagai bagian dari program Ramadan, sekolah juga menggelar kegiatan Green Ramadan.
Dalam kegiatan ini, siswa melakukan penanaman berbagai bibit tanaman seperti buah-buahan, bunga telang, serta tanaman cabai di lingkungan sekolah.
Menariknya, pupuk yang digunakan merupakan hasil olahan siswa sendiri melalui program pengolahan limbah organik sekolah.
Program tersebut menjadi bagian dari pendidikan lingkungan hidup sekaligus praktik nyata pembelajaran berkelanjutan.
“Selain itu, sekolah ini menggelar Love Ilmu selama tiga hari dengan menghadirkan penyuluh agama Islam dari KUA Kecamatan Banyuwangi,” kata guru Pendidikan Agama Islam tersebut.
Pengumpulan Zakat Fitrah
Rangkaian kegiatan Ramadan di SMPN 3 Banyuwangi masih akan berlanjut. Pada 2 Maret 2026 mendatang, sekolah dijadwalkan melaksanakan pengumpulan zakat fitrah sukarela dari seluruh warga sekolah.
Zakat yang terkumpul nantinya akan disalurkan kepada fakir miskin di sekitar lingkungan sekolah sebagai bentuk kepedulian sosial siswa.
“Nantinya, zakat ini disalurkan kepada fakir miskin di sekitar sekolah. Tentu kegiatan ini atas persetujuan Baznas Kecamatan Banyuwangi,” jelas Ismi.
Melalui rangkaian Pondok Ramadan tersebut, pihak sekolah berharap siswa tidak hanya meningkat secara spiritual, tetapi juga memiliki karakter kuat, kepedulian sosial tinggi, serta kecakapan digital yang bijak di era modern.
Kegiatan kolaboratif antara dunia pendidikan dan media ini diharapkan menjadi contoh pembelajaran kontekstual yang relevan dengan tantangan generasi muda saat ini—yakni mampu menjadi pelajar religius sekaligus cerdas bermedia di era digital. (*)
Editor : Ali Sodiqin