Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Kenapa Umat Katolik Terima Abu di Dahi Saat Rabu Abu? Ini Penjelasannya

Lugas Rumpakaadi • Rabu, 18 Februari 2026 | 11:36 WIB
Tradisi Rabu Abu sebagai awal masa Prapaskah.
Tradisi Rabu Abu sebagai awal masa Prapaskah.

RADARBANYUWANGI.ID - Pertanyaan Hari Rabu Abu memperingati hari apa, kerap muncul setiap memasuki masa Prapaskah.

Rabu Abu adalah hari suci umat Kristiani, khususnya Katolik, yang menandai awal masa tobat dan persiapan menjelang Paskah.

Dalam tradisi Gereja Katolik, Rabu Abu menjadi pembuka masa Prapaskah, yakni periode 40 hari sebelum perayaan kebangkitan Yesus Kristus pada Hari Paskah.

Masa ini dimaknai sebagai waktu refleksi, pertobatan, puasa, dan pembaruan iman.

Umat diajak untuk meneladani 40 hari Yesus berpuasa dan berdoa di padang gurun sebelum memulai karya pelayanan-Nya.

Secara liturgis, Rabu Abu ditandai dengan ritual penerimaan abu di dahi berbentuk tanda salib oleh imam.

Abu tersebut biasanya berasal dari pembakaran daun palma yang digunakan pada perayaan Minggu Palma tahun sebelumnya.

Saat abu dioleskan, imam mengucapkan kalimat reflektif seperti, “Bertobatlah dan percayalah kepada Injil” atau “Ingatlah, engkau berasal dari debu dan akan kembali menjadi debu.”

Tradisi Rabu Abu telah dipraktikkan selama berabad-abad dalam sejarah Gereja Katolik sebagai simbol kerendahan hati dan kesadaran akan kefanaan manusia.

Meskipun bukan hari raya wajib secara sipil di banyak negara, Rabu Abu memiliki makna spiritual yang sangat mendalam bagi umat beriman.

Dengan demikian, jawaban dari pertanyaan hari rabu abu memperingati hari apa adalah, memperingati awal masa Prapaskah, masa pertobatan dan persiapan menuju perayaan kebangkitan Yesus Kristus pada Hari Paskah.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#tradisi #makna #sejarah #katolik #rabu abu