RADARBANYUWANGI.ID - Sebuah studi terbaru mengungkap fakta mengejutkan tentang meteorit Mars yang dikenal sebagai Black Beauty.
Penelitian ini menunjukkan bahwa meteorit tersebut menyimpan air purba dalam jumlah jauh lebih besar dibandingkan perkiraan sebelumnya.
Temuan ini memperkuat dugaan bahwa Mars pada masa awalnya merupakan planet yang basah dan berpotensi layak huni.
Black Beauty, atau bernama resmi NWA 7034, adalah meteorit Mars seberat sekitar 320 gram yang ditemukan di Gurun Sahara, Maroko, pada 2011.
Meteorit ini diyakini terlempar dari permukaan Mars akibat tumbukan besar, sebelum akhirnya jatuh ke Bumi.
Dengan usia hampir 4,44 miliar tahun, Black Beauty disebut sebagai meteorit Mars tertua yang pernah ditemukan dan diperkirakan berasal dari Kawah Karratha di dekat ekuator Mars.
Menurut laporan Live Science yang dikutip Jumat, 6 Februari 2026, air menyusun sekitar 0,6 persen dari total massa meteorit.
Peneliti menyatakan bahwa “sebagian besar air tersebut tersimpan dalam fragmen kecil kaya hidrogen berupa oksihidroksida besi.”
Senyawa ini terbentuk ketika besi bereaksi dengan air di bawah tekanan tinggi, seperti saat terjadi tumbukan meteorit.
Meski jumlah air itu “secara kasat mata hanya setara potongan kuku manusia”, nilainya sangat signifikan bagi ilmu planet.
Sejak 2013, ilmuwan telah mengetahui adanya jejak air di Black Beauty.
Analisis lanjutan bahkan menunjukkan bahwa sebagian air tersebut pernah mengalami pemanasan, yang “memperkuat dugaan adanya lingkungan Mars purba yang hangat dan berair.”
Studi terbaru yang diunggah ke server pracetak arXiv pada 13 Januari lalu menggunakan metode neutron scanning, bukan sinar-X seperti CT scan konvensional.
Teknik ini memungkinkan pendeteksian atom hidrogen secara presisi tanpa merusak meteorit.
Temuan ini menjadi semakin krusial di tengah dihentikannya misi pengembalian sampel Mars oleh NASA.
Kini, meteorit seperti Black Beauty menjadi “satu-satunya sumber langsung” untuk menelusuri sejarah air dan potensi kehidupan awal di Planet Merah.
Editor : Lugas Rumpakaadi