Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Misi Artemis II: Penerbangan Berawak Paling Ambisius NASA Sejak Apollo

Lugas Rumpakaadi • Selasa, 3 Februari 2026 | 02:15 WIB
NASA siapkan misi Artemis II 2026.
NASA siapkan misi Artemis II 2026.

RADARBANYUWANGI.ID - Lebih dari lima dekade setelah manusia terakhir kali menjejakkan kaki di Bulan, Amerika Serikat melalui Badan Penerbangan dan Antariksa Nasional (NASA) kembali menapaki babak baru eksplorasi antariksa.

Misi Artemis II dijadwalkan meluncur pada 8 Februari 2026, menandai penerbangan manusia pertama menuju Bulan sejak era Apollo berakhir pada 1972.

Misi ini menjadi tonggak penting dalam program Artemis, yang dirancang sebagai fondasi jangka panjang untuk kehadiran manusia di Bulan dan persiapan ekspedisi ke Mars di masa depan.

Awak Artemis II dan Komposisi Kru Internasional

Berdasarkan informasi resmi NASA, Artemis II akan membawa empat astronaut berpengalaman.

Mereka adalah Reid Wiseman sebagai Komandan, Victor Glover sebagai Pilot, serta Christina Koch sebagai Spesialis Misi, ketiganya berasal dari NASA.

Mereka akan bergabung dengan Jeremy Hansen, Spesialis Misi dari Badan Antariksa Kanada (CSA).

Kehadiran Hansen menjadikan Artemis II sebagai misi pertama yang membawa astronaut non-Amerika mengelilingi Bulan.

Selain itu, misi ini juga mencatat sejarah baru, Victor Glover menjadi orang kulit berwarna pertama yang terbang menuju Bulan, sementara Christina Koch menjadi perempuan pertama yang terlibat dalam penerbangan manusia ke Bulan.

Tujuan dan Durasi Misi Artemis II

Berlangsung sekitar 10 hari, Artemis II tidak dirancang untuk mendarat di permukaan Bulan.

Misi ini akan membawa kapsul Orion mengelilingi Bulan menggunakan lintasan free-return trajectory, yaitu jalur penerbangan yang memungkinkan wahana kembali ke Bumi secara alami dengan bantuan gravitasi Bulan.

Para astronaut diperkirakan menempuh perjalanan sekitar tiga hari dari Bumi menuju Bulan.

Setelah tiba, kru akan menghabiskan waktu sekitar satu hari untuk mengamati serta mendokumentasikan sisi jauh Bulan, wilayah yang tidak dapat terlihat langsung dari Bumi.

Uji Kritis Sistem Roket dan Kapsul Orion

Artemis II berfungsi sebagai uji coba penuh pertama sistem utama Space Launch System (SLS) dan kapsul Orion dalam kondisi luar angkasa sesungguhnya.

Seluruh sistem, mulai dari navigasi, komunikasi, hingga perlindungan panas, akan diuji sebelum NASA melangkah ke misi pendaratan manusia yang direncanakan pada 2027.

Saat kembali ke Bumi, kapsul Orion diproyeksikan memasuki atmosfer dengan kecepatan sekitar 40.000 kilometer per jam, menjadikannya salah satu kecepatan tertinggi dalam sejarah penerbangan antariksa berawak.

Fase ini menjadi ujian krusial bagi sistem pelindung panas Orion.

Berpotensi Pecahkan Rekor Jarak Terjauh Manusia

Sejumlah sumber menyebutkan bahwa Artemis II berpotensi mencatat jarak terjauh yang pernah ditempuh manusia dari Bumi.

Hal ini bergantung pada waktu peluncuran dan lintasan yang dipilih selama misi berlangsung.

Jika skenario tersebut tercapai, rekor sebelumnya yang dipegang misi Apollo 13 pada 1970, sekitar 400.171 kilometer dari Bumi, akan terlampaui.

Penyesuaian Jadwal dan Jendela Peluncuran Cadangan

NASA sempat menunda jadwal peluncuran dari 6 Februari menjadi 8 Februari 2026 akibat cuaca dingin ekstrem di Cape Canaveral, Florida.

Selain itu, latihan pengisian bahan bakar roket atau wet dress rehearsal dijadwalkan ulang ke 2 Februari 2026 untuk memberikan waktu tambahan bagi tim teknis.

Apabila peluncuran pada 8 Februari tidak memungkinkan, NASA telah menyiapkan jendela peluncuran cadangan pada 10 dan 11 Februari 2026.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#nasa