RADARBANYUWANGI.ID - Kekuatan militer suatu negara tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi dan persenjataan, tetapi juga oleh jumlah personel aktif yang dimiliki. Di tengah pesatnya modernisasi alat utama sistem senjata, sumber daya manusia tetap menjadi pilar utama pertahanan nasional.
Berdasarkan laporan The Military Balance 2025 yang dirilis International Institute for Strategic Studies (IISS) dan diolah oleh Business Insider, berikut pemeringkatan negara-negara dengan jumlah militer aktif terbesar di dunia, disertai data anggaran pertahanan tahun 2024.
Apa yang Dimaksud Personel Militer Aktif?
Personel militer aktif adalah seluruh anggota berseragam yang bertugas penuh waktu, termasuk tentara darat, angkatan laut, angkatan udara, marinir, dan pasukan khusus. Jumlah ini mencerminkan kemampuan dasar suatu negara untuk mempertahankan wilayah, menguasai medan, serta memproyeksikan kekuatan.
Apakah Jumlah Personel Menentukan Kekuatan Militer?
Menurut Mark Cancian, penasihat senior di Center for Strategic and International Studies (CSIS), jumlah personel memang memiliki nilai strategis, namun bukan satu-satunya faktor penentu. Kesiapan tempur, kualitas pelatihan, teknologi, sistem komando, dan anggaran pertahanan justru sangat menentukan efektivitas militer secara keseluruhan.
25 Militer Aktif Terbesar Dunia (2025)
1. China
- Personel aktif: 2.035.000
- Anggaran pertahanan: US$235 miliar
2. India
- Personel aktif: 1.476.000
- Anggaran pertahanan: US$74,4 miliar
3. Amerika Serikat
- Personel aktif: 1.316.000
- Anggaran pertahanan: US$968 miliar
4. Korea Utara
- Personel aktif: 1.280.000
- Anggaran pertahanan: Tidak dilaporkan
5. Rusia
- Personel aktif: 1.134.000
- Anggaran pertahanan: US$120,3 miliar
6. Ukraina
- Personel aktif: 730.000
- Anggaran pertahanan: US$28,4 miliar
7. Pakistan
- Personel aktif: 660.000
- Anggaran pertahanan: US$8,4 miliar
8. Iran
- Personel aktif: 610.000
- Anggaran pertahanan: US$8 miliar
9. Ethiopia
- Personel aktif: 503.000
- Anggaran pertahanan: US$623 juta
10. Korea Selatan
- Personel aktif: 500.000
- Anggaran pertahanan: US$43,9 miliar
11. Vietnam
- Personel aktif: 450.000
- Anggaran pertahanan: US$7,8 miliar
12. Mesir
- Personel aktif: 439.000
- Anggaran pertahanan: US$2,8 miliar
13. Indonesia
- Personel aktif: 405.000
- Anggaran pertahanan: US$10,9 miliar
14. Brasil
- Personel aktif: 375.000
- Anggaran pertahanan: US$24,4 miliar
15. Thailand
- Personel aktif: 361.000
- Anggaran pertahanan: US$5,7 miliar
16. Turki
- Personel aktif: 355.000
- Anggaran pertahanan: US$14,3 miliar
17. Eritrea
- Personel aktif: 302.000
- Anggaran pertahanan: Tidak dilaporkan
18. Meksiko
- Personel aktif: 287.000
- Anggaran pertahanan: US$10,2 miliar
19. Kolombia
- Personel aktif: 269.000
- Anggaran pertahanan: US$7,7 miliar
20. Sri Lanka
- Personel aktif: 263.000
- Anggaran pertahanan: US$1,4 miliar
21. Arab Saudi
- Personel aktif: 257.000
- Anggaran pertahanan: US$71,7 miliar
22. Jepang
- Personel aktif: 247.000
- Anggaran pertahanan: US$53 miliar
23. Prancis
- Personel aktif: 202.000
- Anggaran pertahanan: US$64 miliar
24. Maroko
- Personel aktif: 196.000
- Anggaran pertahanan: US$6,6 miliar
25. Irak
- Personel aktif: 193.000
- Anggaran pertahanan: US$12,7 miliar
Bagaimana Peran Cadangan dan Paramiliter?
IISS memisahkan data personel aktif, cadangan, dan paramiliter. Vietnam tercatat memiliki cadangan terbesar di dunia, mencapai 5 juta orang. Namun, kualitas dan kesiapan cadangan sangat bervariasi, terutama di negara dengan sistem wajib militer jangka pendek.
Paramiliter, meskipun efektif untuk keamanan dalam negeri, dinilai memiliki nilai militer yang sangat terbatas dalam konflik eksternal.
Perbandingan jumlah personel militer aktif memberikan gambaran tentang prioritas pertahanan suatu negara. Namun, kekuatan militer sejati merupakan kombinasi antara jumlah personel, kesiapan tempur, teknologi, serta dukungan anggaran negara. Di era peperangan modern, kuantitas tetap penting, tetapi kualitas menjadi penentu utama.
Editor : Lugas Rumpakaadi