Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Jamin Kesetaraan, Banyuwangi Punya 173 Satuan Penyelenggara Pendidikan Inklusif

Sigit Hariyadi • Selasa, 16 Desember 2025 | 03:21 WIB
Bupati Ipuk Fiestiandani menggelar kegiatan Curhat Bu Ipuk. Pada kegiatan ini warga dapat menyampaikan berbagai aspirasi, termasuk soal pendidikan teman difabel.
Bupati Ipuk Fiestiandani menggelar kegiatan Curhat Bu Ipuk. Pada kegiatan ini warga dapat menyampaikan berbagai aspirasi, termasuk soal pendidikan teman difabel.

RADARBANYUWANGI.ID – Pemkab Banyuwangi melalui Dinas Pendidikan (Dispendik) Banyuwangi benar-benar concern terhadap penyelenggaraan pendidikan inklusif di kabupaten the Sunrise of Java. Setidaknya hal ini tergambar dari banyaknya satuan pendidikan atau sekolah penyelenggara pendidikan inklusif di Bumi Blambangan.

Saat ini terdapat 173 satuan pendidikan penyelenggara inklusif di Banyuwangi. Sedangkan jumlah siswa berkebutuhan khusus yang belajar di sekolah reguler mencapai 1.275 orang. Mereka didampingi sekitar 250 guru pembimbing khusus.

Masih di sektor pendidikan, pemkab telah membuka jalan bagi teman difabel yang ingin meraih cita-citanya. Pemkaab Banyuwangi selama ini memberikan beasiswa Banyuwangi Cerdas, salah satunya bagi pelajar difabel berprestasi.

Tidak berhenti di sektor pendidikan, pemerintah kabupaten ujung timur Pulau Jawa juga membuka peluang bagi teman difabel menjadi aparatur sipil negara (ASN). Sejauh ini beberapa ASN pemkab merupakan penyandang disabilitas.

Bupati Ipuk Fiestiandani mengatakan, keterbatasan teman difabel bukanlah kekurangan. “Justru dari sana lahir prestasi yang membanggakan kita semua,” ujarnya.

Ipuk menegaskan bahwa pemkab berkomitmen menjadikan Banyuwangi sebagai kabupaten yang inklusif bagi semua. Pemerintah daerah, kata dia, tidak hanya memberi ruang ekspresi melalui festival, tetapi juga menyerap aspirasi penyandang disabilitas melalui program “Rembug Disabilitas”. Dari forum tersebut, pemkab merumuskan kebijakan berbasis pengalaman nyata penyandang disabilitas untuk mewujudkan harapan yang mereka inginkan.

“Kami juga melaksanakan program sekolah inklusif yang memberikan kersempatan bagi peserta didik berkebutuhan khusus untuk bisa bersekolah di sekolah umum bersama teman lainnya,” sambungnya.

Ipuk juga mengajak para pelajar untuk saling menghargai dan saling membantu. Tidak boleh ada perundungan, penghinaan, maupun kekerasan terhadap anak-anak dengan keterbatasan fisik.

Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi Suratno menyebut, saat ini terdapat 173 satuan pendidikan penyelenggara inklusif di Banyuwangi dengan 1.275 siswa berkebutuhan khusus yang belajar di sekolah reguler didampingi sekitar 250 guru pembimbing khusus. “Melalui kolaborasi dengan berbagai mitra nasional dan internasional, kami berharap Banyuwangi semakin kuat sebagai kabupaten inklusif dan mampu memberikan layanan pendidikan terbaik bagi semua anak,” pungkasnya. (sgt)

Editor : Sigit Hariyadi
#pendidikan #Dispendik banyuwangi #Inklusif #banyuwangi