RADARBANYUWANGI.ID - Fenomena langit tahunan yang selalu dinantikan para pengamat astronomi kembali hadir pada Desember ini.
Hujan meteor Geminid diprediksi mencapai puncaknya pada malam Minggu, 14 Desember hingga Senin pagi, 15 Desember.
Tahun ini, masyarakat di Indonesia berkesempatan menyaksikan hingga 150 meteor per jam apabila kondisi langit cerah dan bebas polusi cahaya.
Apa Itu Hujan Meteor Geminid?
Hujan meteor merupakan peristiwa astronomis ketika butiran debu atau kerikil dari luar angkasa memasuki atmosfer Bumi dan terbakar, sehingga menimbulkan jejak cahaya mirip bola api.
Geminid mendapatkan namanya dari titik asal kemunculannya (radiant) yang berada di rasi bintang Gemini.
Berbeda dari banyak hujan meteor lain yang berasal dari komet, Geminid berasal dari serpihan batuan dan debu asteroid 3200 Phaethon.
Asteroid ini mengelilingi Matahari dalam waktu sekitar 1,4 tahun dan meninggalkan jalur material yang kemudian dilintasi Bumi setiap Desember.
Jadwal Hujan Meteor Geminid 2025
Hujan meteor Geminid berlangsung pada 4–20 Desember 2025, dengan puncak aktivitas terjadi pada 14–15 Desember di Indonesia.
Pada saat puncak, jumlah meteor yang tampak dapat mencapai 120–150 meteor per jam, bergantung pada kondisi langit.
Menurut berbagai pengamatan astronomi, hujan meteor Geminid dapat mulai terlihat sejak pukul 21.00 WIB dan memuncak antara tengah malam hingga menjelang subuh, biasanya sekitar pukul 02.00 waktu lokal.
Karakteristik Meteor Geminid
Geminid dikenal sebagai salah satu hujan meteor paling aktif dan spektakuler.
Beberapa ciri khasnya antara lain:
- Cahaya lebih terang dan sering kali menampilkan warna seperti kuning, hijau, atau kebiruan.
- Gerakan relatif lebih lambat, sehingga jejaknya lebih mudah diikuti dengan mata telanjang.
- Visibilitas luas, karena periode maksimumnya berlangsung hampir 24 jam dan dapat disaksikan dari berbagai belahan dunia.
- Fase Bulan pada periode ini juga tidak terlalu terang, sehingga cahaya Bulan diperkirakan tidak akan mengganggu kualitas pengamatan.
Tips Menyaksikan Hujan Meteor
Untuk mendapatkan pengalaman terbaik, beberapa langkah berikut dapat diperhatikan:
Pilih Lokasi Gelap
Cari area yang jauh dari lampu kota untuk menghindari polusi cahaya.
Semakin gelap lokasi, semakin banyak meteor yang dapat dilihat.
Arahkan Pandangan ke Timur Laut
Meskipun titik kemunculan meteor berada di rasi Gemini yang terbit di timur laut, Anda tidak perlu menatap langsung ke rasi tersebut.
Meteor kerap tampak lebih jelas ketika terlihat jauh dari radiant.
Biarkan Mata Beradaptasi
Luangkan waktu 15–30 menit agar mata menyesuaikan diri dengan gelapnya malam.
Hindari menatap layar ponsel agar adaptasi tidak terganggu.
Tidak Perlu Alat Khusus
Hujan meteor Geminid dapat diamati dengan mata telanjang.
Penggunaan teropong justru membatasi jangkauan pandang.
Perhatikan Cuaca
Di Indonesia, Desember merupakan puncak musim hujan, sehingga tutupan awan dapat menghambat pengamatan.
Pantau prakiraan cuaca untuk memilih waktu terbaik.
Kenakan Pakaian Hangat
Meski Indonesia tidak mengalami musim dingin, pengamatan pada dini hari tetap terasa lebih dingin.
Kenakan pakaian hangat dan siapkan alas duduk.
Editor : Lugas Rumpakaadi