RADARBANYUWANGI.ID - Berikut contoh materi khutbah Jumat dengan tema “Menjaga Lisan” — lengkap dengan khutbah pertama dan kedua, dalil Al-Qur’an dan hadits, serta gaya bahasa yang sesuai untuk disampaikan di mimbar.
KHUTBAH PERTAMA
Khutbah Jumat: Menjaga Lisan, Menjaga Kehormatan
Muqaddimah
الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا.
من يهده الله فلا مضل له ومن يضلل فلا هادي له.
أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له وأشهد أن محمداً عبده ورسوله.
اللهم صل وسلم على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Marilah kita tingkatkan ketakwaan kepada Allah ﷻ dengan sebenar-benarnya takwa, yaitu dengan melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.
Karena dengan takwa, Allah akan memberikan jalan keluar dari segala kesulitan, dan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.
Isi Khutbah
Jama’ah Jumat yang dirahmati Allah,
Salah satu anggota tubuh yang kecil namun sangat berpengaruh dalam kehidupan kita adalah lisan.
Dari lisannya seseorang bisa meraih surga, namun dengan lisannya pula seseorang bisa terjerumus ke dalam neraka.
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata yang baik atau diam."
(HR. Bukhari dan Muslim)
Hadits ini mengajarkan kepada kita bahwa seorang mukmin sejati tidak akan sembarangan dalam berbicara.
Ia akan berpikir sebelum mengucapkan sesuatu — apakah ucapannya membawa manfaat, atau justru mendatangkan dosa.
Saudara-saudara kaum muslimin rahimakumullah,
Banyak manusia yang tergelincir ke dalam dosa besar bukan karena perbuatan tangan atau kaki, melainkan karena ucapan lisannya.
Menggunjing, memfitnah, mencela, menghina, atau menyebarkan kebohongan — semuanya bisa menjadi sebab murka Allah.
Allah ﷻ berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا ۚ
“Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa. Dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain, dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain.”
(QS. Al-Hujurat: 12)
Bayangkan, betapa banyak perselisihan, permusuhan, dan perpecahan yang terjadi di tengah masyarakat, hanya karena ucapan yang tidak dijaga.
Satu kalimat bisa menghancurkan persaudaraan, merusak kehormatan, bahkan memutus silaturahmi.
Rasulullah ﷺ pernah bersabda kepada Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu:
“Tidakkah engkau tahu bahwa kebanyakan manusia diseret ke neraka karena hasil dari ucapan lisannya?”
(HR. Tirmidzi)
Oleh karena itu, wahai kaum muslimin, marilah kita menjaga lisan kita:
-
Jangan berkata kecuali yang baik dan bermanfaat.
-
Hindari ghibah dan fitnah.
-
Jangan menyebarkan berita yang belum pasti kebenarannya.
-
Biasakan berkata jujur dan lembut kepada sesama.
Karena setiap kata yang keluar dari mulut kita akan dicatat oleh malaikat. Allah ﷻ berfirman:
مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ
“Tidak satu kata pun yang diucapkannya melainkan di sisinya ada malaikat pengawas yang selalu hadir.”
(QS. Qaf: 18)
KHUTBAH KEDUA
الحمد لله حمدًا كثيرًا طيبًا مباركًا فيه كما يحب ربنا ويرضى،
أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله.
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Menjaga lisan adalah bagian dari kesempurnaan iman. Orang yang mampu mengendalikan lisannya akan selamat dunia dan akhirat.
Sebaliknya, orang yang tidak mampu menjaga ucapannya akan binasa karena lisannya sendiri.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sesungguhnya orang yang paling aku cintai dan paling dekat tempat duduknya denganku pada hari kiamat adalah orang yang paling baik akhlaknya.”
(HR. Tirmidzi)
Akhlak yang baik tidak lepas dari ucapan yang baik — santun, sopan, dan membawa kedamaian bagi orang lain.
Maka marilah kita jadikan lisan kita sebagai sarana menyebar kebaikan: berdzikir, membaca Al-Qur’an, menasihati dengan lembut, dan mendoakan sesama muslim.
Semoga Allah ﷻ memudahkan kita untuk menjaga lisan dari ucapan yang sia-sia, dan menjadikan setiap kata kita sebagai amal yang diridhai-Nya.