RadarBanyuwangi.id - Buah semangka (Citrullus lanatus) berasal dari leluhur liar di Afrika utara dan timur laut, yang dikonsumsi manusia sejak sekitar 5.000 SM sebagai sumber air dan nutrisi di daerah kering.
Jalur domestikasi dimulai di Mesir kuno sekitar 2.000 SM, kemudian semangka dibudidayakan di Yunani dan Romawi sebelum menyebar ke Asia pada abad ke-7 dan Eropa melalui penaklukan Moor di Iberia pada abad ke-10.
Varietas manis dan berdaging merah yang kita kenal sekarang merupakan hasil seleksi berabad‑abad, dengan inovasi penting berupa pemuliaan semangka tanpa biji pada 1939 di Jepang.
Kini semangka adalah buah musim panas populer di seluruh dunia, dengan China sebagai produsen utama.
1. Asal Mula Liar di Afrika
1.1 Uan Muhuggiag, Libya (± 5.000 SM)
Penelitian arkeobotani menemukan biji semangka liar di situs prasejarah Uan Muhuggiag, menunjukkan konsumsi semangka oleh manusia sejak 5.000 tahun sebelum Masehi. Biji ini mungkin berasal dari varietas gurum (C. lanatus var. colocynthoides) yang tersebar di Gurun Sahara.
1.2 Kordofan Melon, Sudan
Studi genetik mengungkap Kordofan melon (C. lanatus subsp. cordophanus) sebagai kerabat terdekat semangka domestik, dengan sifat rasa pahit yang hilang seiring domestikasi di Lembah Nil.
2. Domestikasi di Mesir Kuno
2.1 Bukti pada 2.000 SM
Biji semangka termanis pertama ditemukan di Mesir, dengan catatan lukisan pada lukisan batu kapur piramida dan penyimpanan biji di makam faraon. Buah awal memiliki rasa lebih pahit dan daging putih kekuningan.
2.2 Penyebaran ke Mediterania
Semangka memasuki Yunani dan Romawi melalui perdagangan Mediterania pada abad ke-3–1 SM, tercatat oleh penulis Romawi seperti Pliny the Elder yang menyebutkan “melon air” dalam karya Natural History.
3. Penyebaran ke Asia dan Eropa Barat
3.1 India dan Tiongkok (Abad ke-7 hingga ke-10)
Catatan Arab menunjukkan semangka dibudidayakan di India pada abad ke-7 dan mencapai Tiongkok pada abad ke-10, di mana puisi Dinasti Tang menggambarkannya sebagai sanjungan musim panas.
3.2 Iberia dan Eropa (Abad ke-10 hingga ke-17)
Para penakluk Moor memperkenalkan semangka ke Semenanjung Iberia pada 961 di Córdoba dan 1158 di Seville. Pada abad ke-17, semangka menjadi tanaman kebun umum di Prancis dan Inggris, meski varietas modern belum terbentuk.
4. Evolusi Menuju Semangka Manis Modern
4.1 Seleksi Rasa dan Ukuran
Pemulia petani secara bertahap memilih varietas berdaging merah dengan kadar gula tinggi, menggantikan jenis kuning-pahit menjadi semangka “dessert”.
4.2 Semangka Tanpa Biji (1939)
Peneliti Jepang berhasil mengembangkan semangka triploid tanpa biji pada 1939, menggunakan hibrida dengan kromosom tambahan untuk memblokir pembentukan biji. Meski awalnya rentan penyakit, kini semangka tanpa biji mendominasi pangsa pasar.
5. Semangka di Era Kontemporer
China kini menghasilkan hampir dua pertiga semangka dunia dengan lebih dari 1.000 varietas. Teknik budidaya modern seperti pengaturan irigasi drip dan perlindungan plastik meningkatkan hasil panen dan kualitas rasa.
Editor : Ali Sodiqin