RadarBanyuwangi.id - Dalam budaya Jawa, hari-hari tertentu dipercaya memiliki energi gaib yang lebih kuat dari biasanya.
Salah satunya adalah ketika malam Jumat Legi bertepatan dengan Kamis Kliwon dua waktu yang masing-masing sudah dikenal memiliki nuansa mistis.
Saat keduanya bersatu, muncul banyak mitos tentang terbukanya "pintu gaib" dan meningkatnya aktivitas makhluk halus.
Menurut kepercayaan masyarakat Jawa, malam Jumat Legi adalah waktu ketika roh leluhur dipercaya lebih dekat dengan dunia manusia.
Sementara Kamis Kliwon dianggap sebagai malam rawan, di mana energi negatif atau makhluk halus lebih aktif.
Ketika keduanya jatuh dalam satu malam, sebagian orang menganggap itu sebagai malam keramat.
Di malam seperti ini, ada yang sengaja melakukan ritual spiritual seperti tirakat, doa khusus, atau bahkan semedi di tempat-tempat sunyi.
Tak sedikit juga yang menghindari keluar rumah terlalu malam, tidak menggantung pakaian di luar, atau menutup jendela rapat-rapat untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan.
Meski tak bisa dibuktikan secara ilmiah, mitos ini masih dipercaya banyak kalangan, terutama di pedesaan.
Seorang tokoh adat di Yogyakarta menyebut, "Ini bukan soal takut, tapi soal menjaga sikap dan menghormati alam gaib yang dipercaya hidup berdampingan dengan manusia."
Bagi generasi muda, malam Jumat Legi mungkin hanya terasa sebagai malam biasa. Namun bagi sebagian masyarakat Jawa, ini adalah waktu untuk menundukkan hati, berdoa, dan mengingat bahwa dunia tak hanya tentang yang terlihat. (*)
Editor : Lugas Rumpakaadi