RadarBanyuwangi.id - Kelapa pink, atau yang dikenal sebagai kelapa wulung, merupakan salah satu varietas kelapa yang unik dan langka di Indonesia.
Keunikan utamanya terletak pada warna serat sabutnya yang berwarna merah muda hingga ungu, yang menjadi ciri khas pembeda dari kelapa biasa.
Warna ini muncul ketika bagian pangkal buah dikupas, menampilkan keindahan alami yang memikat.
Asal Usul dan Penyebaran
Kelapa wulung berasal dari wilayah tropis Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Di Pulau Jawa, kelapa ini dikenal dengan sebutan "degan wulung" dan sering dijumpai di pasar-pasar tradisional di daerah seperti Bogor dan Yogyakarta.
Kelapa ini termasuk dalam varietas kelapa hijau jenis varidis, namun memiliki perbedaan mencolok pada warna serat sabutnya yang merah muda.
Peran dalam Budaya dan Tradisi
Sejak dahulu, kelapa wulung telah digunakan dalam berbagai upacara adat dan pengobatan tradisional. Masyarakat adat percaya bahwa kelapa ini memiliki kekuatan magis dan digunakan dalam ritual untuk menangkal energi negatif serta sebagai penawar racun.
Air kelapa wulung juga digunakan oleh para dukun di Jawa sebagai obat untuk berbagai penyakit dan sebagai penyeimbang energi tubuh.
Ciri Fisik dan Rasa
Kelapa wulung memiliki ukuran buah yang lebih kecil dibandingkan kelapa biasa, dengan bentuk bulat dan serat sabut berwarna merah muda.
Airnya memiliki rasa yang sedikit pahit namun menyegarkan, sementara daging buahnya lebih manis dan lembut. Kandungan nutrisi dalam air kelapa wulung meliputi elektrolit seperti kalium, kalsium, dan magnesium, serta antioksidan seperti tanin dan flavonoid.
Budidaya dan Ketersediaan
Kelapa wulung tumbuh subur di daerah dengan ketinggian kurang dari 450 meter di atas permukaan laut, curah hujan antara 1300-2300 mm per tahun, dan suhu berkisar 20-27°C.
Pohon ini memerlukan sinar matahari sekitar 120 jam per bulan dan kelembaban udara relatif 70-80%. Karena kelangkaannya, harga kelapa wulung di pasaran bisa mencapai dua kali lipat dari kelapa biasa. (*)
Editor : Ali Sodiqin