Selasa, 25 Jan 2022
Radar Banyuwangi
Home / Edukasi
icon featured
Edukasi
LKP Desy Education

PHRI Banyuwangi Uji Kompetensi Peserta PKK

30 November 2021, 09: 12: 37 WIB | editor : Ali Sodiqin

PHRI Banyuwangi Uji Kompetensi Peserta PKK

FB PRODUCT: Peserta program PKK, praktik memasak di hadapan tim Asesor Uji Kompetensi PHRI Banyuwangi. (Benny Siswanto/RadarBanyuwangi.id)

Share this      

BANYUWANGI – Uji kompetensi peserta program Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK) Tipe A: Platinum Bidang Perhotelan digelar Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Desy Education (DE) Banyuwangi.

Acara yang di-support oleh Direktorat Kursus dan Pelatihan, Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Kemendikbudristek RI tersebut, dilaksanakan di Hotel Santika Banyuwangi, Minggu (28/11).

Sebanyak 60 peserta program PKK, menjalani Uji Kompetensi Perhotelan Jenjang III KKNI bersama Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Cabang Banyuwangi.

Baca juga: Guru Dituntut Menjawab Tantangan Pembelajaran Revolusi Industri 4.0

Ketua BPC PHRI Banyuwangi Zaenal Muttaqin menyebut LKP DE Banyuwangi sebagai salah satu LKP percontohan terbaik di Indonesia. Sukses membangun link and match bagi perkembangan dunia pendidikan dan pelatihan di Banyuwangi. ”Ini sangat luar biasa kontribusinya bagi DUDIKA,” beber Zaenal.    

Zaenal menegaskan PHRI siap mendukung LKP DE Banyuwangi untuk kemajuan dan menambah khazanah warga Banyuwangi terkait pelatihan. Ini salah satu LKP yang akan dijadikan peluang usaha dan mengurangi angka pengangguran di Banyuwangi. ”SDM di LKP DE bisa dibanggakan dan menjadi pilihan bagi dunia usaha industri,” ungkap Zaenal.

Direktur LKP DE Banyuwangi Handoyo Saputro menjelaskan, peserta program PKK mengikuti uji kompetensi industri berupa ujian teori dan praktik bersama PHRI Banyuwangi. ”Ada empat materi yang diujikan yakni Room Division meliputi Front Office & House Keeping dan Food & Beverage meliputi Service & Product,” jelasnya.

Handoyo mengungkapkan acara ini merupakan pra sebelum menuju sertifikasi oleh Lembaga Sertifikasi Kompetensi (LSK) dan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) pada bulan Desember mendatang. Sehingga peserta Program PKK nantinya lebih siap dan percaya diri ketika melaksanakan uji kompetensi bersama lembaga sertifikasi. ”Semoga nanti lulus semua, sehingga lulusan LKP DE siap bekerja dan memiliki sertifikasi lengkap sesuai kebutuhan dari industri,” pungkas Handoyo.

(bw/*/als/JPR)

©2022 PT. JawaPos Group Multimedia