alexametrics
24.8 C
Banyuwangi
Tuesday, July 5, 2022

CBT Disimulasikan SDN 1 Kebaman

SRONO, Jawa Pos Radar Genteng – Para siswa SDN 1 Kebaman, Kecamatan Srono mengikuti simulasi ujian yang digelar secara Computer Based Test (CBT), kemarin (28/9). Ini dilakukan untuk membiasakan siswa menggunakan perangkat komputer dalam menghadapi ujian Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) pada November 2021 nanti.

Kepala SDN 1 Kebaman, Kecamatan Srono, Titik Nurhayati, 57, mengatakan ujian secara CBT ini baru kali pertama dijalani siswa. Untuk itu, sekolah mengadakan simulasi dahulu agar para siswa bisa mengenal. “Simulasi diikuti tiga kelas. Kelas empat, lima, dan enam,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Genteng.

Meski simulasi diikuti tiga kelas, terang dia, nanti, AKM hanya akan diikuti oleh para siswa kelas lima saja. Itu dilaksanakan secara serentak oleh siswa SD, SMP, dan SMA se Kabupaten Banyuwangi. “Untuk tanggalnya masih belum pasti, tapi yang jelas November 2021,” cetusnya.

Dalam simulasi ini, jelas dia, para siswa diharuskan mengerjakan soal yang sudah dipersiapkan. Untuk mengerjakan soal, para siswa memakai perangkat komputer sekolah. “Ada siswa yang membawa laptop sendiri,” ujarnya.

Titik menyebut selama ini sekolahnya belajar secara tatap muka. Dan itu berjalan dengan lancar. Meski tergolong belum efektif, para siswa sangat antusias mengikuti kegiatan belajar mengajar secara langsung di sekolah ini. “Yang penting para siswa taat prokes dulu,” pungkasnya.

SRONO, Jawa Pos Radar Genteng – Para siswa SDN 1 Kebaman, Kecamatan Srono mengikuti simulasi ujian yang digelar secara Computer Based Test (CBT), kemarin (28/9). Ini dilakukan untuk membiasakan siswa menggunakan perangkat komputer dalam menghadapi ujian Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) pada November 2021 nanti.

Kepala SDN 1 Kebaman, Kecamatan Srono, Titik Nurhayati, 57, mengatakan ujian secara CBT ini baru kali pertama dijalani siswa. Untuk itu, sekolah mengadakan simulasi dahulu agar para siswa bisa mengenal. “Simulasi diikuti tiga kelas. Kelas empat, lima, dan enam,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Genteng.

Meski simulasi diikuti tiga kelas, terang dia, nanti, AKM hanya akan diikuti oleh para siswa kelas lima saja. Itu dilaksanakan secara serentak oleh siswa SD, SMP, dan SMA se Kabupaten Banyuwangi. “Untuk tanggalnya masih belum pasti, tapi yang jelas November 2021,” cetusnya.

Dalam simulasi ini, jelas dia, para siswa diharuskan mengerjakan soal yang sudah dipersiapkan. Untuk mengerjakan soal, para siswa memakai perangkat komputer sekolah. “Ada siswa yang membawa laptop sendiri,” ujarnya.

Titik menyebut selama ini sekolahnya belajar secara tatap muka. Dan itu berjalan dengan lancar. Meski tergolong belum efektif, para siswa sangat antusias mengikuti kegiatan belajar mengajar secara langsung di sekolah ini. “Yang penting para siswa taat prokes dulu,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/