alexametrics
24.1 C
Banyuwangi
Wednesday, June 29, 2022

Guru Boleh Masuk Untuk Siapkan Asesmen Nasional

RadarBanyuwangi.id Persiapan Asesmen Nasional (AN) tampaknya menjadi prioritas bagi sekolah. Dinas Pendidikan Banyuwangi mengizinkan maksimal 25 persen guru untuk masuk ke sekolah hingga Kamis (2/9) nanti.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Suratno mengatakan, aturan PPKM hanya mengizinkan daerah dengan minimal level 3 dan ke bawah untuk bisa menggelar pembelajaran tatap muka. Untuk mempersiapkan AN, sekolah boleh memasukkan maksimal 25 persen guru untuk persiapan. Sedangkan untuk siswa tetap berada di rumah dan mempelajari soal AN secara daring.

Saat ini AN menjadi prioritas program yang dijalankan pemerintah. “Untuk persiapan guru boleh masuk ke sekolah. Untuk siswa tetap di rumah, tapi nanti jika kondisi berubah Level 3 semua harus siap segera masuk ke sekolah,” tegasnya.

Kepala SDN 1 Lateng Lina Kamalin menambahkan, waktu persiapan AN  dimanfaatkan guru untuk menguji kendala pada perangkat, aplikasi dan konten yang akan dikerjakan siswa saat menjalani AN nanti. Dari hasil evaluasi tersebut, nantinya guru akan tahu kendala apa dan apa yang dibutuhkan siswa.

Baik itu kebutuhan di skill hardware atau software. 

Guru memiliki waktu untuk melakukan evaluasi di sekolah selama masa persiapan ini bisa berlangsung. “Kalau untuk hardware kemarin siswa sudah sempat mencoba ketika PTM digelar, sekarang tinggal kontenya saja. Sementara siswa melakukan latihan untuk konten di rumah. Untuk  simulasi bagi siswa saat ini masih belum ada,’’ ujar  mantan Kepala SDN 3 Panderejo itu

Soal dan aplikasi untuk AN disediakan oleh Pusat Asesmen dan Pembelajaran (Puspenjar) Kemendikbud. Nantinya sasaran dari Asesmen Nasional sadalah siswa kelas 5. Di SDN 1 Lateng ada 130 siswa kelas 5, tapi nanti hanya 30 saja yang akan mengikuti AN. “Sekarang karena belum PTM mereka kita siapkan kontenya dulu, jadi berlatih apa yang nanti kira-kira akan diujikan,” pungkasnya. (fre/aif)

RadarBanyuwangi.id Persiapan Asesmen Nasional (AN) tampaknya menjadi prioritas bagi sekolah. Dinas Pendidikan Banyuwangi mengizinkan maksimal 25 persen guru untuk masuk ke sekolah hingga Kamis (2/9) nanti.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Suratno mengatakan, aturan PPKM hanya mengizinkan daerah dengan minimal level 3 dan ke bawah untuk bisa menggelar pembelajaran tatap muka. Untuk mempersiapkan AN, sekolah boleh memasukkan maksimal 25 persen guru untuk persiapan. Sedangkan untuk siswa tetap berada di rumah dan mempelajari soal AN secara daring.

Saat ini AN menjadi prioritas program yang dijalankan pemerintah. “Untuk persiapan guru boleh masuk ke sekolah. Untuk siswa tetap di rumah, tapi nanti jika kondisi berubah Level 3 semua harus siap segera masuk ke sekolah,” tegasnya.

Kepala SDN 1 Lateng Lina Kamalin menambahkan, waktu persiapan AN  dimanfaatkan guru untuk menguji kendala pada perangkat, aplikasi dan konten yang akan dikerjakan siswa saat menjalani AN nanti. Dari hasil evaluasi tersebut, nantinya guru akan tahu kendala apa dan apa yang dibutuhkan siswa.

Baik itu kebutuhan di skill hardware atau software. 

Guru memiliki waktu untuk melakukan evaluasi di sekolah selama masa persiapan ini bisa berlangsung. “Kalau untuk hardware kemarin siswa sudah sempat mencoba ketika PTM digelar, sekarang tinggal kontenya saja. Sementara siswa melakukan latihan untuk konten di rumah. Untuk  simulasi bagi siswa saat ini masih belum ada,’’ ujar  mantan Kepala SDN 3 Panderejo itu

Soal dan aplikasi untuk AN disediakan oleh Pusat Asesmen dan Pembelajaran (Puspenjar) Kemendikbud. Nantinya sasaran dari Asesmen Nasional sadalah siswa kelas 5. Di SDN 1 Lateng ada 130 siswa kelas 5, tapi nanti hanya 30 saja yang akan mengikuti AN. “Sekarang karena belum PTM mereka kita siapkan kontenya dulu, jadi berlatih apa yang nanti kira-kira akan diujikan,” pungkasnya. (fre/aif)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/