alexametrics
24.3 C
Banyuwangi
Thursday, August 11, 2022

Peringati Sumpah Pemuda, Ratusan Siswa Lepaskan Tukik

BANYUWANGI – Ratusan siswa dengan bermacam-macam pakaian adat daerah, Minggu (28/10) berkumpul di pinggiran Pantai Boom Banyuwangi. Para siswa dari TK dan SD itu bersama-sama memperingati jatuhnya hari sumpah pemuda yang dimeriahkan dengan acara pelepasan tukik bersama-sama.

Sebelum melakukan pelepasan tukik, ratusan siswa tersebut terlebih dahulu bersama-sama menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya di hadapan bendera sang saka merah putih yang berkibar di tepi pantai. Setelah itu satu-persatu dari mereka mengambil mangkuk berwarna warni yang berisi tukik atau anak penyu.

Mereka kemudian bersama-sama melepaskan ratusan tukik yang digenggam untuk menuju lautan lepas. Teriakan dan pekik semangat terdengar kencang dilontarkan kepada para tukik agar bisa melaju cepat menuju lautan. “Aku baru pertama melepas, tapi masih takut mau pegang, tapi aku seneng,” ujar Clara, salah seorang siswi TK polos.

Baca Juga :  Prabowo Wira-Wiri ke Banyuwangi, Ada Apa?

Ketua Banyuwangi Sea Turtle Foundation (BSTF), Vinna Haditanojo mengatakan hari itu ada 360 siswa SD dan TK yang mengikuti pelepasan tukik. Kegiatan itu sendiri menurutnya menjadi bagian dari peringatan hari sumpah pemuda. Di mana para siswa yang mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah diajari untuk bisa meneladani semangat Bhineka Tunggal Ika.

“Ini momen sumpah pemuda, saatnya para generasi penerus ini ikut peduli kepada konservasi penyu,” kata Vinna. Dia juga mengatakan, prosesi melepas tukik sendiri sengaja dilakukan agar para siswa memiliki jiwa dan tanggung jawab untuk menjaga kelestarian kehidupan penyu di masa depan. Karena anak-anak ini menurutnya masih memiliki memori yang cukup bagus untuk diperkenalkan tentang tanggung jawab.

Baca Juga :  Gelar Sarasehan untuk Kenalkan Budaya dan Tradisi Banyuwangi

Usai pelepasan tukik oleh para siswa TK dan SD yang mengenakan pakaian adat, selanjutnya giliran Siswa-Siswi pramuka dari Gugus SDN 4 Penganjuran yang melakukan pelepasan anak penyu kea lam liar. Mereka juga menjadi bagian dari peringatan hari sumpah pemuda.

“Kami memang konsisten terus menerus melakukan sosialisasi untuk siswa tentang pentingnya melindungi penyu. Empat jenis penyu dari tujuh jenis yang ada di dunia semua ada di Banyuwangi, kita buat anak-anak ini ikut memiliki dan mencintai agar ke depan juga ikut menjaga,” tandas sulung dari dua bersaudara itu.

BANYUWANGI – Ratusan siswa dengan bermacam-macam pakaian adat daerah, Minggu (28/10) berkumpul di pinggiran Pantai Boom Banyuwangi. Para siswa dari TK dan SD itu bersama-sama memperingati jatuhnya hari sumpah pemuda yang dimeriahkan dengan acara pelepasan tukik bersama-sama.

Sebelum melakukan pelepasan tukik, ratusan siswa tersebut terlebih dahulu bersama-sama menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya di hadapan bendera sang saka merah putih yang berkibar di tepi pantai. Setelah itu satu-persatu dari mereka mengambil mangkuk berwarna warni yang berisi tukik atau anak penyu.

Mereka kemudian bersama-sama melepaskan ratusan tukik yang digenggam untuk menuju lautan lepas. Teriakan dan pekik semangat terdengar kencang dilontarkan kepada para tukik agar bisa melaju cepat menuju lautan. “Aku baru pertama melepas, tapi masih takut mau pegang, tapi aku seneng,” ujar Clara, salah seorang siswi TK polos.

Baca Juga :  Telur Deflasi, Daging Ayam Inflasi

Ketua Banyuwangi Sea Turtle Foundation (BSTF), Vinna Haditanojo mengatakan hari itu ada 360 siswa SD dan TK yang mengikuti pelepasan tukik. Kegiatan itu sendiri menurutnya menjadi bagian dari peringatan hari sumpah pemuda. Di mana para siswa yang mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah diajari untuk bisa meneladani semangat Bhineka Tunggal Ika.

“Ini momen sumpah pemuda, saatnya para generasi penerus ini ikut peduli kepada konservasi penyu,” kata Vinna. Dia juga mengatakan, prosesi melepas tukik sendiri sengaja dilakukan agar para siswa memiliki jiwa dan tanggung jawab untuk menjaga kelestarian kehidupan penyu di masa depan. Karena anak-anak ini menurutnya masih memiliki memori yang cukup bagus untuk diperkenalkan tentang tanggung jawab.

Baca Juga :  Memberi Makan Ayam, Cukup dikendalikan Lewat Ponsel

Usai pelepasan tukik oleh para siswa TK dan SD yang mengenakan pakaian adat, selanjutnya giliran Siswa-Siswi pramuka dari Gugus SDN 4 Penganjuran yang melakukan pelepasan anak penyu kea lam liar. Mereka juga menjadi bagian dari peringatan hari sumpah pemuda.

“Kami memang konsisten terus menerus melakukan sosialisasi untuk siswa tentang pentingnya melindungi penyu. Empat jenis penyu dari tujuh jenis yang ada di dunia semua ada di Banyuwangi, kita buat anak-anak ini ikut memiliki dan mencintai agar ke depan juga ikut menjaga,” tandas sulung dari dua bersaudara itu.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/