alexametrics
25.5 C
Banyuwangi
Wednesday, July 6, 2022

PLN Imbau Masyarakat Tak Bermain Layang-Layang Dekat Jaringan Listrik

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – PT PLN (Persero) mengimbau masyarakat tidak bermain layang-layang di sekitar jaringan listrik PLN. Apalagi, menggunakan layang-layang berkawat yang dapat menghantarkan listrik.

Pasalnya, jika layang-layang berkawat tersebut menempel pada jaringan listrik PLN akan menyebabkan hubungan singkat atau korsleting yang dapat membahayakan nyawa serta berakibat terganggunya pasokan listrik. Termasuk di dalamnya adalah pasokan listrik ke rumah sakit rujukan Covid-19, sentra vaksinasi, pabrik produsen oksigen, dan rumah-rumah sehat isolasi mandiri yang sangat penting perannya dalam penanganan pandemi.

”Setiap tahun selalu ada musim layang-layang. Meski demikian kami mengimbau agar masyarakat bermain di tempat tepat serta tidak membahayakan bagi pemain maupun jaringan tenaga listrik, sehingga tidak mengganggu kepentingan umum,” papar Senior Manager Distribusi PLN UID Jawa Timur Adriansyah.

Adriansyah menambahkan, PLN terus berupaya menekan gangguan pada sistem kelistrikan akibat layang-layang dengan sosialisasi berkala dan patroli jaringan. Hal tersebut demi mencegah kejadian yang tidak diinginkan.

Seperti halnya yang terjadi di Madiun Kota, layang-layang mengenai jaringan Saluran Udara Tegangan Menengah (SUTM) Penyulang Nglames pada (24/8) lalu. Kejadian serupa pun terjadi di Banyuwangi, layang-layang tersangkut pada ruas penghantar SUTM Penyulang Kaligondo, Rabu (18/8). Tim PLN ULP Genteng UP3 Banyuwangi pun bergerak cepat membersihkan sisa layang-layang yang mengakibatkan trip Penyulang Kaligondo pada pukul 17.22 WIB dan menormalkan sistem kelistrikan pada pukul 17.40 WIB.

Hingga 24 Agustus 2021, terdapat gangguan layang-layang pada jaringan SUTM sebanyak 43 kali yang menyebabkan 40 MWh energi listrik tak tersalurkan di Jawa Timur. PLN juga telah bersinergi dengan pihak terkait baik TNI, Polri, serta perangkat desa untuk melakukan razia ke lokasi-lokasi rawan gangguan listrik akibat layang-layang ini.

Kegiatan ini secara berkala dilakukan di sejumlah daerah rawan layang-layang. ”Kami memohon kerja sama dan dukungan masyarakat semua untuk dapat mengindahkan imbauan ini demi kenyamanan dan terjaganya pasokan listrik untuk seluruh pelanggan di Jawa Timur,” pungkas Adriansyah. (*/afi/c1)

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – PT PLN (Persero) mengimbau masyarakat tidak bermain layang-layang di sekitar jaringan listrik PLN. Apalagi, menggunakan layang-layang berkawat yang dapat menghantarkan listrik.

Pasalnya, jika layang-layang berkawat tersebut menempel pada jaringan listrik PLN akan menyebabkan hubungan singkat atau korsleting yang dapat membahayakan nyawa serta berakibat terganggunya pasokan listrik. Termasuk di dalamnya adalah pasokan listrik ke rumah sakit rujukan Covid-19, sentra vaksinasi, pabrik produsen oksigen, dan rumah-rumah sehat isolasi mandiri yang sangat penting perannya dalam penanganan pandemi.

”Setiap tahun selalu ada musim layang-layang. Meski demikian kami mengimbau agar masyarakat bermain di tempat tepat serta tidak membahayakan bagi pemain maupun jaringan tenaga listrik, sehingga tidak mengganggu kepentingan umum,” papar Senior Manager Distribusi PLN UID Jawa Timur Adriansyah.

Adriansyah menambahkan, PLN terus berupaya menekan gangguan pada sistem kelistrikan akibat layang-layang dengan sosialisasi berkala dan patroli jaringan. Hal tersebut demi mencegah kejadian yang tidak diinginkan.

Seperti halnya yang terjadi di Madiun Kota, layang-layang mengenai jaringan Saluran Udara Tegangan Menengah (SUTM) Penyulang Nglames pada (24/8) lalu. Kejadian serupa pun terjadi di Banyuwangi, layang-layang tersangkut pada ruas penghantar SUTM Penyulang Kaligondo, Rabu (18/8). Tim PLN ULP Genteng UP3 Banyuwangi pun bergerak cepat membersihkan sisa layang-layang yang mengakibatkan trip Penyulang Kaligondo pada pukul 17.22 WIB dan menormalkan sistem kelistrikan pada pukul 17.40 WIB.

Hingga 24 Agustus 2021, terdapat gangguan layang-layang pada jaringan SUTM sebanyak 43 kali yang menyebabkan 40 MWh energi listrik tak tersalurkan di Jawa Timur. PLN juga telah bersinergi dengan pihak terkait baik TNI, Polri, serta perangkat desa untuk melakukan razia ke lokasi-lokasi rawan gangguan listrik akibat layang-layang ini.

Kegiatan ini secara berkala dilakukan di sejumlah daerah rawan layang-layang. ”Kami memohon kerja sama dan dukungan masyarakat semua untuk dapat mengindahkan imbauan ini demi kenyamanan dan terjaganya pasokan listrik untuk seluruh pelanggan di Jawa Timur,” pungkas Adriansyah. (*/afi/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/