alexametrics
24.1 C
Banyuwangi
Wednesday, June 29, 2022

PPBD Semi Online Dimulai Rabu Besok

BANYUWANGI – Gelombang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA/SMK negeri segera dimulai. Pada tahap pertama, lowongan untuk mengisi kursi kosong dibuka melalui jalur semi online, tepatnya jalur prestasi, bidik misi, mitra warga, dan jalur inklusif.

PPDB jalur semi online tersebut bakal mulai dibuka Rabu besok (30/5) hingga Senin (4/6) mendatang. Nah, agar dapat melakukan pendaftaran, para siswa harus sudah memiliki personel identification number (PIN).

Kabar baiknya, para pendaftar yang belum punya PIN masih punya kesempatan untuk mengambil salah satu persyaratan wajib pendaftaran tersebut. Caranya, siswa bisa mengambil PIN dengan mendatangi SMA/SMK negeri terdekat dengan tempat tinggalnya.

Kepala Cabang (Kacab) Dispendik Jatim Wilayah Banyuwangi Istu Handono mengatakan, PPDB semi online dilakukan untuk menjaring peserta didik dari jalur prestasi, bidik misi, mitra warga, dan inklusif.

Istu menuturkan, pada pendaftaran jalur prestasi, penilaian dilakukan dengan mengacu prestasi siswa di bidang akademik dan non-akademik. “Pagu untuk jalur prestasi sebesar lima persen dari pagu sekolah,” ujarnya.

Sedangkan jalur mitra warga dibuka untuk memberi kesempatan bagi siswa yang berasal dari kalangan keluarga prasejahtera yang tinggal di lingkungan sekolah. “Pagu untuk jalur mitra warga juga lima persen dari pagu awal di setiap sekolah. Calon peserta didik akan diseleksi berdasar nilai ujian nasional (unas),” kata dia.

Selain itu, jalur bidik misi dibuka untuk pendaftar asal kalangan kelurahan prasejahtera yang memiliki nilai rata-rata ujian nasional (unas) minimal 80. “Pagu jalur bidik misi sebesar tiga persen dari pagu awal di setiap sekolah. Sama halnya dengan jalur mitra warga, calon peserta didik juga akan diseleksi berdasar nilai unas,” cetusnya.

Istu menambahkan, prestasi yang diakui dan diperhitungkan adalah prestasi dari kejuaraan yang diselenggarakan oleh pemerintah atau lembaga yang diakui dan yang bekerja sama dengan pemerintah, bersifat berjenjang mulai tingkat Kabupaten/Kota, Provinsi, sampai dengan Nasional atau Internasional. “Syaratnya, calon peserta didik menyerahkan fotokopi SHUN atau Surat keterangan Kelulusan yang dikeluarkan oleh sekolah asal dengan menunjukkan aslinya. Calon peserta didik baru, diutamakan bertempat tinggal dalam zona yang sama dengan sekolah tujuan,” paparnya.

Untuk PPDB Bidik Misi, seleksi berdasar nilai UN dengan nilai rata-rata minimal 8,0 dan tidak ada nilai di bawah 7,0 untuk setiap mata pelajaran. Sedangkan jalur mitra warga peserta didik asal keluarga prasejahtera diberi kesempatan mendaftar di SMA/SMK negeri yang berada satu zona dengan kediamannya.

Syarat untuk calon peserta dari jalur bidik misi dan mitra warga antara lain, fotokopi SHUN dan menunjukkan aslinya atau menyerahkan surat keterangan kelulusan yang dikeluarkan oleh sekolah asal, srat keterangan tidak mampu (SKTM) dari Kelurahan/Desa, fotokopi Kartu Indonesia Pintar (KIP) / Kartu Jamkesmas /Kartu Gakin, dan fotokopi Kartu Keluarga (KK). “Panitia PPDB Sekolah akan melakukan survei ke tempat tinggal calon peserta didik baru,” pungkas Istu.

Sementara itu, selain jalur semi online, PPDB tahun ini juga dilaksanakan dengan mekanisme online. PPDB online dibuka untuk menjaring peserta didik dari jalur reguler. Jalur reguler dibuka dengan pertimbangan murni nilai Unas.

BANYUWANGI – Gelombang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA/SMK negeri segera dimulai. Pada tahap pertama, lowongan untuk mengisi kursi kosong dibuka melalui jalur semi online, tepatnya jalur prestasi, bidik misi, mitra warga, dan jalur inklusif.

PPDB jalur semi online tersebut bakal mulai dibuka Rabu besok (30/5) hingga Senin (4/6) mendatang. Nah, agar dapat melakukan pendaftaran, para siswa harus sudah memiliki personel identification number (PIN).

Kabar baiknya, para pendaftar yang belum punya PIN masih punya kesempatan untuk mengambil salah satu persyaratan wajib pendaftaran tersebut. Caranya, siswa bisa mengambil PIN dengan mendatangi SMA/SMK negeri terdekat dengan tempat tinggalnya.

Kepala Cabang (Kacab) Dispendik Jatim Wilayah Banyuwangi Istu Handono mengatakan, PPDB semi online dilakukan untuk menjaring peserta didik dari jalur prestasi, bidik misi, mitra warga, dan inklusif.

Istu menuturkan, pada pendaftaran jalur prestasi, penilaian dilakukan dengan mengacu prestasi siswa di bidang akademik dan non-akademik. “Pagu untuk jalur prestasi sebesar lima persen dari pagu sekolah,” ujarnya.

Sedangkan jalur mitra warga dibuka untuk memberi kesempatan bagi siswa yang berasal dari kalangan keluarga prasejahtera yang tinggal di lingkungan sekolah. “Pagu untuk jalur mitra warga juga lima persen dari pagu awal di setiap sekolah. Calon peserta didik akan diseleksi berdasar nilai ujian nasional (unas),” kata dia.

Selain itu, jalur bidik misi dibuka untuk pendaftar asal kalangan kelurahan prasejahtera yang memiliki nilai rata-rata ujian nasional (unas) minimal 80. “Pagu jalur bidik misi sebesar tiga persen dari pagu awal di setiap sekolah. Sama halnya dengan jalur mitra warga, calon peserta didik juga akan diseleksi berdasar nilai unas,” cetusnya.

Istu menambahkan, prestasi yang diakui dan diperhitungkan adalah prestasi dari kejuaraan yang diselenggarakan oleh pemerintah atau lembaga yang diakui dan yang bekerja sama dengan pemerintah, bersifat berjenjang mulai tingkat Kabupaten/Kota, Provinsi, sampai dengan Nasional atau Internasional. “Syaratnya, calon peserta didik menyerahkan fotokopi SHUN atau Surat keterangan Kelulusan yang dikeluarkan oleh sekolah asal dengan menunjukkan aslinya. Calon peserta didik baru, diutamakan bertempat tinggal dalam zona yang sama dengan sekolah tujuan,” paparnya.

Untuk PPDB Bidik Misi, seleksi berdasar nilai UN dengan nilai rata-rata minimal 8,0 dan tidak ada nilai di bawah 7,0 untuk setiap mata pelajaran. Sedangkan jalur mitra warga peserta didik asal keluarga prasejahtera diberi kesempatan mendaftar di SMA/SMK negeri yang berada satu zona dengan kediamannya.

Syarat untuk calon peserta dari jalur bidik misi dan mitra warga antara lain, fotokopi SHUN dan menunjukkan aslinya atau menyerahkan surat keterangan kelulusan yang dikeluarkan oleh sekolah asal, srat keterangan tidak mampu (SKTM) dari Kelurahan/Desa, fotokopi Kartu Indonesia Pintar (KIP) / Kartu Jamkesmas /Kartu Gakin, dan fotokopi Kartu Keluarga (KK). “Panitia PPDB Sekolah akan melakukan survei ke tempat tinggal calon peserta didik baru,” pungkas Istu.

Sementara itu, selain jalur semi online, PPDB tahun ini juga dilaksanakan dengan mekanisme online. PPDB online dibuka untuk menjaring peserta didik dari jalur reguler. Jalur reguler dibuka dengan pertimbangan murni nilai Unas.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/