alexametrics
23.3 C
Banyuwangi
Wednesday, August 17, 2022

Sekolah Wajib Antisipasi Penculikan Siswa

GIRI – Penculikan terhadap anak bisa terjadi kapan saja dan di mana saja. Sementara itu, orang tua tidak bisa terus-menerus menjaga anaknya setiap detik. Terutama saat anak masih berada di sekolah. Karena itu, perlu dila­kukan berbagai macam upaya antisipasi.

Dinas Pendidikan (Dispendik) Banyuwangi berharap, penga­wasan anak selama di sekolah perlu ditingkatkan. ”Salah satu langkah antisipasinya di sekolah melalui satpam dan program kelas inspirasi,” ujar Kabid SD Dispendik Hamami di hadapan Kepala UPTD Pendidikan se-Banyuwangi di Wisma Atlet GOR Tawang Alun, Senin (26/2) lalu.

Menurut Hamami, perintah pe­ngawasan terhadap peserta didik ini turunan dari pusat. ”Jadi, kita diminta meningkatkan kewas­padaan sekolah dan orang tua terkait penculikan. Kalau kasusnya di Banyuwangi, Alhamdulillah belum ada,” jelas Hamami.

Baca Juga :  Siapkan Generasi Sambut Indonesia Emas

Dijelaskan, pihak sekolah hen­daknya bisa menggiatkan program komunikasi antara sekolah, wali murid, dan siswa. Selain me­nangkal tindak penculikan, cara itu juga bisa membuat siswa semakin nyaman saat berada di sekolah. Selama ini, imbuhnya, sekolah-sekolah di bawah Dinas Pendidikan sudah mengembang­kan kelas inspirasi. Yaitu kelas rutin di mana orang tua siswa dan wali kelas bisa bertatap muka dalam periode tertentu. ”Di da­lamnya, baik guru maupun orang tua, akan sama-sama bertukar cerita mengenai keseharian siswa, baik di dalam rumah maupun di sekolah,” tutur Hamami.

Di Banyuwangi, menurut Ha­mami, untuk jumlah siswa usia sekolah dasar sendiri jumlahnya mencapai 120 ribu siswa. Jumlah itu cukup besar dan memerlukan pengawasan yang maksimal. Karena jumlah guru sendiri hanya lima persen dari jumlah siswa. Sehingga peran orang tua dalam mengantisipasi penculikan juga sangat dibutuhkan.

Baca Juga :  Arena Bermain Anak Tersedia di Taman Blambangan

”Orang tua minimal harus ber­komunikasi dengan anaknya 10 menit dalam sehari. Itu bisa men­jadi cara orang tua untuk bisa me­ngamati perkembangan psi­kologis anak. Dan kita di sekolah juga kembali melanjutkan melalui paguyuban wali kelas dan kelas inspirasi. Ada 20 kepala UPTD yang tadi kami beri imbauan,” pung­kasnya. (*)

GIRI – Penculikan terhadap anak bisa terjadi kapan saja dan di mana saja. Sementara itu, orang tua tidak bisa terus-menerus menjaga anaknya setiap detik. Terutama saat anak masih berada di sekolah. Karena itu, perlu dila­kukan berbagai macam upaya antisipasi.

Dinas Pendidikan (Dispendik) Banyuwangi berharap, penga­wasan anak selama di sekolah perlu ditingkatkan. ”Salah satu langkah antisipasinya di sekolah melalui satpam dan program kelas inspirasi,” ujar Kabid SD Dispendik Hamami di hadapan Kepala UPTD Pendidikan se-Banyuwangi di Wisma Atlet GOR Tawang Alun, Senin (26/2) lalu.

Menurut Hamami, perintah pe­ngawasan terhadap peserta didik ini turunan dari pusat. ”Jadi, kita diminta meningkatkan kewas­padaan sekolah dan orang tua terkait penculikan. Kalau kasusnya di Banyuwangi, Alhamdulillah belum ada,” jelas Hamami.

Baca Juga :  Koorwilkersatdik Sempu Khotmil Quran

Dijelaskan, pihak sekolah hen­daknya bisa menggiatkan program komunikasi antara sekolah, wali murid, dan siswa. Selain me­nangkal tindak penculikan, cara itu juga bisa membuat siswa semakin nyaman saat berada di sekolah. Selama ini, imbuhnya, sekolah-sekolah di bawah Dinas Pendidikan sudah mengembang­kan kelas inspirasi. Yaitu kelas rutin di mana orang tua siswa dan wali kelas bisa bertatap muka dalam periode tertentu. ”Di da­lamnya, baik guru maupun orang tua, akan sama-sama bertukar cerita mengenai keseharian siswa, baik di dalam rumah maupun di sekolah,” tutur Hamami.

Di Banyuwangi, menurut Ha­mami, untuk jumlah siswa usia sekolah dasar sendiri jumlahnya mencapai 120 ribu siswa. Jumlah itu cukup besar dan memerlukan pengawasan yang maksimal. Karena jumlah guru sendiri hanya lima persen dari jumlah siswa. Sehingga peran orang tua dalam mengantisipasi penculikan juga sangat dibutuhkan.

Baca Juga :  Beginilah Banyuwangi Sekarang, Anak-anak Bebas Ngegame di Perpustakaan

”Orang tua minimal harus ber­komunikasi dengan anaknya 10 menit dalam sehari. Itu bisa men­jadi cara orang tua untuk bisa me­ngamati perkembangan psi­kologis anak. Dan kita di sekolah juga kembali melanjutkan melalui paguyuban wali kelas dan kelas inspirasi. Ada 20 kepala UPTD yang tadi kami beri imbauan,” pung­kasnya. (*)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/