
RADAR BANYUWANGI - Pernahkah Anda bertanya mengapa runjung pinus atau pine cone dapat membuka dan menutup sisiknya secara otomatis?
Fenomena ini bukan digerakkan oleh otot seperti pada hewan, melainkan mekanisme fisik alami yang disebut higromorfisme.
Struktur jaringan pada sisik runjung memiliki respons unik terhadap kadar air di udara.
Saat cuaca kering, jaringan akan menyusut secara tidak merata sehingga menciptakan tekanan mekanis yang membuat sisik melengkung terbuka.
Sebaliknya, saat lembap atau basah, jaringan menyerap air dan kembali ke bentuk semula, menyebabkan sisik merapat.
"Biji pinus akan membengkak satu sisi dari sisiknya sehingga secara alami menutup pine cone. Yang menjadi salah satu adaptasi untuk melindungi bijinya. Saat kering dan terbuka, bijinya bisa mencapai jarak yang lebih jauh ketika tertiup angin," ujar Jonathan Ethan Hernandez, pakar kehutanan dan peneliti ekofisiologi tumbuhan.
Mekanisme ini merupakan strategi reproduksi yang krusial bagi pohon pinus.
Dengan terbuka saat kering, biji lebih mudah terlepas dan terbawa angin ke lokasi yang ideal untuk berkecambah.
Saat basah, sisik menutup untuk melindungi biji agar tidak busuk dan membatasi penyebaran yang tidak efektif saat kondisi lingkungan kurang mendukung.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




