Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Makanan Panas Boleh Masuk Kulkas, tetapi Jangan Asal: Ini Cara yang Lebih Aman

R
Makanan yang baru dimasak dapat disimpan di dalam kulkas tanpa harus menunggu benar-benar dingin, tetapi sebaiknya dibagi ke dalam wadah kecil dan dangkal agar lebih cepat dingin. (ChatGPT)
Makanan yang baru dimasak dapat disimpan di dalam kulkas tanpa harus menunggu benar-benar dingin, tetapi sebaiknya dibagi ke dalam wadah kecil dan dangkal agar lebih cepat dingin. (ChatGPT)

Advertisement

RADAR BANYUWANGI - Setelah memasak, sebagian orang memilih membiarkan makanan di meja hingga tidak lagi panas sebelum memasukkannya ke kulkas. Ada pula yang justru langsung menyimpannya agar makanan lebih cepat dingin.

Lantas, mana yang sebenarnya lebih aman?

Anggapan bahwa makanan yang masih panas sama sekali tidak boleh dimasukkan ke dalam kulkas ternyata kurang tepat. Makanan panas boleh ditempatkan di dalam kulkas, tetapi cara menyimpannya perlu diperhatikan, terutama jika makanan tersebut masih dalam jumlah besar.

Advertisement

Badan keamanan pangan Amerika Serikat, USDA, menyebut makanan panas dapat langsung dimasukkan ke dalam kulkas. Untuk makanan dalam jumlah banyak, seperti sup atau semur, makanan sebaiknya dibagi ke dalam beberapa wadah kecil dan dangkal agar proses pendinginan berlangsung lebih cepat.

Mengapa makanan panas sebaiknya tidak dibiarkan terlalu lama?

Persoalan utama dalam menyimpan makanan bukan semata-mata karena makanan tersebut masih panas, melainkan berapa lama makanan berada pada suhu yang memungkinkan bakteri berkembang.

Advertisement

USDA menjelaskan bahwa bakteri dapat berkembang cepat pada kisaran suhu sekitar 4 hingga 60 derajat Celsius. Karena itu, makanan yang mudah rusak sebaiknya tidak dibiarkan pada suhu ruang lebih dari dua jam. Jika suhu lingkungan mencapai lebih dari sekitar 32 derajat Celsius, batas waktunya menjadi satu jam.

Artinya, membiarkan makanan berjam-jam di atas meja hanya untuk menunggu sampai benar-benar dingin bukan pilihan yang lebih aman.

CDC juga menyarankan makanan hangat atau panas dibagi ke dalam beberapa wadah bersih dan dangkal sebelum dimasukkan ke kulkas. Porsi yang lebih kecil akan lebih cepat dingin dibandingkan satu wadah besar berisi makanan yang masih mengepul.

Bagaimana dengan kulkas yang harus bekerja lebih keras?

Memasukkan makanan dalam jumlah besar dan masih sangat panas memang dapat memberikan beban pendinginan tambahan pada kulkas. Namun, hal tersebut tidak berarti makanan harus dibiarkan lama di luar kulkas.

FDA menyatakan makanan panas tidak akan merusak kulkas hanya karena dimasukkan ke dalamnya. Yang lebih penting adalah membagi makanan dalam jumlah besar ke wadah dangkal sehingga panas lebih cepat keluar. Kulkas juga sebaiknya tidak dipenuhi terlalu padat agar sirkulasi udara dingin tetap berjalan dengan baik.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BanyuwangiIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Megawati Hangestri Doyan Topokki, Ini 5 Makanan yang Pernah Ia Ungkap

Megawati Hangestri Doyan Topokki, Ini 5 Makanan yang Pernah Ia Ungkap

Megawati Hangestri mengaku suka topokki dan sejumlah makanan Korea lainnya. Simak kuliner yang disukai Megatron hingga masakan ibu yang dirindukan.

567 Santri Keracunan MBG di Sidoarjo, Dinkes Sidoarjo Bongkar Jejak Makanan hingga Air

567 Santri Keracunan MBG di Sidoarjo, Dinkes Sidoarjo Bongkar Jejak Makanan hingga Air

567 santri diduga keracunan MBG di Sidoarjo. Sebanyak 457 pulang, 80 dirawat. Dinkes periksa sampel makanan, air, dan sarana dapur SPPG.

Saat Umat Hoo Tong Bio Banyuwangi Kirim Makanan dan Uang untuk Para Arwah

Saat Umat Hoo Tong Bio Banyuwangi Kirim Makanan dan Uang untuk Para Arwah

Sembayang Rebutan King Hoo Ping di Klenteng Hoo Tong Bio Banyuwangi menghormati arwah terlupakan lewat doa, makanan, dan pembakaran uang kertas.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer