Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mengapa Gempa Bumi Megathrust Menjadi Perhatian Serius BMKG dan BRIN?

Lugas Rumpakaadi
Penulis: Lugas Rumpakaadi❯
Indonesia berada di zona rawan gempa bumi megathrust.
Indonesia berada di zona rawan gempa bumi megathrust.

RADARBANYUWANGI.ID - Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat kerawanan gempa bumi tertinggi di dunia.


Advertisement

Letaknya yang berada di kawasan Cincin Api Pasifik (Ring of Fire) menjadikan wilayah ini rawan gempa bumi dan tsunami, terutama yang bersumber dari zona megathrust.

Ancaman ini bukan sekadar teori, melainkan risiko geologis nyata yang terus dipantau oleh para ahli.

Dalam Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia 2024, jumlah zona megathrust di Indonesia tercatat sebanyak 14 zona, bertambah satu dibandingkan peta tahun 2017 yang memuat 13 zona.

Advertisement

Penambahan ini mengindikasikan meningkatnya potensi bahaya gempa bumi megathrust di sejumlah wilayah tanah air.

Apa Itu Zona Megathrust?

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa megathrust adalah zona pertemuan dua lempeng tektonik, di mana satu lempeng menunjam ke bawah lempeng lainnya dalam proses yang disebut subduksi.

Proses ini menyebabkan akumulasi energi selama ratusan tahun.

Ketika energi tersebut dilepaskan secara tiba-tiba, dapat terjadi gempa bumi sangat besar yang berpotensi memicu tsunami dahsyat.

Advertisement

Oleh karena itu, gempa bumi megathrust kerap menjadi sumber bencana dengan dampak luas dan korban signifikan.

Dua Zona Megathrust dengan Status Seismic Gap

BMKG menaruh kewaspadaan tinggi pada dua segmen megathrust yang sudah sangat lama tidak melepaskan energi, yaitu:

  • Megathrust Selat Sunda, terakhir aktif pada tahun 1757
  • Megathrust Mentawai–Siberut, terakhir aktif pada tahun 1797

Kedua wilayah ini tergolong seismic gap, yakni segmen yang secara geologis menyimpan energi besar karena belum terjadi pelepasan dalam waktu sangat lama.

Kondisi tersebut meningkatkan kemungkinan terjadinya gempa besar di masa depan.

Perubahan Signifikan Peta Gempa 2017 dan 2024

Guru Besar Institut Teknologi Bandung sekaligus anggota Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI), Iswandi Imran, menyoroti perbedaan signifikan antara peta gempa 2017 dan 2024.

Menurutnya, kontur yang semakin rapat pada peta terbaru menunjukkan eskalasi bahaya gempa di sejumlah wilayah Indonesia.

Peta 2024 mencatat Zona Megathrust Jawa memiliki potensi gempa hingga magnitudo 9,1, sementara beberapa zona lain seperti Enggano dan Mentawai–Pagai berpotensi mencapai M8,9.

Daftar 14 Zona Megathrust di Indonesia

Berikut 14 zona megathrust beserta potensi magnitudo maksimumnya:

  • Aceh–Andaman (M9,2)
  • Nias–Simeulue (M8,7)
  • Batu (M7,8)
  • Mentawai–Siberut (M8,9)
  • Mentawai–Pagai (M8,9)
  • Enggano (M8,9)
  • Jawa (M9,1)
  • Jawa Barat (M8,9)
  • Jawa Timur (M8,9)
  • Sumba (M8,9)
  • Sulawesi Utara (M8,5)
  • Palung Cotobato (M8,3)
  • Filipina Selatan (M8,2)
  • Filipina Tengah (M8,1)

Dampak Gempa Megathrust dan Tsunami

Penelitian BMKG dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menunjukkan bahwa jika zona megathrust di selatan Jawa dan Selat Sunda melepaskan energi secara bersamaan, gempa dapat mencapai M8,7 hingga M8,9 dan memicu tsunami besar.

Peneliti BRIN Nuraini Rahma Hanifa mengungkapkan, tsunami di pesisir Banten dapat mencapai 4–8 meter, sementara di beberapa skenario ekstrem tinggi gelombang bisa mencapai 20 meter.

Jakarta Utara berpotensi terdampak gelombang setinggi 1–1,8 meter sekitar 2,5 jam setelah gempa.

Dalam kajian lain, Ahli Seismologi BMKG Pepen Supendi memodelkan skenario terburuk dengan ketinggian tsunami maksimum hingga 34 meter di wilayah selatan Banten dan pantai barat Sumatra bagian selatan.

Meski bersifat skenario ilmiah, hasil penelitian ini menegaskan besarnya risiko gempa bumi megathrust.

Mitigasi dan Kesiapsiagaan Menjadi Kunci

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menegaskan bahwa isu megathrust bukan hal baru.

Peringatan yang disampaikan bertujuan untuk mendorong mitigasi, edukasi, dan kesiapsiagaan, bukan menimbulkan kepanikan.

BMKG telah memasang sensor InaTEWS, melakukan edukasi publik, serta mendampingi pemerintah daerah dalam penyediaan jalur evakuasi, sirine, dan shelter tsunami.

Namun, kesiapsiagaan masyarakat, khususnya di wilayah pesisir, tetap menjadi faktor paling krusial.

Gempa bumi megathrust merupakan ancaman geologis nyata bagi Indonesia.

Meski waktu kejadiannya tidak dapat diprediksi, pemahaman yang baik, mitigasi yang terencana, serta kesiapsiagaan yang konsisten dapat secara signifikan mengurangi risiko korban jiwa dan kerugian.

Kewaspadaan adalah langkah awal untuk membangun ketahanan menghadapi bencana besar di masa depan.

Advertisement
Editor : Lugas Rumpakaadi
Sumber : Radar Banyuwangi
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BanyuwangiIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Islam Qabil dan Islam Habil di Indonesia

Islam Qabil dan Islam Habil di Indonesia

Satu dari sekian sebab kebisingan di media sosial belakangan ini adalah kemunculan sebuah buku bertajuk Islam ala Prabowo (2025).

Api Kemerdekaan dan Perang Suci Melawan Narkotika di Bumi Blambangan

Api Kemerdekaan dan Perang Suci Melawan Narkotika di Bumi Blambangan

Delapan puluh satu tahun yang lalu, deru bambu runcing dan pekik “Merdeka atau Mati!” membelah langit Nusantara, merobek rantai penjajahan fisik yang membelenggu pertiwi.

Kolaborasi ASN dan AI untuk Indonesia Berdampak

Kolaborasi ASN dan AI untuk Indonesia Berdampak

Selama puluhan tahun, pola kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) identik dengan birokrasi yang bersifat administratif, prosedural, dan bertumpu pada dokumen fisik. Keberhasilan pekerjaan sering kali diukur dari kepatuhan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer