alexametrics
24.5 C
Banyuwangi
Sunday, June 26, 2022

Nilai Unas SMP Ranking 26 Jatim

BANYUWANGI – Hasil ujian nasional berbasis komputer (UNBK) jenjang SMP tahun 2018 diumumkan secara resmi kemarin (25/5). Hasilnya, nilai rata-rata UNBK SMP tahun ini cukup jeblok. Banyuwangi menduduki ranking ke-26 di antara 38 kabupaten dan kota se-Jatim.

Meski demikian, peringkat nilai rata UNBK SMP tahun ini naik dua strip dibandingkan tahun 2017. Tahun lalu, torehan nilai rata-rata UNBK seluruh siswa SMP se-Bumi Blambangan nangkring di posisi 28 se-Jatim.

Kepala Bidang (Kabid) SMP Dinas Pendidikan (Dispendik) Banyuwangi Suratno membenarkan nilai rata-rata UNBK SMP se-Banyuwangi menempati ranking 26 di antara 38 kabupaten dan kota se-provinsi ujung timur Pulau Jawa. ”Dari total empat pelajaran UNBK, nilai rata-rata kita (SMP se-Banyuwangi) sekitar 213,” ujarnya.

Suratno menambahkan, di antara kabupaten lain di daerah tapal kuda (Situbondo, Jember, dan Bondowoso), Banyuwangi menempati peringkat paling atas. ”Kami berharap masyarakat objektif. Jangan membandingkan Banyuwangi dengan seluruh kabupaten dan kota di Jatim. Karena saingan kita adalah kota yang notabene sekolahnya lebih sedikit, akses pendidikan juga lebih merata. Buktinya, tahun ini lima besar peraih rata-rata nilai Unas tertinggi ditempati kota,” harapnya.

Di sisi lain, Suratno mengapresiasi tingkat integritas siswa dan seluruh SMP penyelenggara UNBK tahun ini. Sebab, selama UNBK berlangsung, tidak ada temuan pelanggaran maupun kebocoran soal. Selain itu, pelaksanaan ujian juga relatif berlangsung lancar. ”Kami juga mengapresiasi hasil ujian siswa. Dari banyak siswa yang nilainya kurang bagus, ternyata tidak sedikit siswa yang mendapat nilai bagus. Bahkan banyak yang mendapat nilai seratus,” tuturnya.

Sementara itu, nilai UNBK tertinggi tingkat Banyuwangi tahun ini disabet siswa SMPN 1 Rogojampi, yakni Illoney Nindya Kamila. Dari empat mata pelajaran (mapel) yang diujikan, dia mengumpulkan total nilai UNBK sebesar 385,00. Rinciannya, pelajaran Bahasa Indonesia mendapat nilai 94,00, Bahasa Inggris 96,00, serta Matematika, dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) masing-masing sebesar 100 dan 95,00.

Peringkat kedua ditempati bersama-sama oleh Rieswa Anindya asal SMPN 1 Banyuwangi dan Khusnul Umaroh asal SMPN 1 Srono dengan total nilai UNBK sebesar 378,00. Selain total nilai, keduanya juga mendapat nilai yang sama pada mapel Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, yakni sebesar 96,00 dan 92,00. Sedangkan pada dua mapel yang lain, Rieswa dan Khusnul berbagi keunggulan. Rieswa unggul pada mapel IPA dengan nilai sebesar 92,50 dibanding 90,00  milik Khusnul. Sebaliknya, Khusnul unggul pada mapel Matematika dengan nilai 100 dibanding torehan nilai Rieswa, yakni sebesar 97,50.

Posisi keempat diduduki Ronaa Salsabil asal SMPN 1 Banyuwangi dengan total nilai sebesar 377,50. Disusul Ripatina Salsabila asal SMPN 1 Srono dengan nilai 377,00. Sedangkan peringkat keenam ditempati Alfath Inzan Abdi Ahmadan asal SMP Bustanul Makmur Genteng, yakni dengan total nilai sebesar 375,50.

Di posisi selanjutnya, tepatnya pada ranking ketujuh sampai kesepuluh, masing-masing ditempati Diana Rahayu asal SMPN 1 Siliragung, Mochamad Luky Rachmadan asal SMPN 1 Genteng, serta Yasmin Nadia Devina asal SMPN 1 Banyuwangi dan Eve Uky Aningtyas asal SMPN 1 Cluring.

Menariknya, meski menduduki peringkat delapan, Luky berhasil mendapat nilai bulat seratus pada dua mapel, yakni Bahasa Indonesia dan Matematika. Selain itu, nilai seratus juga didapat Rapitna dan Eve pada mapel Matematika.

BANYUWANGI – Hasil ujian nasional berbasis komputer (UNBK) jenjang SMP tahun 2018 diumumkan secara resmi kemarin (25/5). Hasilnya, nilai rata-rata UNBK SMP tahun ini cukup jeblok. Banyuwangi menduduki ranking ke-26 di antara 38 kabupaten dan kota se-Jatim.

Meski demikian, peringkat nilai rata UNBK SMP tahun ini naik dua strip dibandingkan tahun 2017. Tahun lalu, torehan nilai rata-rata UNBK seluruh siswa SMP se-Bumi Blambangan nangkring di posisi 28 se-Jatim.

Kepala Bidang (Kabid) SMP Dinas Pendidikan (Dispendik) Banyuwangi Suratno membenarkan nilai rata-rata UNBK SMP se-Banyuwangi menempati ranking 26 di antara 38 kabupaten dan kota se-provinsi ujung timur Pulau Jawa. ”Dari total empat pelajaran UNBK, nilai rata-rata kita (SMP se-Banyuwangi) sekitar 213,” ujarnya.

Suratno menambahkan, di antara kabupaten lain di daerah tapal kuda (Situbondo, Jember, dan Bondowoso), Banyuwangi menempati peringkat paling atas. ”Kami berharap masyarakat objektif. Jangan membandingkan Banyuwangi dengan seluruh kabupaten dan kota di Jatim. Karena saingan kita adalah kota yang notabene sekolahnya lebih sedikit, akses pendidikan juga lebih merata. Buktinya, tahun ini lima besar peraih rata-rata nilai Unas tertinggi ditempati kota,” harapnya.

Di sisi lain, Suratno mengapresiasi tingkat integritas siswa dan seluruh SMP penyelenggara UNBK tahun ini. Sebab, selama UNBK berlangsung, tidak ada temuan pelanggaran maupun kebocoran soal. Selain itu, pelaksanaan ujian juga relatif berlangsung lancar. ”Kami juga mengapresiasi hasil ujian siswa. Dari banyak siswa yang nilainya kurang bagus, ternyata tidak sedikit siswa yang mendapat nilai bagus. Bahkan banyak yang mendapat nilai seratus,” tuturnya.

Sementara itu, nilai UNBK tertinggi tingkat Banyuwangi tahun ini disabet siswa SMPN 1 Rogojampi, yakni Illoney Nindya Kamila. Dari empat mata pelajaran (mapel) yang diujikan, dia mengumpulkan total nilai UNBK sebesar 385,00. Rinciannya, pelajaran Bahasa Indonesia mendapat nilai 94,00, Bahasa Inggris 96,00, serta Matematika, dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) masing-masing sebesar 100 dan 95,00.

Peringkat kedua ditempati bersama-sama oleh Rieswa Anindya asal SMPN 1 Banyuwangi dan Khusnul Umaroh asal SMPN 1 Srono dengan total nilai UNBK sebesar 378,00. Selain total nilai, keduanya juga mendapat nilai yang sama pada mapel Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, yakni sebesar 96,00 dan 92,00. Sedangkan pada dua mapel yang lain, Rieswa dan Khusnul berbagi keunggulan. Rieswa unggul pada mapel IPA dengan nilai sebesar 92,50 dibanding 90,00  milik Khusnul. Sebaliknya, Khusnul unggul pada mapel Matematika dengan nilai 100 dibanding torehan nilai Rieswa, yakni sebesar 97,50.

Posisi keempat diduduki Ronaa Salsabil asal SMPN 1 Banyuwangi dengan total nilai sebesar 377,50. Disusul Ripatina Salsabila asal SMPN 1 Srono dengan nilai 377,00. Sedangkan peringkat keenam ditempati Alfath Inzan Abdi Ahmadan asal SMP Bustanul Makmur Genteng, yakni dengan total nilai sebesar 375,50.

Di posisi selanjutnya, tepatnya pada ranking ketujuh sampai kesepuluh, masing-masing ditempati Diana Rahayu asal SMPN 1 Siliragung, Mochamad Luky Rachmadan asal SMPN 1 Genteng, serta Yasmin Nadia Devina asal SMPN 1 Banyuwangi dan Eve Uky Aningtyas asal SMPN 1 Cluring.

Menariknya, meski menduduki peringkat delapan, Luky berhasil mendapat nilai bulat seratus pada dua mapel, yakni Bahasa Indonesia dan Matematika. Selain itu, nilai seratus juga didapat Rapitna dan Eve pada mapel Matematika.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/