alexametrics
27.6 C
Banyuwangi
Thursday, July 7, 2022

Kasus Covid-19 Terus Menurun, Sekolah Kembali PTM 100 Persen

GIRI – Dinas Pendidikan Banyuwangi memutuskan untuk kembali menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen. Kebijakan ini diambil setelah angka Covid-19 Banyuwangi terus menurun. Puncak pandemi Covid-19 varian Omicron dianggap sudah terlewati.

Mulai Kamis (24/3/2022) beberapa SMP negeri mulai memasukkan 100 persen siswanya untuk mengikuti PTM. Kuota PTM 100 persen ini diatur dalam Surat Edaran (SE) Dinas Pendidikan Banyuwangi nomor 421/1664/429.101/2022.

Dalam surat tersebut, ada beberapa poin yang harus dipenuhi jika sekolah melaksanakan PTM 100 persen. Di antaranya, harus mengantongi izin dari Satgas Covid-19 kecamatan, wajib melaksanakan protokol kesehatan selama pembelajaran, mendapatkan izin dari orang tua, serta menuntaskan vaksinasi dosis dua untuk guru dan tenaga kependidikan.

Sekolah yang sudah menerapkan PTM 100 persen kemarin di antaranya SMPN 1 Banyuwangi dan SMPN 1 Giri. Kepala SMPN 1 Giri Sudarman mengatakan, sebelum memasukkan seluruh siswanya, pihaknya lebih dulu berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 Kecamatan Giri. Setelah mendapat persetujuan, akhirnya sekolah kembali menerapkan PTM 100 persen.

Ada beberapa alasan yang mendorong SMPN 1 Giri melaksanakan PTM 100 persen. Salah satunya yakni desakan dari wali murid. Mereka menganggap kasus Covid-19 di Banyuwangi sudah melandai. Dengan demikian, PTM 100 persen bisa diterapkan di sekolah yang memiliki 827 siswa tersebut. ”Orang tua mengaku kerepotan dengan PTM 50 persen. Selama pembelajaran, siswa harus dibagi dua shift. Guru harus mengajarkan materi dua kali. Pada shift kedua guru sudah kelelahan, pembelajaran juga menjadi tidak efektif,” paparnya.

Meski sudah menerapkan PTM 100 persen, protokol kesehatan tetap dijalankan. Siswa tetap diminta menggunakan masker selama beraktivitas di sekolah. Saat ini, kata Sudarman, 80 persen siswanya sudah menjalani vaksinasi dosis kedua. ”Dengan beberapa pertimbangan di atas, semua siswa akhirnya kita masukkan. Kebetulan sekolah kita cukup luas sehingga memungkinkan siswa tidak bergerombol,” kata dia.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi Suratno mengatakan, karena melandainya kasus Covid-19 serta banyaknya masukan dari yayasan sekolah maupun wali murid, beberapa sekolah di Banyuwangi diizinkan menggelar PTM 100 persen. Melihat SKB 4 Menteri yang dikeluarkan bulan Desember 2021, Banyuwangi sudah memenuhi syarat untuk kembali menyelenggarakan PTM 100 persen.

Saat ini, cakupan vaksinasi untuk guru dan tenaga kependidikan melebihi 60 persen. Zonasi Covid-19 juga sudah berwarna kuning. ”Dalam praktiknya, kepala sekolah kita minta tetap berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 Kecamatan. Sekolah harus memenuhi prokes dan sarana pendukung lain,” kata Suratno.

Kepala sekolah maupun guru juga diminta membatasi serta mengawasi penjaja makanan di luar sekolah. Tujuannya, agar potensi penularan virus Covid-19 dari luar sekolah bisa dicegah. ”Kita akan terapkan secara bertahap. Tentunya harus ada evaluasi bagi sekolah yang mengajukan PTM 100 persen. SMP 1 Giri menjadi yang pertama mengawali. Satgas Covid-19 Kecamatan sudah menyetujui. Pekan depan atau awal April semua sekolah bisa mulai menerapkan PTM 100 persen,” tegasnya.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani Azwar Anas menambahkan, PTM 100 persen bisa dilakukan secara bertahap. Hanya sekolah yang benar-benar siap yang mendapat prioritas melaksanakan PTM 100 persen. Ipuk tidak ingin nantinya ada euforia berlebihan sehingga membuat siswa terdampak virus Covid- 19. ”Kita ingin event Banyuwangi Festival bisa mulai ramai lagi dengan melibatkan masyarakat dan siswa seperti sebelum Covid-19 melanda Banyuwangi,” kata Ipuk. 

GIRI – Dinas Pendidikan Banyuwangi memutuskan untuk kembali menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen. Kebijakan ini diambil setelah angka Covid-19 Banyuwangi terus menurun. Puncak pandemi Covid-19 varian Omicron dianggap sudah terlewati.

Mulai Kamis (24/3/2022) beberapa SMP negeri mulai memasukkan 100 persen siswanya untuk mengikuti PTM. Kuota PTM 100 persen ini diatur dalam Surat Edaran (SE) Dinas Pendidikan Banyuwangi nomor 421/1664/429.101/2022.

Dalam surat tersebut, ada beberapa poin yang harus dipenuhi jika sekolah melaksanakan PTM 100 persen. Di antaranya, harus mengantongi izin dari Satgas Covid-19 kecamatan, wajib melaksanakan protokol kesehatan selama pembelajaran, mendapatkan izin dari orang tua, serta menuntaskan vaksinasi dosis dua untuk guru dan tenaga kependidikan.

Sekolah yang sudah menerapkan PTM 100 persen kemarin di antaranya SMPN 1 Banyuwangi dan SMPN 1 Giri. Kepala SMPN 1 Giri Sudarman mengatakan, sebelum memasukkan seluruh siswanya, pihaknya lebih dulu berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 Kecamatan Giri. Setelah mendapat persetujuan, akhirnya sekolah kembali menerapkan PTM 100 persen.

Ada beberapa alasan yang mendorong SMPN 1 Giri melaksanakan PTM 100 persen. Salah satunya yakni desakan dari wali murid. Mereka menganggap kasus Covid-19 di Banyuwangi sudah melandai. Dengan demikian, PTM 100 persen bisa diterapkan di sekolah yang memiliki 827 siswa tersebut. ”Orang tua mengaku kerepotan dengan PTM 50 persen. Selama pembelajaran, siswa harus dibagi dua shift. Guru harus mengajarkan materi dua kali. Pada shift kedua guru sudah kelelahan, pembelajaran juga menjadi tidak efektif,” paparnya.

Meski sudah menerapkan PTM 100 persen, protokol kesehatan tetap dijalankan. Siswa tetap diminta menggunakan masker selama beraktivitas di sekolah. Saat ini, kata Sudarman, 80 persen siswanya sudah menjalani vaksinasi dosis kedua. ”Dengan beberapa pertimbangan di atas, semua siswa akhirnya kita masukkan. Kebetulan sekolah kita cukup luas sehingga memungkinkan siswa tidak bergerombol,” kata dia.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi Suratno mengatakan, karena melandainya kasus Covid-19 serta banyaknya masukan dari yayasan sekolah maupun wali murid, beberapa sekolah di Banyuwangi diizinkan menggelar PTM 100 persen. Melihat SKB 4 Menteri yang dikeluarkan bulan Desember 2021, Banyuwangi sudah memenuhi syarat untuk kembali menyelenggarakan PTM 100 persen.

Saat ini, cakupan vaksinasi untuk guru dan tenaga kependidikan melebihi 60 persen. Zonasi Covid-19 juga sudah berwarna kuning. ”Dalam praktiknya, kepala sekolah kita minta tetap berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 Kecamatan. Sekolah harus memenuhi prokes dan sarana pendukung lain,” kata Suratno.

Kepala sekolah maupun guru juga diminta membatasi serta mengawasi penjaja makanan di luar sekolah. Tujuannya, agar potensi penularan virus Covid-19 dari luar sekolah bisa dicegah. ”Kita akan terapkan secara bertahap. Tentunya harus ada evaluasi bagi sekolah yang mengajukan PTM 100 persen. SMP 1 Giri menjadi yang pertama mengawali. Satgas Covid-19 Kecamatan sudah menyetujui. Pekan depan atau awal April semua sekolah bisa mulai menerapkan PTM 100 persen,” tegasnya.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani Azwar Anas menambahkan, PTM 100 persen bisa dilakukan secara bertahap. Hanya sekolah yang benar-benar siap yang mendapat prioritas melaksanakan PTM 100 persen. Ipuk tidak ingin nantinya ada euforia berlebihan sehingga membuat siswa terdampak virus Covid- 19. ”Kita ingin event Banyuwangi Festival bisa mulai ramai lagi dengan melibatkan masyarakat dan siswa seperti sebelum Covid-19 melanda Banyuwangi,” kata Ipuk. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/